Menjaga Hutan Latoma, Menjaga Sungai Konawe-Eha

Ini adalah postingan terakhir saya dengan kategori Oleh-Oleh dari Latoma.  Coba bloggers amati gambar diatas. Gambar tersebut adalah secuil kawasan hutan yang mulai gundul dan mengering di kawasan Latoma, Sulawesi Tenggara. Gambar tersebut saya ambil dari dalam mobil ketika kami sedang melakukan perjalanan menuju Desa Nesowi, pedesaan paling ujung di Kecamatan Latoma.

Dengan melihat kondisi yang begitu, saya jadi berpikir, teman-teman. Ini khususnya untuk kita yang tinggal di perkotaan dan tinggal cukup jauh dari hutan sehingga tidak dapat melihat langsung kondisi hutan. Teman, pernahkah kita berpikir apa yang sedang terjadi dengan hutan kita? Ah, kalau bloggers adalah salah satu dari kelompok pecinta alam seperti mas alamendah, saya sih tidak akan pernah meragukannya. Pasti teman akan sering memikirkan kondisi bumi yang semakin mengkhawatirkan ini. Tapi pertanyaan ini saya peruntukkan untuk teman-teman yang barangkali sering absen berpikir tentang hutan.

Jadi, bloggers, jika kita berpikir sedikit tentang apa yang terjadi di hutan kita, pasti kita ingin tahu apa yang memang benar terjadi disana. Penebangan kayu ilegal? Pengrusakan? Perburuan satwa liar? Pembukaan ladang dengan teknik yang kurang tepat? Ditambah tidak ada reboisasi untuk menghijaukan kembali hutan. Maka bloggers, hey kalian bloggers, yang mengaku anak gaul kota metropolitan. Bukannya anak gaul itu harus peduli dengan lingkungan? Maka setidaknya meski kita tidak bisa menjaga hutan secara langsung, kita masih bisa melakukan hal-hal yang bijak yang terkait dengan lingkungan. Contohnya adalah berkampanye tentang penghijauan hutan atau penggunaan air dengan hemat. Gimana?:mrgreen:

Lanjut ke hutan Latoma. Selain hutan-hutan, saya pun juga melewati sungai cantik yang membelah kawasan Latoma. Berikut gambarnya.

Kami sempat berhenti sebentar hanya untuk mengambil gambarnya. Bahkan saya pun sempat difoto dengan latar belakang sungai konawe ini. Ah, seketika itu saya sempat berdecak kagum; “Alangkah indahnya ciptaan Tuhan. Benar-benar indah! :)”.

Teman, sungai Konawe inilah yang harus dijaga untuk kelangsungan hidup sebagian besar masyarakat Latoma dan Konawe. Dan tentu juga keberlangsungan hidup bangsa Indonesia juga. Dan untuk menjaga sungai Konawe ini, berarti kita juga harus menjaga keberlangsungan hidup hutannya. Jika hutannya mulai gundul, lantas siapa yang nanti akan menjadi bank air kehidupan masa depan? Lantas siapa yang akan menyuplai air ke sungai-sungai? Maka secara otomatis, sungai pun akan kering dan perlahan-lahan kehidupan di sekitarnya akan mati.

Begitulah teman. Saya harap kita semua baik dari lapisan paling atas dengan kehidupan paling mewah, lapisan sedang dengan kehidupan yang berkecukupan dan lapisan bawah dengan kehidupan yang apa adanya, dapat ikut membantu menjaga keindahan hutan dan sungai dengan cara yang indah pula. Tetap semangat teman-teman! Go Green!😉

27 thoughts on “Menjaga Hutan Latoma, Menjaga Sungai Konawe-Eha

  1. aduh miris ya, banyak yang udah gundul emang ya. bukan cuman hutan daerah sulawesi aja kayaknya, kalimantan dan lainnya pun sama. banyak penebangan liar ya.

    saya sebisa mungkin harus jaga keasrian lingkungan dan hutan-hutan yang ada. insyaAllah saya dalam menggunakan air juga hemat gak boros, amin..

  2. Manusia yang ditugasi sebagai khalifah di bumi ciptaan Allah memang suka berbuat dzolim dan bertetantangan dengan tugasnya. Motifnya adalah uang, uang dan uang.
    Jika hutan rusak dan gundul maka banjir akan mudah datang. Lalu menangislah kita semua manakala akibat banjir itu menyengsarakan masyarakat yang tak berdosa.

    Aparat terkait juga kadang terlalu lemah dalam menghadapi para perusak hutan.

    Salam hangat dari Surabaya

  3. Cantik bgt ya Dhil sungainya, jd pengen berenang. DI deket rumah ortu di kampuang sana, ada 3 sungai kecil seperti konawe ini juga, dulu tempat kami bermain (baca : mandi), tapi sekarang sudah sangat kotooooor, karena limbah industri kecil😦

  4. kalau mereka yang bagian merusak-rusak sebenarnya sedang mengubur dirinya sendiri. Beruntunglah bagi para pencinta alam yang mempertahankan umur bumi dari kehancuran.

  5. keadaannya hampir sama dengan keadaan hutan di Kaltim mba dhilaa…
    miris jika kita melihatnya, apalagi daerah di sekitar Samarinda, ketika hutan habis dibabat untuk kepentingan tambang…
    harusnya diperketat lagi izin pertambangan, apalagi jika bersinggungan dengan Kawasan Hutan Lindung dan Cagar alam…
    tapi selama ini, pengawasannya masih lemah… sayang yah….

  6. duh Dhila, kita paling hanya bisa ikut prihatin saja, karena kita tdk punya sedikitpun kekuasaan utk membuat kebijakan seputar kekayaan alam negeri ini.
    paling tidak, kita hanya bisa memulai dr hal kecil saja dilingkungan rumah sendiri dgn memulai menanam pohon , tdk membuang sampah sembarangan, meminimalisir pembuangan sampah dgn sembarangan , membuat biopori, dan penghematan air.
    salam

  7. Menyempatkan diri berkunjung ke sini.🙂
    Gambar pertama sudah jelas; pasti akan membuat miris semua orang. Kecuali bila mata telah tertutupi lembaran uang.
    Gambar kedua, saya yakin, beberapa tahun silam Sungai Konawe itu pasti berkali lipat lebih indah dibandingkan yang berhasil di foto Mbak Dilla. Dan tanpa kepedulian kita bukan tidak mustahil, makin hari pesona Sungai Konawe itu akan semakin pudar.

    • Betul, tanpa kepedulian kita alam ini akan semakin hancur dan tidak seindah yang pernah kita lihat sebelumnya.

      seperti di kampung saya, setiap pagi hari saya merindukan kicauan burung yang melompat dari pohon kepohon, namun sekarang tidak saya dengar lagi. Entahlah, melarang anak-anak memburu malah di ketepel

      salam buat mbak dhila, lama tidak berkunjung nich

  8. mestinya dicontoh tindakan masyarakat di Brebes, (artikelnya Mabruri Sirampog) debit mata air Kaligiri meningkat karena penghijauan

    kita yang jauh dari hutan bisa ikut berperan menanam pohon, kurangi penyemenan tanah

    selamat udah terbit di viva news ya Dhila

  9. Untuk foto di atas; Kayaknya itu hutan habis terbakar, ya? Atau sengaja dibakar? Untuk foto di bawah; Wiiih, airnya biru. Jadi pengen nyemplung. Hehehe… Mudah-mudahan tidak akan mengering sungainya. Dan langitnya akan tetap bersih tanpa polusi.🙂 Salam kenal…..

  10. Mengambil kayu dari hutan itu boleh dilakukan, karena bagaimanapun manusia (setidaknya, dalam waktu dekat ini) tak akan bisa lepas dari kebutuhan mereka akan kayu. Namun ya, pemanfaatan hutan juga harus dikelola dengan baik. Jangan sampai yang memanen hutan adalah orang-orang yang cuma ngejar uang saja, tidak memedulikan masalah konservasi, manajemen, dan lain-lainnya akan hutan.

    Kalau bloggers sih,, menurut saya, salah satu cara terbaik bagi kita untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup, ya dengan menulis lebih banyak lagi artikel tentang pentingnya melestarikan lingkungan. Satu minggu minimal satu artikel, publikasi ke teman-teman di FB, Twitter, ajak mereka untuk bergabung, buat gerakan, dst. Kekuatan tulisan, sampai sekarang, termasuk salah satu kekuatan terbesar di dunia, khan:mrgreen:

    PS: saya ingin berenang di sungai itu^😀

  11. Assalaamu’alaikum wr.wb, nanda Dhila yang baik…

    Hadir untuk menyapa bagi terakhir kalinya sebelum mengundur diri dari keindahan persahabatan di maya. Bunda sangat menghargai segala sapaan dan silaturahmi selama kita bersama.

    Kita hanya bertemu lewat catatan di poskad kenangan. Hanya memandang kaburan wajah di potret khayalan. Hanya mengetik huruf-huruf di tinta minda. Maafkan bunda lahir dan batin jika…. pada tutur kata yang sesekali mencalar hati dalam penulisan dan pendapat diberi.

    Semoga Allah selalu memberkati persahabatan yang terjalin baik ini. Sebuah KENANGAN TERINDAH akan menyusul dalam diari kehidupan kita sebagai satu ikatan yang tidak bisa terlerai, andainya pertemuan itu bukan lagi milik kita. Doakan bunda dalam kehidupan ini di dunia dan akhirat. Aamiin.

    Salam mesra penuh ukhuwwah berpanjangan hingga ke akhirat dari bunda Siti Fatimah Ahmad, Sarikei, Sarawak.

  12. Ping balik: Pulang dari Kendari Langsung Kopdar dan Ngenyeker di Pak Gendut Terus Dapat Hadiah :D | thePOWER ofWORDS

  13. Aku pernah lihat secara langsung hutan kalimantan yg sudah dikeruk tanahnya.. miris dil.. yg paling menyebalkan adalah perusahaan sawit.. padahal tanah sehabis menanam sawit itu gak akan subur lagi dalam beberapa puluh tahun.. hmmm…

  14. Terimakasih informasinya
    betapa pentingnya penghijauan itu, bukan hanya untuk kelangsungan hidup manusia itu sendiri tapi juga untuk makhluk hidup lainnya seperti hewan dan tumbuh2an

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s