Tuan Ibrahim dan Bunga-Bunga dalam Al Qur’an

Monseur Ibrahim et Les Fleurs du Coran (Tuan Ibrahim dan Bunga-Bunga dalam Al Quran -pen)

Judul diatas merupakan terjemahan langsung dari kalimat bahasa Perancis, Monsieur Ibrahim et Les Fleurs du Coran. Kalimat tersebut merupakan judul dari sebuah kisah panjang (disebut naratif oleh sang pengarang karena jika disebut cerpen terlalu panjang dan jika disebut novel terlalu pendek jumlah halamannya) yang ditulis oleh Eric-Emmanuel Schmitt pada tahun 2003. Kalimat (baca: kisah panjang) tersebut pun juga di-remake dalam bentuk film dengan judul yang sama pada tahun 2004. Berikut cuplikan film yang berhasil mendapatkan beberapa penghargaan ini. Baca lebih lanjut

Selamat Ulang Tahun, Jules Verne!

Hari ini saya takjub ketika mbah Google kembali mengubah tampilannya. Tampilan tersebut menggambarkan logo Google dengan lingkaran-lingkaran jam dan jendela-jendela kapal selam yang menampilkan birunya air laut juga lincahnya ikan-ikan yang berlompatan. Saya penasaran, ada apa gerangan hingga mbah Google merombak penampilannya spesial untuk hari ini?

Tampilan Google pada 8 Februari 2011

Jules Verne - wikipedia.org

Ternyata ketika saya klik lebih lanjut, mbah Google sedang memperingati hari kelahiran Bapak Imajinasi Ilmiah asal Perancis, Jules Verne. Ya, Siapa yang tidak kenal dengan Jules Verne, si pengarang banyak novel scientific sejak tahun 1800-an. Jules Verne dianggap sebagai penulis yang mendahului zamannya. Karena kisah-kisah fiksi yang dikisahkannya selalu seputar petualangan dan alat-alat transportasi yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh manusia pada zamannya. Coba tengok novel-novel karyanya seperti  Around The World in 80 Days, 20.000 Leagues Under The Sea, Journey to The Center of The Earth, dan Five Weeks on Balloon. Disana Verne bercerita tentang Balon Udara, Kapal Selam dan juga detail-detail penjelasan ilmiah yang cukup rumit. Sungguh menakjubkan orang Perancis yang satu ini. Imajinasi-imajinasinya menjadi inspirasi bagi para ilmuwan untuk menemukan hal-hal penting dan bermanfaat bagi peradaban manusia.

Nibiru dan Kesatria Atlantis dari Tasaro GK

Nibiru dan Kesatria Atlantis - Logo (manistebu.wordpress.com)

Akhirnya saya pun kembali menulis review sebuah novel. Novel yang kali ini akan saya bedah adalah novel yang diperkirakan akan menjadi ‘Novel Aksi Atlantis Pertama dan yang Pernah Ada di Indonesia’. Berlebihan tidak sih saya beri julukan seperti itu? Tidak lah ya. Cukup bagus malah. Tapi entah bagi penulisnya dan bagi para pengkritik sastra. 😀 Sebenarnya saya sudah membaca novel ini sejak dua minggu ia terbit di Desember 2010. Hanya saja saya baru sempat dan tidak malas menuliskannya sekarang.

Nibiru dan Kesatria Atlantis (tribunnews.com)

Nibiru dan Kesatria Atlantis berkisah tentang sebuah pulau yang tersembunyi dari pandangan kebanyakan penduduk bumi. Pulau tersebut bernama Kedhalu. Pulau Kedhalu terlindungi oleh selubung gaib yang membuatnya menjadi tersembunyi dari penglihatan penduduk bumi yang berada di luar pulau tersebut. Tidak ada orang luar Kedhalu yang memasuki pulau dan begitu juga sebaliknya, tidak ada penduduk Kedhalu yang bisa keluar dari pulau, kecuali pada saat selubung gaib sedang menipis.

Dhaca dan tiga orang temannya, Sothap, Nyithal dan Muwu adalah gerombolan 4 Keparat Kecil yang terkenal sering membuat keributan di seantero Kedhalu. Tapi semuanya berubah ketika ada berita akan datangnya Nibiru setelah lama tidak muncul. Nibiru dikabarkan adalah salah satu Raja Dunia yang berbahaya dan dapat membahayakan dunia. Sementara Dhaca dan tiga temannya pun ikut bersiap menghadapi kedatangan Nibiru. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?

Nibiru rencananya akan dijadikan novel pentalogi oleh penulisnya. Novel seperti ini menambah koleksi bacaan yang baik bagi masyarakat Indonesia, khususnya kalangan anak-anak. So, Bloggers, sampai saat ini ada komentar? Mungkin bagi yang sudah membacanya ingin berbagi.

Layang-Layang Putus

Bloggers, kali ini saya akan mengulas novel yang baru saya baca. Novel yang bukan termasuk dalam hitungan best seller atau juga paling baru ini berjudul ‘Layang-Layang Putus’. Novel ini sudah terbit sejak Februari 2005, hanya saja sepertinya tidak terlalu menarik minat banyak pembeli. Sebab berkali-kali novel ini menjadi langganan dalam daftar obral dan diskon pada pameran buku. Meski begitu, isi yang disajikan dalam ceritanya tidak obralan alias cukup bermutu untuk menjadi sebuah bacaan.

Novel karya Masharto Alfathi ini bercerita tentang perjuangan orang-orang difabel (different abbilities) dalam menjalani hidup. Difabel lebih dikenal sebagai penyandang cacat oleh orang-orang umum yang dalam kehidupan berkemampuan ‘normal’. Novel ini memperjuangkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kesetaraan orang-orang yang dianggap cacat. Seperti tentang penggunaan kata difabel yang lebih disukai daripada ‘penyandang cacat’ yang dianggap sangat mendiskriminasi. Orang-orang difabel selalu dianggap kelas dua atau bahkan kelas tiga (jika ditambah dengan predikat miskin) oleh kebanyakan masyarakat. Mereka selalu dianggap tidak memiliki kemampuan dan sangat menyusahkan orang lain. Pemikiran seperti inilah yang seharusnya diubah. Orang-orang difabel menjadi tidak mampu karena mereka seringkali tidak diberi kesempatan untuk berjuang secara mandiri. Mereka selalu dianggap kaum yang butuh bantuan terus menerus. Padahal jika diberi kesempatan untuk mandiri, jika tidak dicemooh dan dianggap lemah mereka mampu menjadi hidup bersama dengan orang-orang ‘normal’ tanpa harus dianggap sebelah mata. Contoh yang populer adalah Nick Vujicic, seorang motivator yang terlahir tanpa tangan dan kaki. Baca lebih lanjut

Chocolat

Pada kesempatan kali ini saya akan kembali mengulas buku setelah sekian lama hiatus dari dunia per-blog-an. Buku yang akan saya bedah kali ini adalah sebuah novel berjudul Chocolat karya Joanne Harris. Ada yang pernah membacanya? Atau mungkin kalau tidak membaca novelnya teman sekalian sudah pernah menonton filmnya? Ya, karena popular novel ini pun sempat di-remake dalam bentuk film pada tahun 2000 dengan judul yang sama dibintangi oleh Juliette Binoche dan Jhonny Deep. Film ini juga mengispirasi hadirnya film Brownies yang disutradarai Hanung Bramantyo pada tahun 2004.

Novel ini menceritakan tentang seorang pembuat cokelat bernama Vianne Rocher. Ia bersama anaknya, Anouk, menjadi pendatang baru di Lansquenet-sous-Tannes. Lansquenet-sous-Tannes digambarkan sebagai kota yang bernuansa muram dengan penduduk yang hampir semuanya berkarakter kaku. Rocher membawa warna baru yang lebih hidup bagi kota ini. Ia mendirikan toko cokelat La Céleste Praline di sebuah rumah hampir rapuh yang disewanya. Pada awalnya penduduk kota dengan dukungan Pastur Francis Reynaud sangat tidak begitu menyukai kehadiran Rocher karena dianggap membawa pengaruh buruk bagi mereka. Namun seiring dengan berjalannya waktu, cinta pun datang sendiri menghampiri Rocher dan toko cokelatnya.

Novel ini luar biasa. Berkisah tentang pergolakan-pergolakan yang sering terjadi dalam hati manusia. Juga tentang harapan dan cita-cita. Jika diharuskan memberi penilaian, saya akan memberi 4 dari 5 bintang. So, sudah mulai tertarik dengan novel ini? Saya sarankan untuk membacanya. Bahasa dalam novel terjemahannya bagus (apalagi bahasa dalam novel aslinya).