Muter-Muter Commuter Line

Tiket transisi Commuter Line Sudirman - Bekasi. Ter-Cap Rp. 6,500.

Siapa disini blogger yang juga ROKER (Rombongan Kereta)? Jika ada pastinya bisa secara langsung merasakan apa yang saya tulis disini. Well, akhirnya awal Juli 2011 ini adalah awal baru bagi kami para Roker Jabodetabek untuk merasakan barunya sistem perkereta-apian di Indonesia, khususnya untuk kawasan Jabodetabek. Setelah ditunda selama 3 bulan (baca postingan saya yang ini: KRL Commuter Line Ditunda Hingga 3 Bulan), PT KAI pun menepati ucapannya untuk memberlakukan Single Operation Commuter Line (Operasi Tunggal Garis Komuter).

Banyak Roker yang tergabung dalam milis dan grup baik di facebook atau komunitas lainnya, yang mengungkapkan kekecewaannya atas diberlakukannya sistem ini. Bahkan KRL Mania (komunitas Roker Jabodetabek) sempat melakukan pengumpulan tanda tangan dan menuliskan petisi yang ditembuskan kepada pejabat yang terkait dengan KAI termasuk Presiden SBY. Namun sayangnya usaha tersebut berujung penolakan. Tapi kami yang tergabung dalam Roker (KRL Mania) tidak akan pernah berhenti berharap dan berjuang untuk KRL yang lebih baik.

Karcis baru Commuter Line Sudirman - Bekasi. Ter-cap Rp. 6,500. Karcis merupakan terbitan lama sebelum harga Rp. 8,000 diturunkan menjadi Rp. 6,500.

Diberlakukannya Single Operation berarti ditiadakannya KRL Ekspres. Sehingga hanya ada 2 jenis KRL untuk wilayah Jabodetabek yakni Ekonomi-AC dan Ekonomi yang harus berhenti di setiap stasiun. Sayangnya harga yang diberlakukan pun lebih tinggi dari harga KRL Ekonomi-AC yang pernah diterapkan. Sudah 2 kali ini saya merasakan sistem yang baru ini dengan menumpangi KRL Ekonomi-AC jurusan Sudirman-Bekasi. Sistem baru pun memiliki jadwal baru pula. Juga sayangnya jadwal baru khusus untuk jurusan Bekasi pun tidak menyenangkan bagi Roker yang berangkat dari Tanah Abang dan Sudirman. Jarak antara kereta Bekasi pada sore hari cukup jauh, sebagai contoh kereta masuk pada 17.11 dan ada lagi pada 18.46. Jauh kan? Sehingga jika ada Roker Bekasi yang ketinggalan harus menunggu hingga 18.46 atau menumpang kereta lain menuju Manggarai dan menunggu kereta Bekasi yang datang dari Kota dan Gambir pada 17.40.

Itulah yang terjadi pada saya kemarin sore. Saya harus ketinggalan kereta dan mampir dulu ke stasiun Manggarai untuk menunggu kereta Bekasi dari Kota. Dan ternyata, masalah demi masalah pun sempat membelit saya dan beberapa Roker yang juga menunggu kereta Bekasi dari Manggarai. Ketika datang, KRL Bekasi yang datang dari St. Kota dan Gambir sudah penuh amat sangat! Saya sempat kaget karena hal ini sangat berbeda dengan apa yang saya temui di St. Sudirman. KRL Bekasi dari Tanah Abang – Sudirman tidak pernah se-mem-bludak ini. Akhirnya mau tidak mau karena memang ingin segera sampai Bekasi, saya pun memaksakan diri menyelipkan badan diantara badan-badan lain di gerbong khusus wanita.

Tidak lama kemudian, masalah lain datang. Kereta harus berjalan lebih lambat dari biasanya karena menunggu antrian yang ada di St. Jatinegara. Dan sempat ada kejadian mati lampu di KRL selama kurang lebih 1 menit! Olala, PT KAI, beginilah nasib kami para KRL Mania. Saya harap keluhan-keluhan yang kami dapatkan dapat kami tahan dan tidak sering kami lontarkan. Kami harap kami maklum dan terus berjuang demi KRL yang lebih baik.

Berikut gambar-gambar yang sempat saya ambil di dalam kereta kemarin:

Berikut Link-Link berguna yang terkait dengan KRL Mania:

http://krlmania.com; Halaman FB Solidaritas Jabodetabek Untuk KRL Yang Lebih Baik

101 thoughts on “Muter-Muter Commuter Line

  1. Berhubung saya belum merasakan seperti dirimu… saya masih membayangkan seperti apa yach kondisinya sekarang….. ????

  2. sorry….

    but in this blog i just want to say… damn government…

    commuter line hanya trik utk menaikan tarif kereta api. sama seperti tarif listrik prabayar….

    secara tidak sadar….pemerintah telah menaikkan tdl….dan tidak ada satu pun masyarakat yg menyadarinya….

    they cheat us in sweetest way.

    i love government😀

    tadi sy keluyuran nonton film bajakan arthur….

    ordinary drama but full of extraordinary words

      • kek lagunya Geisha gitu yah…
        cinta dan benci
        *heleh, banci karoke*

        bukan komuter dan selalu sedikit terpesona kalau melihat para komuter. kemaren jam enam pagi aku udah nungguin Cireks yang mau ke Cirebon, lewat itu KRL yang jam segitu -entah-dari-mana udah penuh, nuh, nuh… hlah.. aku cuman bengong. kok bisa sih mereka punya semangat sebegitu besarnya untuk berdesak-desakkan di kereta pagi-pagi gitu.
        *duh, komenku komen orang daerah yang tercengang melihat dinamis nya ibukota sepertinya*

      • hehe.. well, ya pastinya mereka punya semangat karena demi mencari penghidupan yang layak dan sesuap nasi.😀

  3. Wah, saya juga Alhamdulillah sudah coba Mba Dhilla, kemarin dari Bogor-Jakarta desek-desekan, sampai pintu nggak bisa ditutup –__–“,

    Sepertinya perlu dipikirkan sistem ganjil-genap (berhenti di beberapa stasiun saja) biar jadi lebih baik sehingga memajukan pelayanan dari sisi penyedia kereta api, tapi kadang masyarakatnya yang nggak teratur juga jadi masalah, dilema dari dua sisi memang perkerataapian Indonesia ini

  4. Selamat berjuang untuk KRL yang lebih baik lagi Dhila, semoga sukses. Namun sayangnya sampai sekarang saat saya mendapat tugas kerja ke Jakarta, belum pernah sekalipun merasakan ke-mem”bludak”an nya KRL itu😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  5. Salam Takzim
    Dulu waktu sekolah selalu pakai KRL atau KRD tapi ga beli karcis tapi KLS hehehe enaknya naik kereta sampai sekarang masih pengen naik kereta apalagi KRD. makasih infonya ya
    Salam Takzim Batavusqu

  6. saya belum pernah naik kerata commuter line jadi gak bisa comment banyak

    semoga aja kedepannya layanan yang diberikan PT KAI lebih baik

    kunjungan perdana…😀😀😀

  7. Transportasi Indonesia harus banyak belajar dari negara maju seperti China… apalagi dalam urusan transportasi kereta yang notabene menjadi alat tranposrtasi idola warga Indonesia, terutama saat lebaran..

    • hehe.. wacana itu sudah lama ada kok, sky. cuma ya pemda DKI belum mampu mengelola dan mengeksekusi dengan baik rencana2 mereka untuk rakyat. sebagai contoh, sudah lama program Monorel direncanakan dan bahkan sudah lama konstruksi awalnya dibangun (sekitar 2007/2008) di bilangan Senayan. namun sayangnya blum ada tanda2 diteruskan, terbengkalai dan bikin macet. untuk kondisi sekarang sy blum lihat lagi bagaimana kelanjutan kontruksi Monorel tsb. Lalu bagaimana dgn Subway? hmm… kondisi infrastruktur Jakarta masih kurang memungkinkan. Jangankan untuk pengadaan transportasi u/ Subway nanti, pembuatan Subway pun pastinya akan bikin ribet warga Jakarta sendiri. Belum lagi sikap pemda yang moody. Yang harus dilakukan sekarang adalah pembenahan sistem transportasi yang telah ada (Busway & KRL).

  8. sabar ya..😀
    mungkin infrastrukturnya belum benar-benar siap.. mungkin semua kendala tersebut akan diperbaiki secara bertahap.
    yang penting kita tetap memberikan masukan.. hehe..

  9. Hmm dari dulu sampai sekarang kayaknya dalam hal perhubungan, Indonesia belum bisa dapet solusi yang tepat ya. Udah macet, eh sekarang sistem kereta yang amburadul >.<

  10. Alhamdulillah banget saya ga harus naik KRL. Tapi situasi kalo naik Trans Jakarta juga sesak-sesakan kayak di kereta. Busnya juga suka lama datangnya. Alat transportasi di Jakarta ga ada yang nyaman nih😦

  11. Dirugikan kalau yang biasa naik eco-ac, soalnya fasilitasnya sama aja. Ini mah sama aja kaya kenaikan tarif terselubung.

    Mending saya balik lagi deh naik kereta bersubisi = Kereta ACC = Angin Cepoi Cepoi

  12. Kok malah jadi ribet gitu ya La?? ckckck…
    kesian juga para ROKER.. untung aku ROCER alias rombongan ceker.. (jalan kaki) hehehe…
    moga lebih baik deh..🙂

  13. Istilahnya keren… ROKER…
    Mba Dhila Lady Roker dong… hehehe…

    Wah sampe ada pengumpulan ttd yah… mudah2an ke depan lebih baik yah…
    masalah KAI ini kayaknya belom ada habisnya yah Mba…

  14. Haduh… udah sesak napas aja melihat orang berdesakan kek gitu…
    Semoga kedepannya kereta api bisa lebih nyaman deh… (padahal aku belum pernah ngerasain naik kereta api)

  15. terakhir naek kereta waktu tarif ciujung masih 4500, sekarang naek brarti dong ya??

    salam kenal mbak, saya anak kereta juga, wiken doang tapi, hehehehe🙂

  16. Assalamu alaikum dhila..

    kereta??????///……….seumur hidup ana belum pernah merasakan yang namanya naik kereta…hehe,
    ditempat ana tidak ada transpor yng bernama kereta…hehe

  17. wah model baru yah , udah kaya bus nih cape atuh angkat tangan mulu mba hohoho…..

    bau ketek gaktuh😛

  18. ternyata salah satu roker dari bekasi juga toh?….bareng sama si putri usagi juga donk… kalau saya roker serpong…yg hampir malas pake ekonomi ac/ekspress (sebelum ganti commuter line) kalau ga terpaksa dan buru2….

  19. wahhh hebat bisa poto2, aku mau potoin keramaian / susana di kereta nya tapi malu, udah sempet dikit foto aja orang-orang langsung pada ngeliatin gitu, hehe

    iya tadi pagi juga sempet mati listrik loh (AC dan lampu mati), tapi cuman 10 detik an lah

    oh Roker tuh maksudnya ini toh, boleh ikutan grup nya atuh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s