Festival Film Eropa 2011

Yay, Festival Film Eropa atau Europe on Screen (EoS) kembali digelar di Indonesia tahun ini, yakni 28 Oktober – 24 November 2011.

Bertemakan Old and Young, film-film yang diusung dari negara-negara Eropa ini memang bukan hanya menyajikan film-film baru, namun juga film-film terbitan lama. Tema kali ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan budaya Eropa yang dipenuhi sejarah dan tradisi namun tidak luput dari berbagai pembaruan.

Europe on Screen 2011 akan berlangsung di:
Yogyakarta 28-29 Oktober: LIP
Bandung 1-2 November: CCF
Jakarta 4-11 November: Erasmus Huis, GoetheHaus, Istituto Italiano di Cultura, Institut Française Indonesia, Kineforum Jakarta Arts Council
Denpasar 12-13 November: Alliance Française
Banda Aceh 14-18 November: Europe House
Surabaya 19-20 November: CCCL
Semarang 23-24 November: Universitas Diponegoro

Tahun ini EoS juga menghadirkan 9 film pendek Indonesia terbaik melalui EoS Short Film Competition.

Jadi, bagaimana? Mau nonton? Gratis kok tiketnya. Atau mau bareng saya nonton malam ini di CCF? 😀

P.S. Baca juga Festival Film Eropa 2009: California Dreamin’

Mari Menonton Sinema Perancis April – Mei 2011

Alo, tout le monde! Hi, Everyone!

Est ce que vous regardez cinéma français? Ajourd’hui on peut regarder les cinemas en Indonésie (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Balikpapan) depuis Avril – Mai 2011 .

Does everybody watch France Cinema? Now on we can watch some France Cinema in Indonesia (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Balikpapan) on April – May 2011.

Wuih, Capek juga nulis bahasa Perancis. Mikirnya itu lho, lamaa.. hehe. Dan ga tau deh tuh hasil komposisi tulisan Perancis saya bener atau engga secara grammatika. sok-sok-an Perancis siih. :mrgreen:

Iya, jadi teman-teman, sejak 8 April – 1 Mei 2011, Festival Sinema Perancis diputar di beberapa kota di Indonesia. Dan akan ada jadwal tersendiri untuk setiap kotanya sbb:

  • 9-17 April di Jakarta (FX Platinum XXI & Blitz Megaplex Grand Indonesia)
  • 16-17 April di Balikpapan (E-Walk XXI)
  • 23-24 April di Yogyakarta (Empire XXI)
  • 23-24 April di Denpasar (Galeria XXI)
  • 30 April – 1 Mei di Bandung (Empire XXI)
  • 30 April – 1 Mei di Surabaya (Sutos XXI)

Untuk tiket, diberlakukan HTM Rp. 15.000,- hanya di wilayah Jakarta saja. Sementara di luar Jakarta diberlakukan gratis HTM sesuai kursi yang tersedia. So, bagaimana teman blogger? Khususnya yang memang suka nonton film, apakah tertarik menonton? FYI, film-film yang diputar dalam sebuah festival itu bukan sembarang film. Film-film tersebut pastinya sudah melewati sistem seleksi dan sudah bisa dipastikan film-film yang akan diputar termasuk film-film yang masuk dalam kategori bagus. Untuk mengetahui film apa saja yang akan diputar, bisa dilihat di http://bit.ly/cvLcNo.

Nonton ga ya?? Hehe, sementara saya masih bingung mau nonton film yang akan diputar di jadwal dan venue yang mana. Pilihan sementara sih akan jatuh pada film Kerity, La Maison des Contes – Eleanors’s Secret. Tapii mau juga nonton Il Reste du Jambon ? – Bacon on the Side. Gimana dong. :mrgreen: Ya sudahlah, bingung mau nonton yang mana itu urusan saya. Sekarang saya mau lanjut kasih info link-link terkait yang bisa dijadikan referensi jika bloggers berniat menonton. Berikut link-linknya:

Festival Film Eropa: California Dreamin’

intermezo:

selamat hari raya idul adha, semoga kita mampu mengambil hikmah dibalik perayaan ini. dan semoga penegakkan hukum dan rasa berkeadilan, simpati juga empati semakin mengisi relung-relung hati nurani masyarakat Indonesia. sehingga tiada lagi salah vonis atau berat sebelah seperti yang terjadi pada kebanyakan rakyat kecil. masa sih mencuri sebuah semangka karena lapar dan haus (padahal belum jadi dicuri) juga tiga buah kakao harus mendapat hukuman penjara 5 tahun dan 1,5 bulan. sementara pelaku korupsi yang jelas-jelas ketauan belangnya engga kena penjara. hmm…

***

Di November dan Desember 2009 ini ada beberapa Festival Film yang diadakan di beberapa kota di Indonesia seperti Festival Film Eropa (24 Oktober – 22 November), Festival Film Amerika (12 – 18 November), Jakarta International Film Festival (4 – 12 Desember). nah, kemarin alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk ikut serta menonton salah satu film Eropa dalam rangka Festival Film Eropa di CCF (Center Culture Francais) Jakarta. sebenarnya engga sempat, waktunya mepet banget. tapi saya coba sempat-sempatkan dan paksakan diri untuk nonton (niat banget ya) bersama salah seorang teman waktu kuliah, namanya Mika, cewek tomboy yang cinta mati sama Inter Milan dan band My Chemical Romance (MCR) :mrgreen:

Film yang kita tonton ketika itu ialah Film Rumania yang berjudul California Dreamin’ (Nestarshit). film ini berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada tahun 1999 ketika NATO melakukan pem-bom-an pada Yugoslavia. dan ketika itu sebuah kereta yang mengangkut sekelompok kecil tentara asal Amerika melewati sebuah desa Calpanita yang ada di Rumania. kereta tersebut ingin menuju Kosovo, namun diberhentikan di stasiun di desa tersebut oleh sang kepala stasiun, Doiaru. Doiaru memiliki kebiasaan korup dan mencuri besi-besi kereta api yang melewati stasiunnya. kebetulan kereta yang tengah ditahan itu kehilangan surat izin jalan-nya, jadilah kereta dan para penumpangnya ikut tertahan beberapa hari.

sementara itu sang walikota senang melihat adanya kereta yang ditumpangi orang Amerika tertahan. ia berpikir ini adalah kesempatan baik untuk menyambut para tentara Amerika itu dengan luar biasa. jadilah selama beberapa hari kota kecil tersebut selalu mengadakan pesta untuk tamu-tamu mereka yang tertahan. padahal sebenarnya, komandan tentara sangat gelisah dengan penahanan mereka dan ingin segera urusan kereta selesai dan bisa langsung menuju ke Kosovo, tempat tugas mereka.

dibalik masalah serius yang ditampilkan, adegan komedi pun bermunculan dalam film ini, dan kebanyakan penuh sindiran. salah satunya penggambaran pengurusan surat jalan yang hilang hingga ke pemerintah Rumania. ternyata laporan-laporan kehilangan surat tersebut tak pernah sampai dikarenakan kantor salah satu menteri selalu kosong dan jelas ada putusnya komunikasi disini. kemudian penggambaran masyarakat kota tersebut yang beragam, mulai dari yang sangat meng-agung-agung-kan Amerika sebagai negara paling hebat (seperti sang walikota) hingga yang sangat membenci Amerika dan memanfaatkan keberadaan sementara tentara Amerika itu dengan menggelar tuntutan kemiskinan mereka.

film ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk nonton ketika festival. tapi sayangnya, tidak ada sensor untuk film ini sehingga adegan-adegan yang cukup vulgar mendapat posisi aman disini. maklum kali ya kalo film-film festival biasanya gak masuk badan sensor terlebih dahulu.

trims sebelumnya (sekali lagi) untuk Mika, sudah mau diajak nonton dan pulang malem-malem. jalan dari Harmoni sampe Monas jam 11 malem  (soalnya bis dan angkot udah gak lewat jam segitu, jadinya terpaksa jalan. sepi dan serem bangedt tau di sepanjang Jl. Merdeka :(), hingga ketemu supir taxi baik hati yang mau nganterin sampe Ciputat. jangan kapok ya Mika, kapan-kapan kita nonton film festival lagi, tapi dengan catatan JANGAN AMBIL JADWAL FILM MALAM HARI kalo engga mau pulang kemaleman. :mrgreen: