Bukan Kontes Biasa: TASBIH 1433 H

Selamat Tahun Baru Hijriyah para narablog, 1 Muharram 1433 H. Semoga kita dapat melanjutkan hidup ini dengan perilaku yang lebih baik. 🙂

Pada kesempatan kali ini, alhamdulillah, saya memiliki kesempatan untuk bagi-bagi buku lagi. Tidak banyak jumlahnya, hanya 10 buku saja. Buku yang akan saya bagikan adalah buku: Inspirasi Menulis. Buku tersebut berisikan tulisan-tulisan teman-teman pemenang lomba Inspirasi Menulis yang salah dua diantaranya adalah Adek Fi dan Bangau Putih yang baru ultah 21 nov kemarin (yang dalam buku ini menceritakan soal Pakde Cholik sebagai inspirasi beliau untuk ngeblog. luar biasa). 😉

Berikut cover buku tsb:

Lalu, bagaimana untuk mendapatkan buku tsb? Mudah saja:

  1. Buat sebuah posting berupa gambar atau foto (kalau bisa di-capture sendiri) dengan tema INSPIRASI. Masing-masing peserta hanya memposting satu gambar dan satu postingan saja yaa 😉
  2. Berikan penjelasan singkat dibawah gambar tersebut mengenai gambar yang diposting. Mengapa gambar tersebut (menurut anda) menjadi gambar yang menginspirasi.
  3. Judul Postingan harus sama yakni Dhila13 Photo Challenge: Inspirasi
  4. Tag pada postingan harus sama yakni: Dhila13 Photo Challenge Inspirasi
  5. Di akhir tulisan antumkan kalimat sbb: Tulisan ini disertakan pada Bukan Kontes Biasa: TASBIH 1433 H di Blog Dhila13. Pada kalimat yang digarisbawahi harus diberikan link hidup pada postingan ini dan pada link blog saya ya. Tujuannya agar memudahkan saya melacak siapa saja yang menjadi peserta TASBIH 1433 H.
  6. Setelah proses selesai, daftarkan postingan teman-teman dengan mencantumkan nama, judul postingan dan link-nya ke kolom komentar dibawah. 🙂

Untuk contoh postingan bisa dilihat di Weekly Photo Challenge atau Dhila13 Photo Challenge.

TASBIH 1433 H akan dilaksanakan sejak 28 November – 13 Desember 2011(pukul 16:00 WIB). Berakhirnya postingan ini ditandai dengan ditutupnya kolom komentar. Dan pengumuman 10 peserta yang terpilih mendapatkan sebuah buku Inspirasi Menulis akan dilakukan pada 18 Desember 2011. 😉

Iklan

Tentang TimNas Indonesia dan Cinta Saya Kepadanya :)

Indonesia
syal Indonesia yang bertengger di dual screen saya di desk di kantor.

 

Tulisan ini saya tulis berdasarkan momen AFF yang luar biasa dan tentang luar biasanya TimNas Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia yang luar biasa cinta kepadanya. Jangan bete ya, karena saya akan menyisipkan sedikit kisah saya tentang bagaimana saya jatuh cinta kepada bola dan TimNas Indonesia.

Sebelum 1998:

Tiap sore saya selalu gabung nonton Liga Indonesia bersama kakek. Ketika itu saya belum suka dan tidak mengerti bola sama sekali, tetapi lucunya selalu sok ngerti dan sok tahu.

1998:

Euforia World Cup menggema di hati setiap orang, termasuk saya yang masih kelas 6 SD. Ketika itu saya yang masih berlangganan majalah BOBO, menemukan sebuah cerpen yang sangat bagus dan sangat motivatif  di salah satu edisinya. Isi cerpennya menceritakan tentang kemenangan TimNas Indonesia melawan Italia di Final Piala Dunia dengan skor 5-0!!! Saya tahu itu hal yang kurang bisa dicerna secara logika mengingat TimNas Indonesia masih terus merangkak maju dan masih kalah secara kualitas dengan tim-tim Eropa. Namun tetap saja, saya merasakan haru dan bangga meski itu hanyalah khayalan. Ah tapi tidak, tidak akan menjadi khayalan terus menerus. Saya yakin Indonesia akan sejajar kualitasnya dengan mereka yang di Eropa. Semangat!! *Sayangnya majalah BOBO yang berisi cerpen itu sudah entah kemana sekarang. sampai sekarang saya masih suka dan teringat dengan euforia Indonesia dalam cerpen itu lho! 😉

Pasca 1998:

Kecintaan saya terhadap bola turun naik. Saya sempat mengikuti Lega Calcio selama beberapa musim, namun kini terhenti dan hanya mengikuti perkembangan pertandingan dalam kejuaraan-kejuaraan internasional saja. Saya juga sempat memiliki pemain favorit seperti Alessandro Nesta (Mantan Bek TimNas Italia), Oliver Khan (Mantan Kiper Jerman) dan Zinedine Zidane (Mantan Penyerang Perancis). Pada masa itu saya pesimis dengan Liga Indonesia. Saya mencelanya habis-habisan. Saya menghina manajemennya dan negara ini yang kurang perhatian terhadap nasib Sepak Bola di Indonesia. Intinya saya bukanlah supporter Indonesia yang baik ketika itu.

2010:

Tiba-tiba optimisme terhadap Indonesia pun membumbung tinggi seiring kemajuan permainan TimNas kita di Kejuaraan Piala AFF. Rasa nasionalisme dan persaudaraan begitu kuat saya rasakan. Saya bagai orang yang tengah jatuh cinta saja jika membicarakan TimNas dan sepak terjangnya. Sungguh indah rasanya. Namun tiba-tiba optimisme atas kemenangan Indonesia untuk menjadi juara di AFF buyar sudah mengingat fakta TimNas kita yang hanya mengumpulkan agregat 2-4 atas Malaysia. Tapi tidak, itu bukan berarti kehancuran kita kawan-kawan! Bukan! Justru itu adalah lecutan-lecutan untuk kita agar semakin maju dan semakin kuat. Dan atas dasar ini kesetiakawanan dan dukungan dari Rakyat Indonesia dari Merauke hingga Sabang pun terasa indah dan erat. Itulah kemenangan kita sebenarnya. Bukan soal angka, bukan pula soal uang dan juara apalagi prestise. Tetapi ini soal kemenangan atas hati rakyat Indonesia dan dunia yang mengakui ketangguhan TimNas Sepak Bola Indonesia! : )

Setiap kejadian entah menang atau kalah pasti memiliki hikmah. Dan saya mencoba menyimpulkan hikmah dari apa-apa yang saya pikirkan diatas tadi:

  1. Dengan adanya ini, semua orang termasuk yang tidak suka bola, yang sering menghina dina kualitas persepakbolaan Indonesia (termasuk saya), semua orang yang menjadi politikus dan pejabat negara bahkan koruptor, menjadi aware atas tangguhnya TimNas Indonesia. Persepakbolaan Indonesia harusnya didukung, bukan dicaci terus-terusan.
  2. Dengan belum diberi kesempatannya Indonesia menjadi juara di AFF, berarti menutup kesempatan para politikus yang ingin mencari untung dari menangnya TimNas Indonesia. Sebelumnya pada saat semifinal kita pun tahu ada salah seorang politikus, pengusaha dan pejabat negara yang mengundang TimNas untuk makan bersama di rumahnya dan memberikan berhektar-hektar tanah sebagai base-camp baru. Bukankah itu salah satu strategi cari muka namanya?
  3. Dengan belum diberi kesempatannya Indonesia menjadi juara kembali di AFF, berarti terbukanya kesempatan dari Allah untuk kita semua agar selalu merenung dan intropeksi. Jangan sampai lagi kita ‘ujub atau berbangga diri berlebih-lebihan. Sepertinya ada beberapa dari kita yang mengganggap enteng Malaysia. Padahal bola itu bundar seperti nasib yang berputar. Dan seperti itu pula masa depan yang belum kita bisa prediksi. Akhirnya Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan memberikan kemenangan pada Malaysia dan membuat Indonesia bersabar untuk berlatih berbesar hati.

After all, teman-teman, bloggers, untuk menjadi pemenang sejati, kita tidak butuh angka dan piala apalagi uang, namun kita butuh kebesaran hati untuk aktualisasi dan orang-orang yang selalu memberi dukungan terhadap kita. Tetap semangat Indonesia. Tetap menjadi bangsa yang besar dan wibawa! Love Indonesia!

Salam Dari Pak Tauhid: Pengumuman TASBIH 1432 H

Cap-Cip-Cup

Hi Bloggers, Udah tanggal 14 Desember 2010 nih ya. Wah saatnya pengumuman siapa yang akan mendapatkan buku Allah, Pulsa dan Komik Jepang karya Pak Tauhid Nur Azhar. Gimana rasanya? Deg-deg-an? :mrgreen: Sebelumnya mau menyampaikan salam dari pak Tauhid ke semua teman bloggers. Seharusnya di buku tersebut terdapat bubuhan tanda tangan pak Tauhid. Hanya saja mungkin beliau sedang banyak kesibukan jadi belum bisa memberikan tanda tangan sendiri untuk cinderamata ini. Tapi mungkin karena saya juga yang lupa menghubungi beliau lagi dan lagi.

Oke, langsung saja saya umumkan ya siapa yang akan mendapatkan cinderamata TASBIH 1432 H. 8 Orang yang beruntung itu adalah (pak Tarno voice: tolong dibantu yaa.. sim salabim jadi apa. prok-prok-prok!) :

  1. yoriyuliandra
  2. alpha
  3. sky
  4. dini
  5. mandor tempe
  6. bundadontworry
  7. ayu
  8. alamendah

Oke, kepada para pemenang selamat yaa.. untuk konfirmasi serta alamat mohon dikirim ke fadhilmu87[at]gmail.com. Terima kasih 😉

Bagi-Bagi Buku: TASBIH 1432 H

Allah, Pulsa dan Komik Jepang (ciceropublishing.com)

Hi Bloggers, alhamdulillah akhirnya saya bisa menyelenggarakan Tasyakuran Berbagi Kasih (TASBIH) lagi di blog tercinta ini. Setelah satu tahun lewat diselenggarakan TASBIH 1431 H (episode rumah pohon), sekarang akan diselenggarakan TASBIH 1432 H. Seperti biasa dalam syukuran kali ini saya pun akan bagi-bagi buku. Buku yang akan saya bagikan adalah bukunya pak Tauhid Nur Azhar yang berjudul, Allah, Pulsa dan Komik Jepang. Ada yang udah punya? Kalau belum yuk ikutan tasyakurannya disini.

Buku yang akan saya bagikan jumlahnya terbatas, hanya 8 buah saja. Maka seperti TASBIH sebelumnya saya pun akan memberi pertanyaan ‘gak penting’ sebagai syarat untuk ikut serta dalam TASBIH 1432 H ini. Pertanyaannya adalah:

“Menurut teman-teman, enaknya jadi blogger itu apa sih?”

Nah itu dia pertanyaannya. Untuk jawaban / pendapat silakan diisi di kolom komentar postingan ini ya. Jawabannya terserah teman-teman mau seperti apa. Disini tidak akan ada jawaban benar atau salah. Sehingga untuk pemilihan siapa yang akan mendapat buku nanti pun memakai ‘asas suka-suka’ sebagai alat ujinya. Jadi, saya akan memilih jawaban yang bagus menurut saya sendiri. Tak apa ya? Fair ya kalau saya beritahu sejak awal ini. :mrgreen:

TASBIH 1432 H ini akan berlangsung selama seminggu, 7 -13 Desember 2010 (1 -7 Muharram 1432 H). Dan untuk yang terpilih akan diumumkan tanggal 14 Desember 2010. Oke friends, sekarang silakan mulai isi pendapat (jawaban) -nya di kolom komentar. Semangat! 🙂

Bukan Sekedar Mimpi

Blog Competition BannerMendapat kesempatan belajar di Inggris, pastinya ialah merupakan suatu anugrah yang luar biasa. Akan banyak hal baru yang bisa didapat sebagai seorang Asia khususnya warga Negara Indonesia yang masih termasuk golongan dunia ketiga. Tidak ada motivasi khusus kecuali ingin melihat dan mempelajari budaya Inggris yang juga merupakan salah satu Negara paling berjaya di Eropa.

Impian merasakan bagaimana pijakan tanah di Inggris sudah terbersit dalam benak semenjak SMP. Ketika itu, ya seperti kebanyakan remaja lainnya, saya sangat mengidolakan West Life, sebuah boy band asal Irlandia. Ya memang, band tsb berasal dari Irlandia. Tapi tetap saja membuat saya menjadi tahu tentang Inggris. Dan saya berhasil memimpikannya, membayangkannya. Seperti apa Negara yang sekarang tengah dipimpin oleh seorang wanita kuat yang disebut sebagai Ratu itu. seperti apa Istana Buckingham yang menjadi bahan omongan orang-orang kecil disini. Seperti apa besarnya jam Big Ben. Seperti apa stasiun yang menjadi tempat syuting film Harry Potter dengan peron ¾-nya yang terkenal. Seperti apa dan seperti apa?

Apalagi ketika saat itu pula (SMP) saya mulai belajar nonton bola dan mulai menyukai beberapa liga seperti Lega Calcio Seri A dan Permier League. Meski fanatisme terhadap bola tidak bertahan hingga sekarang (kecuali saat World Cup tiba) tapi cukup membuat saya tergoda untuk tahu lebih banyak soal tanah Eropa. Yang saya ingin lihat ialah bagaimana suasana menonton bola langsung di stadionnya. Bagaimana tampang stadion Old Trafford dengan kemeriahan para supporter dan apiknya tendangan-tendangan cantik para pemainnya. Ah, jadi teringat film Green Street Hooligans yang diperankan Elijah Wood.

Dan sekarang mimpi ingin pergi kesana semakin menjadi. Apalagi sejak ‘dipanas-panasin’ oleh salah seorang pegawai yang bekerja di DAAD Jakarta. Ditambah seorang teman volunteer di kantor ialah lulusan master Petroleum Legal dari Dundee University di Scotland, England. Jadi semakin penasaran-lah saya dengan Inggris. Saya selalu menggali informasi dari teman saya itu tentang bagaimana Inggris dan orang-orangnya.

Ya, sekarang mungkin masih mimpi, tapi suatu saat, pasti bisa menjadi nyata. Tanah Inggris ialah tanah yang diciptakan Allah juga. Tanah Orang Islam juga. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah memang berkehendak. Sehingga setiap saat pergi, saya selalu membawa mimpi itu sebisa mungkin. Ketika saya berada di terminal Blok M, saya membayangkan sedang berada di Subway di London (London Tube).

Dan ketika saya berjalan-jalan dengan Trans Jakarta (Busway) saya membayangkan berada di pusat kota London dengan segala hiruk pikuknya. Ketika saya membawa tas yang berat dengan buku-buku saya pun membayangkan saya tengah menempuh perjalanan menuju universitas negeri tempat menuntut Ilmu di London sana. Hingga ketika saya memasuki masjid, saya membayangkan saya tengah berada di tengah-tengah London Central Mosque and The Islamic Cultural Center dan siap berbaur dengan para muslim dari berbagai dunia yang tengah berada di London. Hmm, sungguh menyenangkan jika mimpi tidak hanya dijadikan mimpi semata, namun dibayangkan dan akhirnya menjadi nyata.

Dan akan bertambah bahagia lagi, jika suami saya nanti ialah laki-laki muslim Indonesia yang sangat suka petualang dan haus ilmu pengetahuan dan wawasan. Mungkin ia seorang ahli Geologi yang memimpikan bertemu dengan founding father Geologi dunia seperti James Hutton atau William Smith (bukan Will Smith ya :mrgreen:). Sehingga ia rela dan mau berkunjung (saya kudu diajak pastinya kalo dia jalan-jalan. :mrgreen:) ke negara asal kedua ilmuwan tersebut yakni: INGGRIS. Menyenangkan berbagi ilmu pengetahuan dengan orang yang juga suka dengan ilmu dan wawasan dan ambisius dengan mimpi-mimpi. Hehe, kok jadi ngomongin ini. tak apa, mimpi itu memang harus ditulis. Ya toh?