Di Tanggal 25

Yay, hari ini tanggal 25! *lompat-lompat* :mrgreen: Bukan sebab tanggal 25 adalah tanggal penerimaan gaji bagi para karyawan di perusahaan-perusahaan tertentu yang bertatus perusahaan internasional. Bukan juga karena saya sedang berulang tahun atau dalam kondisi berbahagia lainnya seperti dilamar orang misalnya. Tetapi karena ini adalah 25 November! Bulan November untuk hari ke-25, satu hari yang ditetapkan secara resmi sebagai Hari Guru di Indonesia.

Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. (sumber: wikipedia.org)

Dengan adanya Hari Guru kita dapat mengenang kembali jasa-jasa para guru kita dimanapun. Bukan hanya mengenang sebetulnya, kita juga bisa meneladani sepenuhnya, meniru sikap welas asih dan tanpa pamrihnya. Guru dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Ya, tidak ada jasa untuk guru secara nyata yang diwujudkan dalam bentuk materi. Tetapi bentuk jasa guru adalah ilmu dan keberhasilan para anak didiknya. Apapun yang diberikan guru secara tidak langsung akan menjadi manfaat bagi para muridnya.

Untuk semua para guru. Semuanya. Bukan hanya guru-guru resmi di sekolah-sekolah, tetapi juga orang-orang yang bersukarela menjadi guru bagi siapapun meski yang bersangkutan bukan guru secara profesional. Untuk semua guru. Guru yang siapapun bagi siapapun. Saya ucapkan selamat untuk kebaikan hati kalian. Untuk ketulusan dan murahnya pemberian atas ilmu-ilmu kepada sesama manusia. Selamat!

Terpujilah wahai engkau ibu-bapak guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku. …. Engkau adalah pelita dalam kegelapan. Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan. …. Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku. Sebagai prasasti terima kasihku, tuk pengabdianmu. (Hymne Guru – Dengan lirik yang saya bongkar pasang)

Iklan

12 thoughts on “Di Tanggal 25

  1. betapapun bandelnya masa sekolah dulu, bapak-ibu guru mesti slalu memaklumi dan berupaya membimbing.
    ga pernah terbayang kalo ga ada pendidik di dunia ini… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s