Kuda Bisik

Pernah dengar nama ‘KUDA BISIK’? Yakni sebuah permainan tradisional yang sering dimainkan pada masa masyarakat belum mengenal internet dan tidak terlalu terpikat dengan televisi. Jika belum, mari saya perkenalkan narablog sekalian dengan permainan ini. 😉

Kuda Bisik terkenal sebagai salah satu permainan yang dimainkan rakyat Betawi (warga Jakarta) tempoe dulu. Sama dengan permainan Galasin (Gobak Sodor), Petak Jongkok, Petak Umpet dan Nenek Gerondong, permainan ini tidak memerlukan alat bantu untuk memainkannya. Dulu ketika saya masih kecil (usia TK hingga SD), ketika nenek dan kakek saya masih hidup dan ketika kami keluarga besar masih sering berkumpul di rumah nenek-kakek di bilangan Jakarta Pusat, saya beserta para sepupu dan beberapa tetangga sering memainkan permainan ini khususnya di malam takbiran.

Sederhana saja aturan dalam permainan Kuda Bisik ini. Berikut syarat dan cara memainkannya.

Syarat:

  1. Bentuk 2 Tim yang setidaknya terdiri atas 3 orang atau lebih pada masing-masing tim.
  2. 1 orang yang bertugas sebagai juri (orang yang dibisiki).

Cara bermain:

  1. Dua tim berdiri berhadapan. Sementara juri berdiri atau duduk di antara kedua tim.
  2. Lakukan suit atau undian koin untuk menentukan tim mana yang lebih dulu memulai permainan. Salah satu anggota dari tim (misal: Tim A) yang menang harus menghampiri juri dan membisikkan nama salah satu anggota dari  tim lawan mereka. Kemudian giliran tim lawan (misal: Tim B) menghampiri juri dan melakukan hal yang sama, yakni membisikkan nama salah satu anggota dari tim yang menjadi lawannya.
  3. Jika salah satu anggota (misal: dari Tim A) yang menghampiri juri adalah orang yang namanya disebut (dibisiki) ke telinga juri oleh tim lawan (Tim B), maka Tim A harus mendapatkan hukuman karena tim lawan berhasil menebak siapa orang (nama) yang akan menghampiri juri selanjutnya).
  4. Tim A yang kalah tadi akan dihukum dengan menggendong lawannya dengan cara gendong kuda. Jika tak bisa gendong kuda, maka Tim A harus dihukum dengan cara lain sesuai hasil yang telah dikompromikan. Setelah hukuman selesai, permainan pun dilanjutkan dengan cara yang sama.

Begitulah permainan Kuda Bisik. Intinya adalah menebak siapa anggota dari tim lawan yang akan maju menghampiri juri (si kuda bisik). :mrgreen: Dilihat dan dibayangkan sepertinya tidak seru ya. Tapi jika dimainkan secara langsung apalagi dengan hati yang lepas dan berbahagia, wah permainan itu sangat seru sekali. Dapat berfungsi untuk mempererat persaudaraan antar teman dan tetangga. Maklum dulu benar-benar belum zamannya internet dan jejaring sosial booming seperti sekarang ini.

Ah saya benar-benar kangen sama Kuda Bisik jadinya. 😦

Iklan

29 thoughts on “Kuda Bisik

  1. Hoo.. menarik..
    siapa ya yang menemukan permainan2 daerah semacam ini?

    dulu saya sempat mengalami Go Back to Door (Gobak sodor) jaman SD, tapi setelah itu tidak pernah main lagi.. sampai sekarang.. hehe..

  2. oalah… jadi kangen permainan-permainan jaman SD dulu mbak…
    kayaknya anak zaman sekarang banyak yang gatahu tentang gobak sodor, benteng, dolip, dan permainan tradisional lainnya deh

  3. Permainan rakyat emang seru seru dil.. entah mengapa aku merasa beruntung bs tumbuh ditahun 90an.. soalnya tahun 2000an rasanya udah gak ada gitu anak anak yg main permainan tradisional.. *jadi kangen*

  4. Wah saya padahal lahir di Jakarta (sekarang tinggal di Bogor) tapi bener2 gak tau permainan ini >.<
    Dulu paling sering cuma main petak jongkok.. 😀

  5. jiah, Dhila masih inget aja permainan masa kecil dulu 🙂
    dan, permainan dulu itu banyak ragamnya dr berbagai daerah ya Dhila,
    dulu, bunda juga suka main kuda bisik ini 🙂
    salam

  6. Ah permainan anak2 dulu begitu beragam ya, kreatif sekali nenek moyang qta menciptakan permainan2 itu… jadi kangen saat2 maen bareng temen… maen di lapangan, jalan2 menyusuri kali… outdoor, not indoor… ah indahnya masa kecil ya mbak…

  7. ada yang pernah maen bentengan di umur mejelang 21? sangat tidak disarankan bagi yang punya stamina tipis. Bentengan yang sesimpel itu jadi adu strategi serius =___=

  8. Assalaamu’alaikum wr.wb, Dhila…

    Bunda baru tahu akan permainan kuda bisik ini. Asyik ya kalau permainan tradisional masih lagi dilakukan oleh anak2 sekarang tetapi keliatannya mereka lebih bermina dengan dunia internet, games sehingga banyak kehilangan warisan bangsa yang menyihatkan dan menyatupadukan kerukunan keluarga.

    pasti meriah suasana saat berbisik dan menebak. lagi menghangatkan keadaan apabila hukuman dijalankan tanpa rasa marah dan sakit hati kerana sudah dipersetujui hukumannya.

    Terima kasih Dhila, satu informasi berserta cara permainan itu dilaksanakan bisa bunda bayangi. nanti dicoba tapi anak bunda hanya ada 4 aja. hehehe… pasti senang kok untuk menebaknya. 😀

    salam sayang dari bunda buat Dhila.

  9. Saya ingat permainan ini …
    sangat sederhana … tapi menyenangkan …
    apa lagi kalao tim a dan tim b nya beranggotakan banyak orang …
    itu seru banget

    salam saya Dhilla

  10. eh lucu juga ya, bermodalkan kata2 tp seru tebak2an, di kampung halaman saya purworejo dulu kagak ada :D. tp, namanya unik, kuda :D. mgkn anak2nya dianggap seperti kud ayg sedang bermain ,hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s