Kopdar Kemarin Sore | Menjelang Terbang ke Korea

Hey, aku posting lagi. Senangnya. Walaupun the last couple postingan ini isinya hanya seputar kopdaran, tak apalah ya, pemanasan untuk ngeblog lagi, khususnya resensi film & novel. :mrgreen:

Jadi kemarin sore, setelah hujan lebat melanda kawasan Sudirman, saya akhirnya menerima sms yang ditunggu-tunggu. Dari siapa kah itu? Ya, pastilah para warga blogger tahu pasti siapa blogger cantik yang akan terbang ke Korea secara cuma-cuma dari KTO (Korean Tourism Organization). Ya siapa? Oke-oke semuanya benar. Saya memang menerima sms dari Bibi Titi Teliti untuk bertemu sebentar sebelum ia berangkat ke Soekarno Hatta.

Kantor KTO memang satu gedung dengan kantor saya, hanya saja beda lantai dengan jalur lift yang berbeda yang sempat bikin Bibi senewen. Hehe, coba Bibi tau aku kerja di kantor itu ya sejak awal, jadinya ga perlu sempet kesasar gara-gara kebawa lift menuju lantai yang salah. hihi.

Saya dan Bibi Titi hanya sebentar mengobrol, namun cukup lah. Bibi seru lho orangnya. Manis pula senyumnya. hehe. Kapan-kapan jadi pengen kumpul-kumpul lagi sama Bibi. :mrgreen:

Hati-hati ya Bi di Korea. Ceritain pengalamannya yang banyak. hehe.

Kopdar Semalam di Soto Ceker Pak Gendut

Halo, akhirnya aku posting lagi. Yay!

Jadi ceritanya begini. Bermula dari ranah si burung berkicau. Membuat rencana juga janji. Hingga terasa tiba hari.

Suatu malam di hari Jumat. Saya dan para blogger yang disebut diatas yang ternyata tinggal bertetangga (beda-beda angkot dikit lahh, hihi) kumpul di warungnya pak Ndut dan menikmati Soto Ceker yang cuma kulit dan tulang ditambah teh manis dan air jeruk hangat. huaa.. mantapp 😀

Malam kian beranjak. Kami mulai menyantap hidangan masing-masing sambi saling bercerita dan saling mendengarkan tentunya. Menyenangkan. Para blogger yang saya sebut kami tadi adalah; Teh Orin, Agung Rangga, dan Kak Putri serta saya sendiri. 😉

Agung Rangga bercerita

Agung Rangga bercerita

Banyak kabar yang kami ceritakan dan dengarkan. Dimulai dari cerita lulusnya Agung Rangga, mendengarkan bagaimana si adik termuda ini merasakan masa lepasnya dari seragam putih-abu dan juga menjelang ia menjejaki masa-masa kuliah S1 di Bandung nanti. Kemudian cerita sana-sini. Oh iya, ada suaminya teh Orin juga sebelumnya. Tapi ia pulang duluan, katanya mau mencuci baju, eh gak tau deng hehe.

Berlanjut lagi pada cerita soal keadaan Indonesia dan bangsanya. Kami sedikit idealis ketika itu. Yah memang, dalam keadaan begini pun kami masih punya isi otak yang brilian dan idealis untuk bangsa kami karena kami adalah bagian darinya. Saya tidak perlu menceritakan cerita apa itu yang idealis karena saya lupa saking banyaknya hehehehe. :mrgreen:

Lanjut lagi pada cerita teh Orin soal smart trip yang pernah diikutinya dan yang kemungkinan akan diikutinya lagi, seperti aksi membersihkan sampah di Kep. Seribu misalnya, ya teh ya. hehe.

Serunya Kak Putri dan Teh Orin

Serunya Kak Putri dan Teh Orin

Juga ada ceritanya kak putri soal pengalamannya tentang kuliah pascasarjana dan hambatan-hambatan tesisnya. Wah, disini ini kita mendapat wejangan yang luar biasa dari kak Putri. Juga tips-tips mencontek yang baik, ups. :mrgreen: Waah pokone mah seru pisan semalam di Cianjur tuh. #lho

Sebelum Pulang

Sebelum Pulang

Tak terasa warung Pak Ndut mau tutup. Buru-buru Teh Orin ke kasir dan membayar semua makanan kami. Wow, ternyata kami ditraktir Teh Orin hihiy. Saya ini beruntung memiliki teman-teman blogger yang baik. Naik angkot menuju warung pak ndut dibayarin kak Putri, makan ditraktir Teh Orin dan pulang ke rumah nebeng sama si adek kita, Agung Rangga. Hehe..

Di pagi harinya pun saya menulis blog ini dan mengucapkan sepatah kalimat di ranah burung berkicau. 😉

 

Budi Petot

Bagi para warga Commuter Line alias roker Bogor, sebagian besar pasti pernah satu kereta dengan announcer Budi Petot atau lebih sering dikenal dengan sebutan si Good Lucks. Memang sih saya baru beberapa kali saja satu kereta dengan pak Budi Petot ini tapi justru selalu terkenang dengan keunikan si bapak saat membawakan pengumuman dalam kereta. Sehingga tak jarang saya suka tertawa geli mendengar gaya bicara pak Budi ini. Lalu bagaimana gaya bicara pak Budi ketika mengumumkan informasi dalam kereta. Kurang lebih begini:

Ya, sesaat lagi kita akan sampai di Setasiun Sudirman. Bagi anda yang akan turun harap mempersiapkan diri. Jangan lupakan barang bawaan anda, dompet anda, payung anda, tas anda, kresek anda, koran anda. Bagi yang berdiri dekat pintu, tolong persilahkan mereka yang mau turun terlebih dahulu.
[jeda sebentar]
Tolong ya mbak Ida, Bunda Rika, tolong.. geser-geser dulu. Itu kantong plastik item jangan lupa dibawa. Ya, begitu. Terima kasih mbak Ida, terima kasih Bunda Rika.
[jeda sebentar]
Dan kami harapkan perhatian anda agar membeli tiket sebelum menumpang kereta. Be Karepul and Gud Laks! Salam, Budi Petot.

Ya kurang lebih begitu gaya pak Budi ketika memberikan pengumuman dalam kereta. Kadang kala ia berinofasi dan merubah sedikit gaya pengumumannya. Seperti tadi pagi dengan gaya penyiar radio, ia memberikan backsound lagu sunda di sela-sela pengumumannya. Oke deh pak Budi, Gud laks juga ya. :mrgreen:

Long Time I’ve been Out of Cast

Sudah lama tak menyentuh blog ini, bahkan untuk sekedar melihat homepage pun saya tak merasa tersempatkan diri. Sudah ada beberapa teman yang menyapa seolah rindu. Ah, saya pun memang rindu dengan blog saya yang usianya sudah hampir 5 tahun ini. Rindu juga dengan teman-teman blogger. Namun apa daya, selalu ada sindrom pasca melahirkan tasyakuran. Sindrom itu layaknya Postpartum Depression, namun sepertinya jauh lebih ringan. Terima kasih untuk Al-Kadri, Mamah Cal-Vin, teh Orin dan Bunda Monda yang telah menyapa dan mengingatkan untuk segera menulis dan menulis. Mohon maaf teman-teman, mohon maaf juga untuk diri sendiri, saya masih berkutat dengan mood yang sekarang ini menjadi halangan terbesar (selain sedikit sibuk dengan kerjaan). Mohon maaf untuk teman-teman karena saya belum bisa blogwalking (padahal kangen berat). hikz…

Love you all, palls!

P.S: Soal Solitaire dan diri sendiri, kebetulan! Akhir-akhir ini saya sering bermain solitaire. Sering sekali jika ada waktu luang dalam kerjaan. Sepertinya pas banget yah, lagi moody dengan blog, eh malah main solitaire. Pas sekali menggambarkan ‘kesendirian’ saya dengan hiatus saya yang belum jelas ujungnya. 😀