Diomelin OB

P3010146intermezzo: sebelumnya, saya mau pamer dulu ya (boleh kan :mrgreen:). hari ini senang banget, saya bisa menemukan sandal jepit pujaan saya. yap, akhirnya saya bisa juga ketemu dengan sandal jepit hitam merk ANDO di Ceria Mart di dekat rumah. beruntung, sandal jepit yang warna hitam masih tersisa satu, jadi kesempatan itu tidak saya sia-siakan, langsung saja saya ambil dan bayar di kasir. thx God for this.🙂

***

kejadian ini saya alami di Malang, tepatnya di Gedung Dome Universitas Muhammadiyah Malang. ketika itu saya bertanya kepada seorang OB (Office Boy) Gedung Dome mengenai arah sebuah Gedung.

Dila (D): Mas, mau nanya. Gedung A dimana ya?

OB: oh, disana mba. mba jalan aja lurus ke arah timur.

D: TIMUR, Mas? aduh, maaf, saya ga ngerti arah mata angin.

OB: TIMUR, mba. TIMUR. masa ga tau arah timur sih?

D: *menggeleng dengan wajah polos tanpa dosa*

OB: Ya ampuuun, mbaaa! masa ga tau sih!! *OB tsb menjedukkan kepalanya ke salah satu pilar Gedung Dome pelan-pelan*

D: *melihat OB takjub. apa gak sakit kepala dijedukkin begitu?* Mas jangan gitu dong. saya emang ga tau.. *wajah Dila sudah memerah*

OB: Mba gini,, matahari terbit dari mana? dari Timur kan. Sekarang mba menuju arah matahari. pokoknya kesana, lurus aja. nanti kalo nyasar, tanya lagi. oke?

D: makasih ya, Mas. *tersenyum manis sambil meninggalkan OB yang masih menggelengkan kepala dibelakang*

Haha… Lucu betul ya nasib Dila ini. selalu ada saja yang bisa ‘ngomelin’ Dila. hatta seorang OB sekalipun. bukan ngomel sih sebetulnya, hanya memberi sedikit pelajaran. masalahnya masa Dila yang diketahui sebagai lulusan universitas kalah pengetahuan sama OB.:mrgreen:

oke, hikmah yang dapat diambil dari kejadian diatas ialah, kecerdasan seseorang tidak bisa diukur dengan gelar atau tingginya jenjang pendidikan yang kita dapatkan. siapapun dia, ketika bermanfaat bagi orang lain, bisa kita sebut sebagai sumber ilmu. tidak pantas bagi manusia untuk saling meninggikan kesombongan, karena tak akan ada gunanya. yang boleh memakai jubah kesombongan hanya Allah, Pencipta dan Pemilik seluruh jagad ini.🙂

36 thoughts on “Diomelin OB

  1. OB itu engga tahu kalo diLa berasal dari luar planet, eh maap, luar daerah… Biasakan kalo di daerah yg rada asing suka engga tahu mana barat mana timur…

  2. Betul Mba, kita manusia hanya bisa rendah hati…karena tak ada yang bisa di sombongkan. saya sepakat kecerdasan tidak diukur dari jenjang pendidikan yang selangit…..😆

  3. klo lg pusing perkara mata angin, yg saya ingat cuma kiri-kanan atau atas-bawah.
    jika ada yg ngasih petunjuk mana arah U-T-S-B, pasti saya pun kebingungan

  4. Hehe, lucu juga ya kakak ini, tapi terkadang alam bisa jadi penunjuk jalan saat kita tersesat, kita juga bisa mengetahui arah dari pohon lho🙂

  5. Kalau tak tahu arah mending minta ditunjukkan arah kiri, kanan, depan atau belakang. Terkadang kita memang tidak mengenal arah mata angin di tempat yang kita belum terbiasa. Dan itu merupakan suatu kewajaran pada diri setiap orang.

    Salam,
    HALAMAN PUTIH

    • bundaaaaaaaa..hugs erat ^o^
      dilla nebeng kangen2 nan disini iaah dilla..makasiih🙂
      arah mata angin? anginnnnnnnnn main yuk

  6. lah, itu kan emang tergantung kebiasaan orang nyebut arah. biasanya orang Jawa nyebut arah pake mata angin krn zaman dulu orang2 Jawa masih menganggap matahari itu dewa-dewa gitu deehh.. *setau gw gitu*

    kalo orang Jakarta yang biasa pake kanan-kiri, pasti kagok.

  7. berkunjung lagi non, buat menyapa sahabat… sendalnya bagus, jadi inget waktu kerja jadi SPM dulu…. tapi yang paling bagus hikmah dari pengalaman OB dan non tersebut… salam jauh dari Cilacap🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s