Chocolat

Pada kesempatan kali ini saya akan kembali mengulas buku setelah sekian lama hiatus dari dunia per-blog-an. Buku yang akan saya bedah kali ini adalah sebuah novel berjudul Chocolat karya Joanne Harris. Ada yang pernah membacanya? Atau mungkin kalau tidak membaca novelnya teman sekalian sudah pernah menonton filmnya? Ya, karena popular novel ini pun sempat di-remake dalam bentuk film pada tahun 2000 dengan judul yang sama dibintangi oleh Juliette Binoche dan Jhonny Deep. Film ini juga mengispirasi hadirnya film Brownies yang disutradarai Hanung Bramantyo pada tahun 2004.

Novel ini menceritakan tentang seorang pembuat cokelat bernama Vianne Rocher. Ia bersama anaknya, Anouk, menjadi pendatang baru di Lansquenet-sous-Tannes. Lansquenet-sous-Tannes digambarkan sebagai kota yang bernuansa muram dengan penduduk yang hampir semuanya berkarakter kaku. Rocher membawa warna baru yang lebih hidup bagi kota ini. Ia mendirikan toko cokelat La Céleste Praline di sebuah rumah hampir rapuh yang disewanya. Pada awalnya penduduk kota dengan dukungan Pastur Francis Reynaud sangat tidak begitu menyukai kehadiran Rocher karena dianggap membawa pengaruh buruk bagi mereka. Namun seiring dengan berjalannya waktu, cinta pun datang sendiri menghampiri Rocher dan toko cokelatnya.

Novel ini luar biasa. Berkisah tentang pergolakan-pergolakan yang sering terjadi dalam hati manusia. Juga tentang harapan dan cita-cita. Jika diharuskan memberi penilaian, saya akan memberi 4 dari 5 bintang. So, sudah mulai tertarik dengan novel ini? Saya sarankan untuk membacanya. Bahasa dalam novel terjemahannya bagus (apalagi bahasa dalam novel aslinya).

My First Trip With KRL

Suatu hari di hari Jumat. Saya takjub dengan pemandangan yang ada di Stasiun Bekasi. FYI, ketika itu pertama kalinya saya menjejakkan kaki di Stasiun Bekasi untuk menumpang KRL Jabotabek menuju kantor. Wah, heran kan saya yang notabene warga Bekasi hampir tidak tahu bagaimana cara dan rute jalan menuju stasiun Sudirman. :mrgreen: Ya sebenarnya wajar juga karena memang saya tidak membiasakan diri bergelut dengan kereta. Maka tak heran jika pada perjalanan saya pertama kali dengan kereta itu, takjub dan takut yang saya rasakan. Untung saja saya ditemani adik dalam pengalaman pertama ini. Dia yang menemani saya sejak membeli tiket, melihat-lihat jadwal, hingga naik kereta.

Tiket yang saya beli ketika itu adalah tiket untuk KRL jenis Ekspres jurusan Bekasi – Tanah Abang. FYI, untuk jurusan Bekasi – Tanah Abang yang nantinya akan transit di stasiun Manggarai dan stasiun Sudirman hanya ada kereta jenis Express dan Ekonomi. Sementara untuk jenis kereta Ekonomi AC tidak ada untuk jurusan yang saya sebut diatas. Jadi buat para komuter yang berkantor di daerah Sudirman, Kuningan dan sekitarnya, kalau mau naik KRL ya tidak ada pilihan lain kecuali Ekspres dan Ekonomi.

Suasana dalam kereta cukup nyaman dengan kursi empuk dan pendingin udara yang dapat membuat tubuh agak menggigil (norak mode). Di dalam kereta pun saya tidak harus berdesak-desakan karena kursi penumpang masih banyak yang kosong. Ditambah lagi saya berada dalam gerbong khusus wanita yang hampir minus laki-laki. Rasanya dunia sungguh melegakan ketika itu, tanpa stress karena harus melihat jalanan yang selalu penuh.

Akhirnya tanpa terasa tibalah KRL di stasiun Sudirman. Ini saatnya saya harus turun dan melanjutkan perjalanan dengan Trans Jakarta. FYI, halte Bus Way Dukuh Atas ternyata cukup dekat dengan stasiun Sudirman, jadi cukup memudahkan. :mrgreen:

Terima Kasih

Saya tidak tahu harus bilang apa kepada semua manusia yang sudah baik kepada saya. Yang hanya bisa saya lakukan adalah mendo’akan semoga kesuksesan dan keberkahan terlimpah untuk mereka. Segala urusannya dimudahkan.

Terutama bagi teman-teman terbaik saya yang insya Allah akan selalu saya sayangi. Semoga perasaan saling mengasihi ini menjadikan kami terlindungi di akhirat nanti. Amin.

*** Baca lebih lanjut

Dans La Classe Francais

Mau nulis lagi. Alhamdulillah masih diberi kesempatan, moga bisa segera diberi gairah untuk blog walking lagi. : )

Ketika belajar di kelas di tempat kursus: sebuah percakapan pelajaran.

Prof (P):  ḉa va, sekarang ini les devoir a la maison (PR untuk di rumah). Kalian menulis invitation untuk orang lain. Oke, Ganda. Mau nulis invitation ke siapa?

G:  Heni.

Tous / All (To): Hesti kali. Heni siapa? Ga ada di kelas ini yang namanya Heni.

G: Eh, iya. Hesti. :mrgreen:

P:  Kamu mau nulis invitation soal apa?

G:  Regarder un film. Nonton Film.

To:  Cieee… Baca lebih lanjut