Bertandang Ke Ambon Manise

Ketika pilot memberi aba-aba menjelang landing di bandara Pattimura, hati saya sempat was-was. Sebab kata-kata ‘landing position’ diumumkan pilot ketika pesawat masih berada di atas laut. Saya berpikir, apakah kita akan melakukan pendaratan darurat di laut? Namun hey, ternyata tidak. Yang benar adalah posisi bandara Pattimura berdekatan dengan laut, jadi memang tidak usah diherankan jika penumpang dari dan menuju bandara Pattimura akan mendapat suguhan pemandangan bukit dan laut yang sangat indah.

Di hari pertama, saya sudah mulai berkeliling pusat kota Ambon. Bersama tukang becak kenalan saya yang bernama pak Tomi, saya diantar menuju Masjid Raya Al-Fattah, kota Ambon. Masjid tua yang sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu ini, pernah menjadi masjid terbesar dan termegah se-Indonesia timur. Masjid ini menjadi pusat pengungsian umat Muslim ketika kerusuhan antar agama terjadi di kota ini beberapa tahun lalu. Sekarang masjid besar ini tampak sangat lusuh. Tetapi sudah ada rencana pemugaran dari pemerintah terhadap masjid bersejarah ini.

Al Fattah

Masjid Agung Al Fattah

Ambon Port

Ambon Port

Setelah puas melihat masjid dari luar, saya pun melanjutkan perjalanan bersama pak Tomi. Kali ini saya melewati Port of Ambon. Di Pelabuhan Ambon ini terlihat banyak peti kemas baik yang merupakan kiriman dari luar pulau Ambon atau sebaliknya. Dari Port of Ambon, saya meneruskan perjalanan melewati Patung Slamet Riyadi yang berada di depan Benteng Victoria yang kini menjadi markas besar TNI di Ambon. Awalnya saya heran, kenapa patung Slamet Riyadi ada di Ambon. Dan kenapa pula pak Tomi repot – repot menunjukan patung itu pada saya. Ternyata, ada sejarah di balik semua ini. Slamet Riyadi yang ketika itu menjadi wakil Panglima TT VII, gugur dalam usia yang sangat muda, yakni 23 tahun. Dia tertembak di depan Benteng Victoria dalam usaha membantu penumpasan gerakan Andi Azis di Makassar dan pemberontakan yang dilakukan Republik Maluku Selatan (RMS) yang dipelopori Dr. Soumokil.

Patung Pattimura tampak samping

Patung Pattimura tampak samping

Gong Perdamaian tampak dari luar

Gong Perdamaian tampak dari luar

Di dekat patung Slamet Riyadi, kita akan menemukan patung Kapiten Pattimura yang berada di Lapangan Merdeka kota Ambon. Letak patung Pattimura ini juga berdekatan dengan kantor Gubernur Maluku dan Gong Perdamaian Dunia. Jadi kita dapat menemukan simbol –simbol nasionalis yang saling berdekatan satu sama lain di pusat kota Ambon. Jika sempat, cobalah untuk mengunjungi Gong Perdamaian Dunia di malam hari. Karena akan terlihat lebih cantik dengan lampu – lampu yang bersinar dari bawah gong. Untuk melihat gong dari dekat, kita harus menyerahkan tiket masuk seharga IDR 5000 terlebih dahulu.

Saya juga sempat ditunjukkan Gereja Silo oleh pak Tomi. Kata tukang becak yang sering mangkal di depan Lorong PMI dekat Gereja Katedral ini, Gereja Silo pernah terbakar habis pada saat kerusuhan beberapa tahun lalu. Gereja ini unik, sebab selain salib ada simbol ayam jantan di ujung menaranya.

 

Gereja Silo

Gereja Silo

Pabrik Roti Sarinda

Pabrik Roti Sarinda

Hmm, tak terasa hampir satu jam saya berkeliling kota Ambon bersama pak Tomi. Setelah dirasa cukup, saya meminta untuk diantar kembali ke penginapan. Sebab waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WIT, dan teman saya pasti sudah selesai dari ibadah rutin hari minggunya. Sementara saya harus pulang di waktu selesainya misa pagi untuk kembali bertemu dengan teman saya. Tetapi beruntungnya saya, di saat perjalanan pulang, pak Tomi masih berbaik hati menjadi tour guide yang baik. Dia sempat menunjukkan Pabrik Roti Sarinda yang berada di Jl. Sultan Hairun, Ambon. Saya pun jadi bisa tahu dimana letak Pabrik Roti Sarinda yang terkenal di kota manise ini.

Mungkin sekian dulu cerita hari pertama saya di kota Ambon. Insya Allah saya akan menceritakan tentang Pantai Natsepa dan Wisata Kuliner serta Jajanan Oleh-Oleh kota Ambon pada tulisan berikutnya.

P.S. Tulisan ini juga dikirim untuk plesiran http://eyankcholik.info moga-moga bisa diterima untuk artikel tamunya. *ngarep. hehe

Iklan

6 thoughts on “Bertandang Ke Ambon Manise

  1. Wah enak nih dilla bisa jalan-jalan keliling Indonesia, aku kapan ya 😦 pgn lihat belahan lain di indonesia yg jauh eksotik :D, urusan kerjaan dil? wah senangnya 😀

  2. ambon.

    keren juga 😯
    sayang gak ada foto sewaktu mau landing di bandara,
    penasaran saya dengan laut dan bukit nya 😕

    ditunggu update tulisan jalan2nya yaa 😮

    terima kasih dan mohon maaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s