Serial Percy Jackson: Review Part 2

intermezzo: bagi teman-teman yang belum baca Serial Percy Jackson: Review Part 1, mohon dibaca dulu ya. trims.😉

***

percy_jackson_and_the_olympians_the_lightning_thief_ver3_000 Finally i watched that movie. hey Raymond, i have watched it too. it was a good movie (not bad-lah) in compare to Harry Potter (wah, fans Harpot marah sama gue ini. LOL). ya, akhirnya setelah baca setengah bagian dari buku dua serial Percy Jackson, saya pun kesampaian nonton filmnya yang diadaptasi dari buku satu. ternyata ceritanya cukup bagus.

jadi for instance, ceritanya begini, mengenai seorang demigod (half human – half god) bernama Percy Jackson. Percy dikisahkan menjadi seorang anak dari Dewa Laut (Poseidon) yang tinggal di kota New York. pada serial pertama, Percy Jackson & The Olympians: The Lightening Thief, Percy menjalani kehidupan manusianya seperti biasa. ia menjalani sekolah dan tinggal dalam keluarga seperti manusia lainnya. hingga suatu hari, terjadi sesuatu di luar dugaannya. ketika ia mengikuti pelajaran Mitos Yunani, ia dipanggil oleh pengganti guru Bahasa Inggris ke sebuah ruangan. disana, ia dikejutkan dengan pertanyaan mengenai tongkat petir milik Zeus yang hilang ditambah perubahan gurunya menjadi monster. ia sempat bingung dan ketakutan hingga akhirnya diselamatkan oleh guru Mitos Yunani-nya (Mr. Bruner) yang kemudian diketahui sebagai Chiron dan Grover yang juga sahabat baiknya yang kemudian diketahui sebagai protector utamanya.

setelah kejadian yang cukup membuatnya shock itu, Percy pun mengetahui segalanya yang memang ia harus ketahui. bahwa ia adalah manusia setengah Dewa (anak dari Poseidon) yang sedang menjadi incaran banyak musuh karena dituduh mencuri tongkat petir Zeus. dan untuk menjamin keselamatannya, ia pun dibawa ke Camp Half-Blood, tempat dimana seluruh anak percampuran manusia dan dewa tinggal. disana Percy diajari berbagai hal sebagai bekal dan pengetahuan yang harus dimiliki seorang anak dewa. namun tidak lama berada di dalam camp, Percy berniat pergi dari camp untuk mencari ibunya yang sedang diculik oleh Hades di underworld. lalu bagaimana nasib ibu Percy? dapatkah ia menyelamatkan ibunya dan menemukan tongkat petir Zeus? sebab jika tongkat petir tidak dikembalikan pada waktunya, Zeus dan Poseidon beserta dewa-dewa lainnya akan terlibat pertarungan yang membuat dunia mencekam. untuk lanjutannya silahkan baca sendiri novelnya atau tonton filmnya. mumpung masih ada di 21.:mrgreen:

P2190109 kalau pada serial kedua (yang sedang saya baca saat ini), diceritakan Camp Half-Blood sedang dalam masalah. ada yang meracuni Pohon Thalia yang selama ini menjadi pelindung batas perkemahan mereka. sementara itu, Grover juga diceritakan sedang diculik dan berada di salah satu sisi di The Sea of Monsters. tugas yang harus dilakukan untuk menyelamatkan Pohon Thalia dan Camp Half-Blood dan Grover adalah pergi ke The Sea of Monsters untuk mencari The Golden Fleece.

***

100_6911-300x224

Serial Percy Jackson & The Olympians ini dikarang oleh Rick Riordan hingga lima seri. masing-masing adalah: The Lightening Thief, The Sea of Monsters, The Titan’s Curse, The Battle of the Labyrinth, The Last Olympians. serial ini berhasil menjadi The New York Times #1 best-selling series. luar biasa! yang saya suka ialah (lagi-lagi membandingkan dengan Harpot) jumlah halaman yang tidak lebih dari 400 halaman. bahkan di buku dua saja tidak sampai 300 halaman. so, engga seperti buku Harpot yang tebalnya bisa bikin pingsan kan? hehe. emang sih, kalau dilihat-lihat, agak mirip juga dengan Harpot. seperti misalnya, dalam Harpot ada trio Harry-Hermione-Ron. sedangkan dalam PJ ada trio Percy-Annabeth-Grover. kemudian, tokoh Annabeth yang digambarkan cantik-cerdas sama seperti dengan karakter Hermione. bedanya Annabeth lebih tomboy, soalnya mainnya tiap hari perang-perangan sih.

oh ya, untuk filmnya, saya rasa film Percy Jackson ini memiliki sense humor yang lebih tinggi daripada film harpot yang buat saya lebih tampak serius dan menegangkan. soalnya selama hampir dua jam saya menonton, selama itu pula saya hampir selalu tertawa. selalu ada hal yang lucu yang membuat penonton tertawa. ah udah deh, kalo lama-lama bahas ini nanti dikeroyok fans Harpot (padahal sebenarnya saya juga suka harpot:mrgreen: ). haha. udah, saya cukupkan sampai disini ya. sekarang mau blogwalking deh.. kangen sama teman-teman.🙂

sumber gambar: http://bit.ly/cODH1x dan http://bit.ly/bu6WhE dan koleksi pribadi.

28 thoughts on “Serial Percy Jackson: Review Part 2

  1. Ping balik: Serial Percy Jackson: Review Part 1 « thePOWER ofWORDS

  2. sepertinya menarik nih mbak.
    hmm, mbak Dila udah baca buku dan nonton filmnya ya mbak.

    hmm, tp kadang sering loh buku yg diadaptasi jd film malah masih seruan yg buku.

    jadi pengen baca bukunya malahan😀

  3. I am glad you watched the movie. I hope you enjoyed it. Hopefully now the Sea of Monsters makes more sense. see you next time in Indonesia

  4. apa kabar Dhila?
    maaf dah lama banget gak mampir nih. *kangen*
    semoga Dhila selalu sehat ya.
    jadi, ini filmnya mirip Harry Potter ya Dhila, tapi basicnya ngambil dr cerita2 mitos dewa2 Yunani gitu ya ?
    salam

  5. sampeyan memang paling detail kalau masalah filem dan buku ini. jadi … kapan ngajak saya nonton filemnya😛

  6. tertarik nih udah pengen nyari bukunya sebenernya pas udah tau ada bukunya, tapi pas search di gramedia.com gada -___- ini beli bukunya di toko buku mana yaaa? please penasaran bangeeet

  7. Iya…filmnya mirip harry potter,,
    ternyata sutradaranya juga sama Chris Colombus

    waa…serial yang kedua kelihatannya makin asyik
    Pengen baca novelnya yg kedua dan seterusnya,jadi penasaran
    tapi lebih pengen lagi nonton filmnya, biar ga capek baca novelnya..hehe😉

  8. Bukunya bagus banget,TOP dah. Sangat kurekomendasikan..

    Bedanya ama harpot? Ini ada unsur2 pelajaran sejarah, bukan sejarah Indonesia sih, tapi sangat sangat sangat menarik. Misalnya nih, jadi tau kalo Athena tuh lahir dari kepalanya Zeus (penasaran kan?)

    Filmnya? Gak oke..

  9. Ping balik: Percy Jackson? | radical[]rêveur

  10. salam kenal……saya lagi baca bukunya juga nih…niatnya mau baca berurutan–so far sudah puny buku satu dan dua tapi kemaren salah beli pas ke toko buku, niatnya beli buku tiga,krn buru2 malah kebeli buku lima.gpp d…baca kebolak balik, ttp akan dituntaskan baca semua. saya juga seneng baca ini krn gak terlalu tebal

    ttg film vs buku, pasti banyak pro-kontra. saran saya, saat nonton film, tontonlah sebagai moviegoers. saat membaca, bacalah sebagai readers. karena memang tidak akan pernah sama, ganti kacamatanya aja ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s