Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Kopdar Terlampaui

Woaa.. Sabtu (22/11) dan Minggu (23/11) adalah bukan sekedar wiken biasa bagi saya. Karena biasanya saya hanya molor di setiap wiken, tapi kali ini tidak. Banyak kegiatan yang saya lampaui dengan berkumpul dengan teman-teman. Bukan teman-teman biasa, tapi adalah teman-teman spesial saya di dunia maya alias para blogger.. uuuu.. sini-sini semuanya dila peluukk :mrgreen:

Langsung aja deh cekidot kegiatan ane sabtu-minggu kemarin disini. 😛

Bekasi, Sabtu, 22/10/11: Terperangkap Panas
hampir pukul 14:00 WIB, di Pizza Hut Bekasi Square
Kopdar bareng Mama Cal – Vin, Teh Orin, Kak Putri dan Mamin beserta Istri

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Institut Francais Jakarta, Salemba, 18:00 WIB
Kopdar sama Adek Fi :mrgreen:

tangan adek fi lagi buka bungkusan

Ciputat, Minggu, 23/10/11: Terpeluk Hujan
XXI Pondok Indah Mall 1 @ 09:00 WIB, Menghadiri pemutaran khusus film Sang Penari. Saya kopdar dengan @koskoy, seorang teman twitter&FB yang sekaligus pembaca setia blog saya 😀 dan juga yang sepesial adalah ketemuan sama Oka Antara disini. hohoho

Bukan penulis blog ini foto bareng Oka Antara :mrgreen:

Kampus UIN dan Sekitarnya, @ 12:00 – 17:00 WIB
12:00 WIB: Bertemu dengan teman kampus yang sekarang jadi Ketua Karang Taruna dan memberikan titipan baju layak pakai kepadanya.

12:00 – 14.30 WIB: Menghadiri wisuda teman se-genk di kampus tercinta saya, UIN Jakarta. Kemudian hujan pun turun dengan sangat deras dan kami terperangkap hujan. Basah kuyup! 😀

14:30 WIB: Kopdar dengan Saidi Alhady untuk memberikan titipan buku-buku dari teh orin, ulfa (adik saya yang juga seorang blogger), teman kampus dan saya sendiri untuk program Blogger Hibah Sejuta Buku.

Saidi Alhady berdiri dengan sekantong buku

16.00 – 17.00 WIB: Sholat ashar di fathullah dan saya pun kembali ke Bekasi untuk pulang memeluk panas. 😉

Misi terselesaikan dan dhila13 pun pulang kembali ke Bekasi untuk memeluk panas. 😉

Diomelin OB

P3010146intermezzo: sebelumnya, saya mau pamer dulu ya (boleh kan :mrgreen:). hari ini senang banget, saya bisa menemukan sandal jepit pujaan saya. yap, akhirnya saya bisa juga ketemu dengan sandal jepit hitam merk ANDO di Ceria Mart di dekat rumah. beruntung, sandal jepit yang warna hitam masih tersisa satu, jadi kesempatan itu tidak saya sia-siakan, langsung saja saya ambil dan bayar di kasir. thx God for this. 🙂

***

kejadian ini saya alami di Malang, tepatnya di Gedung Dome Universitas Muhammadiyah Malang. ketika itu saya bertanya kepada seorang OB (Office Boy) Gedung Dome mengenai arah sebuah Gedung.

Dila (D): Mas, mau nanya. Gedung A dimana ya?

OB: oh, disana mba. mba jalan aja lurus ke arah timur.

D: TIMUR, Mas? aduh, maaf, saya ga ngerti arah mata angin.

OB: TIMUR, mba. TIMUR. masa ga tau arah timur sih?

D: *menggeleng dengan wajah polos tanpa dosa*

OB: Ya ampuuun, mbaaa! masa ga tau sih!! *OB tsb menjedukkan kepalanya ke salah satu pilar Gedung Dome pelan-pelan*

D: *melihat OB takjub. apa gak sakit kepala dijedukkin begitu?* Mas jangan gitu dong. saya emang ga tau.. *wajah Dila sudah memerah*

OB: Mba gini,, matahari terbit dari mana? dari Timur kan. Sekarang mba menuju arah matahari. pokoknya kesana, lurus aja. nanti kalo nyasar, tanya lagi. oke?

D: makasih ya, Mas. *tersenyum manis sambil meninggalkan OB yang masih menggelengkan kepala dibelakang*

Haha… Lucu betul ya nasib Dila ini. selalu ada saja yang bisa ‘ngomelin’ Dila. hatta seorang OB sekalipun. bukan ngomel sih sebetulnya, hanya memberi sedikit pelajaran. masalahnya masa Dila yang diketahui sebagai lulusan universitas kalah pengetahuan sama OB. :mrgreen:

oke, hikmah yang dapat diambil dari kejadian diatas ialah, kecerdasan seseorang tidak bisa diukur dengan gelar atau tingginya jenjang pendidikan yang kita dapatkan. siapapun dia, ketika bermanfaat bagi orang lain, bisa kita sebut sebagai sumber ilmu. tidak pantas bagi manusia untuk saling meninggikan kesombongan, karena tak akan ada gunanya. yang boleh memakai jubah kesombongan hanya Allah, Pencipta dan Pemilik seluruh jagad ini. 🙂

Diomelin Bos

*Dapatkan kau tetap bijak, walau kepercayaan tertikam dari belakang. dapatkan termaafkan salah, lalu panjatkan syukur dan meredam prasangka* ~Thufail Al-Ghifari on INTEGRITAS.

pernah teman-teman merasa bersalah? pernah teman-teman merasa kecewa dengan diri sendiri? itulah yang saya rasakan kini. baiklah, bukan bermaksud mengumbar aib, tapi biar teman-teman sekalian bisa mengambil hikmah dari apa-apa yang terjadi pada saya saat ini.

bermula ketika saya diamanahkan untuk hadir dalam PESTA BLOGGER 2009 pada hari Sabtu, 24 Oktober 2009 kemarin. saya sangat senang pada awalnya. dan excited sekali untuk hadir disana. namun sayang, ada hal-hal yang membuat saya menyengajakan diri untuk tidak hadir. saya tidak akan memceritak detail disini bagaimana proses *kejahatan* saya itu berlangsung. intinya saya pun mengingkari janji kepada atasan saya itu. dan saya pun tidak datang pada akhirnya.

lalu hari Senin (26/10) pun tiba. saya diam dan bekerja seperti biasa. tidak ada sapa pagi di hari itu. tidak ada sama sekali. *dasar bawahan yang kurang ajar dan tidak tahu sopan santun*, saya benar-benar diam hingga bos saya sendiri yang menegur saya pada akhirnya.

“Dhila! What’s happened? bagaimana hari Sabtu??? saya disana sampai pukul setengah tujuh malam. ada sekitar 2000 pengunjung disana.”

“Oh, sir. sorry. I forgot that moment.”

“But kamu… kamu… you didn’t tell me!”

“Ya…” saya melanjutkan berbagai alasan dengan grammar bahasa inggris yang kacau balau. ngomong biasa ajah udah kacau. apalagi ngomong dalam keadaan cemas.

“Oke, you should go home that saturday. but you didn’t tell me.””

saya pun melanjutkan alasan dengan perasaan sakit. kecewa dengan diri sendiri.

sampai saat saya menulis artikel ini, saya masih merasakan lubang dalam yang menyakitkan itu, teman. saya yang sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak pernah mengecewakan orang lain, siapapun dia, malah berlaku seperti itu. saya yang sudah berjanji untuk baik kepada siapapun, malah ingkar janji. janji tinggal janji. dan itu menyakitkan hati saya. saya tidak perlu hukuman lagi atas omelan-omelan yang ditujukan pada saya. namun perasaan bersalah ini sudah cukup menyiksa diri. ya, saya mudah merasa bersalah dan merasa tidak enak pada orang lain. namun tetap saja terulang lagi. habluminannas (hubungan antar manusia) saya memang merah nilainya. lalu haruskah saya men-terpurukkan diri saya dengan mengubah status saya yang anti-sosial menjadi A-SOSIAL??? menyedihkan.

pada awalnya, malam ini ialah malam yang saya rencanakan untuk menjadi malam yang indah. saya akan menonton film prancis, lalu membaca sisa novel yang belum terbaca, juga melakukan beberapa packing. tapi sayang, hati merasa tidak begitu nyaman. sehingga entah saya akan melakukan hal2 tersebut atau tidak.

*Biarkan setiap detik ini berjalan. Dan waktu pun akan segera bicara, di hinanya cerita yang menghias arti perjalanan kita. Kadang pula, duka memiliki wejangan yang jauh lebih bermakna. Bersama air mata ku coba mengambil hikmah. Dan menge-evolusikan semua menjadi suka.* ~Thufail Al-Ghifari on INTEGRITAS.

pelajaran kali ini ialah, kita harus lebih berhati-hati dalam berhubungan dengan orang lain, siapapun dia. berusaha tepati janji yang telah disepakati seberapapun kecilnya. dan satu lagi, INTROPEKSI DIRI.

berkali-kali saya diingatkan soal intropeksi diri oleh banyak teman. ketika itu salah satu teman dekat bilang, “Dhila, MUHASABAH ya.”

*Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘aalihi wa ashbihi ajma’iin
Duhai Allah Yang Maha Kaya. Ampuni.. segala kecerobohan kami terhadap semua nikmat yang Kau beri Ya Allah… Ampuni keengganan kami menolong orang-orang lemah disekitar kami. Ampuni kesombongan kami terhadap orang-orang yang tiada berdaya disekitar kami. Ya Allah, tolongkan kami, menjadi pribadi yang indaaah, Ya Allah. Limpahi kami dengan rezkiMu yang halal, berkah, melimpah. Dan jadikan kami menjadi jalan bagi hamba-hambaMu.* ~Aa Gym on INTEGRITAS.

P.S. ada yang ingin berbagi soal perasaan yg sama dengan saya? atau ada yang ingin berbagi solusi tentang apa yang harus saya lakukan besok? mungkin ada seorang bos disini yang pernah merasa pula di-kecewakan anak buahnya? lalu bagaimana anda memaafkan anak buah anda? lalu sebaliknya, yang menjadi anak buah di kantor, bagaimana sikap kalian ketika tengah mengecewakan bos? butuh bimbingannya.

Show That You Care

Beberapa minggu terakhir ini saya mendengar beberapa berita miris dan lagi-lagi soal dunia Islam. m003

pertama soal 4 mahasiswa asal Indonesia yang disiksa di Mesir cuma gara-gara kepergok membuka situs Hamas. mereka disiksa kurang lebih tiga hari dengan siksaan yang luar biasa menguras psikis.

kedua soal terbunuhnya muslimah di Jerman, Marwa El-Sherbini karena membela haknya menggunakan jilbab. ia dibunuh ketika menuntut seorang pria yang melakukan pelecehan terhadap jilbab dan menganggap perbuatan semacam itu ialah terorisme. maka ia pun membawa perkara ini ke pengadilan di Jerman, namun ketika persidangan berlangsung ia malah dibunuh oleh sang penuntut. suami Marwah pun tak berdaya ketika ia berusaha menolong istrinya sebab ia ikut ditikam. Ya Allah…! itulah kenapa saat ini tengah digembar-gemborkan untuk menjadikan tanggal 1 Juli adalah hari Jilbab sedunia.

dan ketiga ialah pembantaian muslim di Xanjiang, China. pemerintah China menganggap ini adalah masalah dalam negeri China, sehingga tidak perlu ada yang ikut campur. namun lagi-lagi ini bukan soal masalah bangsa mana dan negara siapa. siapapun mereka jika mereka mengucapkan syahadah, mereka adalah muslim. dan mengingat sabda Rasulullah SAW (peace be upon him) bahwa sesungguhnya setiap muslim itu bagaikan satu tubuh, jika ada satu bagian tubuh yang sakit maka yang lain pun ikut merasakan sakit. lagipula, dalam hadis shahih yang lain telah dinyatakan pula bahwa kita harus mencintai saudara kita kita.

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى  اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه

[رواه البخاري ومسلم]

Terjemah hadits :

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

begitulah. sekali lagi, mari kita tunjukkan rasa solidaritas kita meski hanya dengan doa untuk mereka. semoga bermanfaat. amin.