Bidan Masna di Latoma Jaya

Ini cerita pertama yang pernah saya janjikan di tulisan sebelumnya, Bloggers.😉

Demi memotret mobil kami melewati salah satu jembatan kayu seadanya, saya pun turun. Beginilah salah satu rintangan ringan menuju Latoma,

Desa Latoma Jaya adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Latoma yang letaknya cukup jauh dari ibu kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Butuh waktu lebih dari 4 jam untuk mencapai desa tersebut dengan menggunakan mobil. Mobilnya pun harus mobil yang kuat untuk medan yang terjal. ya kira-kira mobil sejenis Toyota Hi-Lux yang tepat untuk menuju Latoma. Dengan motor pun bisa, namun para biker memang diharuskan tahan dengan kondisi medan yang luar biasa terjal dan perjalanan yang panjang.

Saya bersama tim sejak pagi sudah menuju Latoma. Agenda kami yang pertama adalah mengunjungi desa paling ujung yang ada di kecamatan Latoma, yakni desa Nesowi. Setelah itu kami mengunjungi desa-desa yang ada dibawahnya (yang sebelumnya sudah kami lewati terlebih dahulu). Ketika hari sudah sore dan kami baru saja selesai mengunjungi rumah kepala desa Latoma Jaya, tiba-tiba Toyota Hi-Lux kami diberhentikan orang asing. Laki-laki yang tidak kami kenal itu memintakan tumpangan untuk temannya yang seorang perempuan. FYI bloggers, seperti yang saya bilang tadi, untuk menuju kecamatan Latoma yang berada di daratan tinggi bukit-bukit itu, sangat jauh dan terjal sehingga tidak mudah. Maka bagi masyarakat yang ingin ke kota namun tidak ada kendaraan, bisa menumpang mobil-mobil semi truk yang lewat dengan membayar 25-30 ribu per orang.

Bidan Masnah ketika mengobrol bersama kami sepanjang perjalanan menuju kota (Unaaha)

Lanjut ke seorang perempuan cantik berjilbab yang menumpang di mobil kami pada akhirnya. Kami pun memulai obrolan dengan si cantik yang ternyata adalah seorang bidan. Masna namanya. Bidan Masna sudah setahun dua bulan bertugas sebagai PTT (Pegawai Tidak Tetap) di PUSTU (PUSKESMAS Pembantu) Desa Latoma Jaya. Tidak hanya sebagai bidan, dia juga bertugas sebagai dokter yang memeriksa berbagai macam penyakit di desa terpencil seperti Latoma Jaya. Selama 10 hari atau lebih dia menginap demi membantu masyarakat disana. Jika kehabisan bahan makanan (FYI bloggers, hampir tidak ada sawah di desa-desa dataran tinggi seperti latoma, sehingga untuk bahan pokok nasi mereka harus membelinya di kota), Bidan Masna pun kembali ke rumah sekaligus melepas rindu dengan keluarganya. Jika tidak bisa pulang, Bidan Masna hanya bisa mengandalkan SMS (Surat melalui Sopir) untuk ayah – ibunya. Maklum saja, tidak banyak sinyal yang berkeliaran di daerah terpencil.

Ah, saya jadi membayangkan betapa hebatnya Bidan Masna. Bidan cantik lulusan D3 Kebidanan di Unaaha ini masih sangat muda. Namun perannya bagi masyarakat sungguh tidak bisa diremehkan.

54 thoughts on “Bidan Masna di Latoma Jaya

  1. Saya melihat foto pertama …
    Waaahhh bukan main … berat sekali medannya ya Dhil …
    Terlihat jalan dibelakan jembatan kayu itu … begitu terjal …

    Salut untuk Bidan Masna …

    Salam saya Dhila

  2. Saya salut sama para medis seperti Bidan Masna ini…

    melakukan tugas dengan sebaik2nya tanpa banyak mengeluh ya…
    walau jalan terjal, dijalaninya hari2…
    semoga semakin banyak pekerja medis yg meneladani sosok2 seperti Bidan Masna..🙂

  3. Pengalaman berharga ya La.. memang lebih baik di sharing daripada cuma ditulis di buku harian..hehe (ingat jaman suka nulis diary dulu) ;p btw kalo ada cerita horor boleh juga tuh La,. xixixi ^^;

  4. ke daerah ini dengan tim apa ya Dhila…
    ya …bidean desa ini memang ditempatkan di desa yang punya pustu, saya kenal beberapa di antaranya, tetapi desa yang mereka tempati masih bisa dijangkau transportasi,

  5. Sama kayak dipelosok kalbar deh.. kalau udah ada bidan ya fungsinya udah kayak dokter.. lagian bidan kan emg bs nyuntik dan.segala macam..

    Tapi keren tuh dil jalannya.. Menantang banget.. hehehe

  6. Yang seperti ini sangat luput dari perhatian pemerintah dan para wakil rakyat. Padahal jerih payahnya sangat diandalkan di daerah terpencil itu. Seandainya ketemu bisan Masna lagi, sampaikan salam saya😉

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  7. mamah liat jembatan kayu yang tidak rata dilalui kendaraan, selain terjal pasti sakit badan. Medan yang berat untuk bidan Masna sudah menjadi rute yang rutin dilalui, salut dengan pengabdiannya ya Dhila… semoga ada perhatian dari pemerintah untuk perbaikan jalan di desa latoma dan sekitarnya

  8. wah..salut deh buat dedikasi Bidan Masna yah mba… orang-orang seperti itulah yang dibutuhkan untuk membangun, mencerdaskan, dan menyehatkan negeri kita yah…. bukan mereka yang merasa terhormat dan gila hormat…
    tapi mba dhila hebat yah, sampai ke pelosok-pelosok Sulawesi,,,, saya di Kaltim juga beberapa kali pernah cek fisik sampai ke hutan-hutan cuma gak sampai pelosok, cuma pernah merasakan aja perjalanan tengah malam di tengah hutan..hehehehe

  9. pengalaman berharga ke pelosok daerah.pasti menyenangkan, tp di sisi lain saya harus jujur terkadang miris, Indonesia yg kaya raya pembangunannya lum merata masih sentralisasi, walopun otonomi udah dicanangkan semenjak jaman alm mbah gus dur tp ya msh gini2 aja😦

  10. SMS = Surat Melalui Sopir, salut buat bu bidan, keren deh Dhil sempat bertemu (dan berkenalan) dengannya.

    DItunggu ceritanya berikutnya Neng😉

  11. Semoga banyak bidan2 yang seperti bidan masna,tulus menjalalani yang sudah menjadi pilihannya…Salut deh pokoknya

  12. Subhanallah ^_^
    perjuangan yang luar biasa dari seorang bidan ..

    Semoga Allah SWT senantiasa melindungi beliau dalam perjuangannya ..
    aamiin yaa Allah

  13. kalo jembatan itu dilewati oleh motor gimana yaa?? paling gk sesulit mobil, kalo motor kan tinggal lurus aja.. hehe

    untuk orang2 seperti bidan masna saya angkat 2 jempol deh..🙂

  14. assalamu alaikum wr. wb.

    ana jadi terharu dik, semoga bidan hasna semakin kuat dalam mejalani tugasnya, sungguh mulia dirinya, apakah kita sanggup seperti dia jika diberi kesempatan yang sama..

    kangen rasanya tak berkunjung dilaman adikku ini (ngaku2nya jadi kakak🙂 ) tak mengapalah SKSD

    salam persaudaraan cantik🙂

  15. salut buat bu bidan
    terimakasih bu bidan atas perjuangan anda
    bila saya jadi presiden saya akan memajuan semua daerah yang ada di indonesia
    dukung saya jadi presiden

  16. Ping balik: Pulang dari Kendari Langsung Kopdar dan Ngenyeker di Pak Gendut Terus Dapat Hadiah :D | thePOWER ofWORDS

  17. Salut buat anda yg telah mengabadikan kondisi salah satu wilayah sangat terpencil kami di kab. Konawe. Yah kec. Latoma, daerah penyangga kebutuhan irigasi kab Konawe merupakan daerah yg dikenal sebagai daerah awal peradaban suku tolaki di Konawe.
    terkait pelayanan kesehatan memang sangatlah minim dan terbatas karena kondisi dan medan sulit, akan tetapi itulah yg bisa kami perbuat jajaran kesehatan guna memenuhi akses dan kebutuhan kesehatan masyarakat kec. Latoma. Jauh dari hingar bingar ibukota Jakarta, mereka sibuk bergelut dgn kehidupan terbatas dan serba sulit.
    by johan,dinkes kab Konawe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s