e-x-p-l-o-d-e-!

EXPLODE !!!

ya, MELEDAK!!! lagi-lagi Jakarta diguncang ledakan hari ini (Jumat, 17/7/09). tidak tanggung-tanggung, ada 4 ledakan yang terjadi. dua ledakan pertama ialah ledakan BOM yang terjadi di Hotel J.W. Mariott dan Hotel Ritz Carlton yang berada di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. sedangkan dua ledakan berikutnya tampaknya bukan ledakan bom. dua ledakan ini terjadi di SPBU Pertamina di Mampang dan satu lagi di (klo gak salah) Muara Angke yang disebabkan oleh terbakarnya sebuah mobil.

saya sedih – terkejut – prihatin dengan kejadian ini khususnya untuk ledakan yang terjadi di dua hotel bintang lima tadi. entah karena apa ini terjadi. entah disebabkan oleh ledakan bom bunuh diri sepeti yang dilansir berbagai media saat ini. memang sih, tadi ketika saya menonton tayangan di salah satu tv swasta, ditampilkan CCTV dari salah satu hotel yang menayangkan adanya seseorang yang dicurigai. seseorang berjenis kelamin laki-laki tersebut berpostur tinggi besar dengan membawa tas ransel yang digendong di dadanya dan koper yang dipegang oleh tangan kanannya. tampak laki-laki tersebut memegang tas sambil masuk menuju restaurant. dan selang sekitar 30-40 detik setelah laki-laki tsb masuk, restaurant pun meledak. tampak asap putih memenuhi layar CCTV.

hmm, entah siapa laki-laki itu m083. entah ia disebut sebagai teroris atau apalah. sebenarnya dari gerak-geriknya (jika diamati) memang agak mencurigakan. ia berjalan dengan menggendong tas di depan, bukan di belakang. memangnya ia lagi di terminal?? takut kecopetan begituh? itu pertama ya. namun yang namanya di hotel, kebiasaan pengunjung dalam membawa tas memang beda-beda. mungkin juga orang tsb terbiasa menggendong tas di depan. lalu yang kedua, entah dari mana ia berjalan menuju restaurant. apakah memang ia merupakan pengunjung yang menginap kemudian ingin check up? jika memang begitu berarti ia berjalan dari kamarnya. memang kebiasaan pengunjung yang ingin check up pagi-pagi, untuk mengambil jatah breakfast-nya terlebih dahulu sebelum menyelesaikan urusan administrasi.

lalu, dikabarkan bom meledak sekitar pukul 7.40 pagi. situasi di restaurant hotel pasti masih ramai jam segitu. soalnya biasanya jam breakfast itu dibuka sejak pukul 6 sampai 8.30. lho, kok dila tau jam buka restaurant hotel?? heheh, kebetulan memang saya mantan CS alias cleaning service hotel. hohooo bo-ong deng. yaa, jelek-jelek begini saya kebetulan pernah menginap beberapa kali di hotel yang cukup berkelas (meski mentok sampe bintang 4, belum ke bintang 5). jadi dikit2 tau-lah kapan jam breakfast restaurant hotel. lho, emang sapa yg bayarin lo nginep di hotel, dil? hehe, tenang teman. saya belum cukup gila untuk menghabiskan uang saya cuma untuk nginep di sebuah kamar. keluarga saya pun belum mampu untuk membiayai saya tinggal di hotel yang harganya cuma bisa bikin bengong. kebetulan lagi, dan sapa lagi, kalo bukan kantor yang bayarin. ya gak? hohooo…

oke, balik ke fokus tema tulisan ini. soal siapa pelaku peledakan tsb. saya masih berspekulasi. lihat dibawah spekulasi-spekulasi saya:

  1. bisa jadi ia merupakan orang yang terobsesi menjadi syuhada dengan melakukan bom bunuh diri. (aduh mas, kalo mau jihad, jangan gini donk caranya. picik banget sih!)
  2. bisa jadi ia merupakan orang yang tidak suka dengan Manchester United yang dikabarkan akan datang ke Indonesia. makanya ia meledakkan hotel yang dilansir akan menjadi tempat penginapan punggawa red devil selama di Indonesia itu.
  3. bisa jadi ia cuma orang yang cari sensasi. (hehe, ada2 ajah)
  4. bisa jadi ia cuma korban yang kebetulan di tas-nya udah ada BOM yang siap meledak. dan ia tidak tahu hal tersebut sebab ada orang yang diam-diam nitip bom itu. (mungkin gak sih? heheh)

dari spekulasi-spekulasi di atas, saya cuma bisa berharap dan berdoa (lagi-lagi). jujur, saya sedih dengan kejadian ini. jihad itu bukan begini caranya. wallahu a’lam sih, gak tau juga. namun saya pikir cara begini gak bisa diterima oleh umat Islam itu sendiri. karena lagi-lagi akan menodai nama besar Islam di mata dunia. Islam itu rahmatan lil ‘alamin. datang ke dunia ini dengan membawa kedamaian. entahlah. apakah Allah meridhoi jihad seperti ini saya enggak tau. sekali lagi, saya gak tau juga apakah Rasulullah SAW senang dengan jihad cara itu. Rasul saja santun dalam berperang kok. di zaman modern ini memang ada juga perang fisik, namun perang pemikiran (ghozwul fikr) lebih besar porsinya. jadi berjuanglah untuk melawan kaum kafir dengan pemikiran kita. jangan asal nyelonong cuma karena ingin dilihat sebagai jagoan.

Budaya nge-BLOG = Budaya MENULIS

freeimages.co.uk workplace images

Tulisan ini terinspirasi dari tulisannya Mas Irfan soal Nge-Blog dengan Hati, yang katanya tulisan itu juga inspirasi dari blognya ndoroKakung. Heheh. Gapapa, keren tuh kan. Dengan jadi blogger kita bisa menjadi inspirasi dan ter-inspirasi bahkan dengan tanpa kita sadari.

Blog ialah sarana bagi para surfer yang suka nulis dan ingin berbagi soal pengalaman dan ilmunya lewat dunia maya. Dengan memiliki dan menulis blog kita bisa belajar banyak hal, khususnya dalam hal MENULIS. Sebenarnya dengan menjadi blogger (sebutan untuk pengguna blog) tanpa disadari kita tengah berlomba dan berkompetisi dalam mengasah kemampuan kita menulis dan mengungkapkan berbagai ilmu dan pengalaman kita. Tidak ada hadiahnya memang dalam kompetisi ini, tapi kebanyakan blogger sudah sangat senang ketika ada orang lain yang mengunjungi blog-nya dan membaca tulisannya lalu apalagi mengomentari tulisan-tulisan tersebut. Itu artinya blog-nya disenangi orang lain.

Memang jika kita pertama kali menjadi blogger, sepertinya getol sekali berpromosi tentang blog kita dan mencari cara bagaimana caranya stats kita naik dan blog kita selalu menjadi primadona di dunia maya. Menurut saya itu hal yang wajar, selama itu menjadi stimulus bagi para blogger untuk mengembangkan dan mengasah kemampuan menulisnya, khususnya bagi yang merasa susah sekali menulis. Tapi lambat laun, lakukanlah sesuatu yang bernama nge-blog dengan hati. Jadi maksudnya, nge-blog bukan karena kita CAPER alias cari perhatian karena blog kita ingin dibaca dan dikunjungi orang, namun tulislah dengan sepenuh hati dan lagi-lagi tanpa disadari tulisan kita akan menjadi berkah dan diminati juga dicari orang lain.

Oke teman-teman, selamat nge-BLOG, selamat MENULIS. Salam…. :mrgreen:

Jangan Pilih Caleg Poligami: LHO, EMANGNYA KENAPA??

p4080032

*Poligami: Keluarga Di Zhalimi,

Bangsa Apalagi…

Tolak Caleg dan Partai Pendukung Poligami*

 

Tulisan kali ini Mengenai kampanye gelap agar tidak milih caleg poligami atau yang berasal dari partai yang mendukung poligami, dsb. dasar aneh. Coba teman-teman lihat foto yg saya ambil diatas. Foto itu merupakan stiker yang ditempel sembarang di dalam angkot. Saya terbelalak ketika pertama melihatnya. Lho, kenapa ini? Maksudnya apa? Emang kenapa sama poligami? Benarkah praktek poligami menzholimi? Lebih zholim mana sebenarnya antara poligami dan selingkuh??

 

Sudah sejak 2 minggu lalu sebenarnya saya ingin menulis ini. Namun sayang, memang ide-ide dalam pikiran harus mengantri, menunggu giliran untuk dikeluarkan dalam tempat yang nyaman di atas kertas. Ya, baiklah tidak usah panjang lebar prolognya. Langsung saja ke topik utama.

 

Entah kenapa, topik jahatnya poligami muncul lagi. Saya heran dengan ini. Sebegitu ngerikah para feminis itu? para aktivis perempuan itu? ngeri dengan praktek poligami yang diisukan menzholimi keluarga dan merugikan perempuan. Bahkan saking ngerinya isu ini diangkat hingga ke panggung pemilu 2009. sampai-sampai ada caleg yang mempromosikan bahwa dirinya tidak poligami di sebuah iklan tv supaya bisa dipilih. Iya mungkin dia tidak poligami, tapi selingkuh. Lebih zholim selingkuh kan? *weits dil, jangan suudzon!*

 

Di sebuah Koran berbahasa Inggris, Jakarta Globe (Saturday/Sunday, march 28/29, 2009), spot news mengenai feminis yang mengeluarkan data caleg yang berpoligami pun ditulis. Untuk apa sampai mengeluarkan data seperti itu? seperti tidak ada yang diurus saja. Alasan mereka sih, dalam news tersebut, “we do not want to tarnish their (candidate) image, we just want the voters to know, their background. It’s up to the voters whether to cast for them or not”. Artinya, “kami tidak bermaksud mencoreng nama mereka, kami hanya ingin para pemilih tau latar belakang mereka. Selebihnya terserah pemilih, mau memilih mereka atau tidak”. Tapi ya tetap saja, kurang kerjaan.

 

Kenapa saya bilang kurang kerjaan, karena poligami itu sudah jelas hukumnya yakni: dibolehkan! Jika mereka paham Islam, pasti mereka mengerti dan paham soal ini. Kenapa hukum yang sudah jelas ini harus diprotes lagi? Poligami itu tidak menzholimi, malah mungkin menjadi solusi bagi dunia ini dimana jumlah wanita lebih banyak daripada pria. Tapi tentu saja poligami pun tidak bisa dilakukan sembarang orang. Jika seorang merasa bisa berlaku adil, maka dibolehkan menikahi perempuan lebih dari satu hingga empat. Sebab Allah dalam firmannya QS. An-Nisa: 3,

 

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”

 

Jika dibaca dan dipahami dengan baik, kita bisa melihat bahwa Allah membolehkan berpoligami jika memang ia adil terhadap hak-hak istri yang dinikahinya. Namun memang jika tidak mampu, dianjurkan untuk menikahi seorang istri saja. Karena jika tidak mencukupi syarat berpoligami, maka akan menjadi perbuatan yang aniaya.

 

Jadi begitu, poligami tidak menzhalimi. Namun entah mengapa, SELINGKUH lebih dianggap fair dari pada POLIGAMI. Seharusnya para feminis itu mengkampanyekan untuk TIDAK MEMILIH CALEG YANG SELINGKUH, YANG SUKA MELECEHKAN PEREMPUAN, YANG SUKA MAIN PEREMPUAN. Begitu lebih fair. Karena, sekali lagi poligami jelas hukumnya, karena ia memang merupakan hukum yang berasal dari Allah Swt.

 

Wallahua’lam

 

Thx to:

Allah Swt & Alquran Al Karim

Artikel: Menafsir Ayat Poligami

Muslimah, Apa yang Dikau Inginkan untuk Diri dan Bangsamu?

Allah menciptakan dua jenis manusia di dunia ini yakni laki-laki dan perempuan. masing-masing memiliki keistimewaannya tersendiri. namun selama ini pandangan dunia terhadap perempuan begitu melemahkan, perempuan yang tidak cepat tanggaplah, hanya menyusahkanlah, tidak bisa ikut berkompetisi dengan lawan jenisnya, hanya dibutuhkan untuk urusan rumah tangga saja, dll. maka itulah kenapa pemikiran Feminisme muncul. mungkin saking merasa dipojokkan, kaum feminisme ngotot menyuarakan persamaan antar laki-laki dan perempuan dalam berbagai hal! padahal harusnya tidak begitu juga.

 

Laki-laki dan perempuan memang berbeda pada dasarnya, namun perbedaan itu dimunculkan justru untuk saling melengkapi. Tuntutan persamaan dalam setiap hal bisa jadi akan menyusahkan perempuan sendiri. Namun demikian, perempuan pun tidak bisa juga dianggap rendah. Mereka punya suara yang menentukan nasib mereka *asal tidak melawan takdir tentunya*. Bahkan mereka pun punya hak suara dan tindakan dalam menentukan nasib bangsa ke depan. Bagaimana menurut antunna? Kira-kira apa yang ingin antunna lakukan untuk bangsa ini?

 

Bagaimana jika perempuan menjadi pemimpin? Bisa saja. Asal memang capable dalam menguasai segala bentuk permasalahan bangsa ini. Bisa dengan arif mencari solusi dan bekerja sama dengan pihak manapun. Tapi terlalu sempit jika kita berdebat tidak bolehnya perempuan menjadi pemimpin negeri ini. Lebih baik kita bicara mengenai keinginan perempuan itu sendiri dalam menyikapi persoalan bangsa. Ada yang mau sharing pendapat? Kira-kira apa yang ingin antunna berikan untuk bangsa ini? Meski sebagai istri dan ibu, kita pun berhak menentukan kemana arah bangsa ini? Jangan sampai kita hanya manggut ketika disodori kebijakan, apalagi kebijakan itu ternyata tidak memihak kaum kita. Sampaikanlah, ukhti. Sampaikanlah.

 

Memang saya sengaja ingin mendengar pendapat antunna. Karena kita tidak bisa bertanya pada laki-laki tentang apa yang perempuan inginkan. Setiap jiwa punya suara yang berbeda. Dan saya yakin perempuan punya sendiri pilihan dan opini untuk ummat. Ya ukhti, sampaikanlah. Sampaikanlah. Just reveal what’s on your mind.

Kaki-kaki yang Berdiri Saat PEMIRA

pc010044Akhirnya saya datang juga ke kampus ketika pemilihan eksekutif berlangsung pada Kamis (4/12) kemarin. Setelah sebelumnya tidak datang selama hampir sepekan. Sehingga ketika itu pun saya tidak merasakan suasana ketegangan kampus menjelang PEMIRA seperti Debat capres BEMU dan panas-dinginnya situasi koalisi antar partai kampus.
Ketika pencoblosan kemarin, kampus cukup ramai, meski nuansa kampus –khususnya sospol- tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Saya punya analisa bahwa mahasiswa pada tahun ini tidak memiliki antusias yang sama terhadap politik kampus. Sehingga animo (dilihat dari nuansa kampanye, berkurangnya peserta PEMIRA, dll) mahasiswa dirasakan menurun.
Yang namanya perpolitikan pasti diselimuti ketegangan-ketegangan yang menimbulkan emosi dan kelakuan-kelakuan yang bersifat provokasi. Seperti itu juga yang terjadi pada politik kampus di UIN Jakarta. Banyak artikel-artikel sesat dan menyesatkan yang bertebaran di tataran mahasiswa khususnya yang berstatus pemilih sejati. Seperti yang saya ungkapkan tadi, artikel-artikel tersebut berisi penudingan dan isu-isu yang sengaja diangkat dan dihubung-hubungkan. Dan yang menjadi objek penderita penudingan isu-isu tersebut tidak hanya satu partai dan satu capres saja, namun hampir seluruh pihak peserta PEMIRA. Dan info, saya berhasil mengumpulkan 4 selebaran (ada yang bilang sebenarnya lebih dari itu) yang berbeda-beda.
Saya sedikit tertawa, ini salah satu hal paling lucu yang saya lihat dan rasakan. Saya jadi berpikir tentang realita dan fakta dari apa-apa yang pernah saya baca. Salah satunya buku karya Dr. Ahmad Naufal yang berjudul PERANG ISU DALAM ISLAM terbitan Pustaka Mantiq. Dalam buku itu dijabarkan perihal mengenai isu, mulai dari definisi hingga faktor-faktor penyebab terjadinya isu. Saya menjadi mencoba menganalisa kejadian yang ada di kampus UIN ini sesuai dengan teori yang ada dalam buku tsb. Dan kesimpulannya, tersebarnya dan terjadinya isu-isu ini sudah memenuhi faktor-faktor yang ada, yakni ada si-penyebar alias provokator dan ada pihak yang siap menerima dan menyebarkan (kebanyakan pihak ini ialah pihak yang menjadi alat). Maka dari itu, saya hanya mencoba bersikap menjadi ‘viewer’ alias pemantau. It’s not only waiting and seeing, but also analyzing.
Dan terlepas dari itu semua, saya hanya berharap PEMIRA di kampus peradaban ini berlangsung lancar dan tertib. Meski ada simpang siur tidak akan berumur panjang sistem Student Government di kampus ini (kalo emang benar begitu selamat datang deh senat! ^_^).