Serial Percy Jackson: Review Part 1

sebelum saya mulai ke inti cerita, saya ingin bersiap untuk mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Bekasi pada 10 Maret 2010 nanti. buat bapak Walikota, Mokhtar Mohamad, tolong ya… jalan-jalan Bekasi yang rusak dibenerin. jangan cuma Pusat Kota Bekasi (daerah sekitar kantor walikota dan jalan-jalan utama) yang diperhatikan. daerah pinggiran kota juga butuh perhatian. oke, gimana pak? siap lanjutkan tugas? :mrgreen:

***

sebenarnya saya tidak pernah tahu tentang Serial Percy Jackson hingga suatu ketika saya berbasa-basi dengan seorang teman berkewarganegaraan USA tentang buku yang sedang dibacanya.

Dila (D): “i saw you read a book in airport and in any places when i found you. do you like reading?”

Raymond, teman saya itu, mengernyitkan kening sebentar. “Oh ya. i read this book. i am not a good reader. i just want to read the book two after watching the movie.” Kemudian ia menunjukkan novel yang dimaksud pada saya. Percy Jackson & The Olympians Book Two: THE SEA OF MONSTERS. dalam hati dan pikiran, saya benar-benar blank soal novel yang dia tunjukkan. wah, saya memang benar-benar pembaca yang awam! :mrgreen:

R: “Do you know the movie? Percy Jackson movie. i watched it in Singapore.” saya menggeleng dengan wajah benar-benar blank. no idea, sir. haha. akhirnya Raymond pun dengan sabar menceritakan detail film dan isi buku pertama dan sebagian yang kedua. dia juga menunjukkan batas halaman yang tengah ia baca itu. cukup menakjubkan buat saya karena ia menggunakan selembar lima ribuan sebagai penanda bacaan. aduh, kalau saya anak SD, udah saya jajanin uang itu. hehe.

setelah bercerita agak panjang, ia menawarkan pinjaman novel yang dimilikinya selama dua hari sampai ketika ia akan meninggalkan Indonesia. awalnya saya menolak karena membayangkan akan sulit menghabiskan buku berbahasa inggris selama dua hari ditambah waktu vacant yang hampir tidak ada. namun bujuk rayu Raymond berhasil membuat saya meminjam bukunya meski akhirnya saya tidak menepati janji untuk menyelesaikannya selama dua hari.

R: “So, you read a lot?” Lelaki keturunan China itu bertanya lagi pada saya yang tengah asyik menelusuri halaman awal. saya tertawa, “Oh yeah, i read a lot SOMETIME.” haha… memang benar kan, saya ini memang kutu buku, namun kutu buku gadungan yang hobi baca-nya naik turun, kadang senang baca dan kadang malas sekali.

akhirnya hari H untuk mengembalikan buku pun tiba. saya siap dengan segala konsekuensi. saya siap untuk berpisah dengan bukunya Raymond.

D: “Raymond!”

R: “You finished it?”

D: “Not yet. sorry. so i give it back to you now.”

R: “No. finish it! finish it!”

D: “Hey, but… when i should give it back to you? you’re leaving now.”

R: “no, it’s okay. KEEP IT. FINISH IT.”

P2200142melihat senyum Raymond dan mendengar kata-kata yang diucapkan, saya jadi sedikit terharu. ya ampun… what a nice guy! saya berterima kasih padanya setelah itu. beberapa menit kemudian saya termenung: apakah ini sebuah balasan?? sebab sebelumnya saya oernah melakukan hal yang sama pada seorang teman saya yang juga berkebangsaan USA. ah, sudahlah. oke bloggers, disamping ada foto Raymond (yang berwajah oriental) bersama Ganda, sy dan acit. oh ya, mohon baca lanjutan artikel ini ya di Serial Percy Jackson: Review Part 2.

Iklan

8 thoughts on “Serial Percy Jackson: Review Part 1

  1. Ping balik: Serial Percy Jackson: Review Part 2 « thePOWER ofWORDS

  2. pertamaxx kah??

    hoo.. itu seri kedua dari Lighning Thief ya??
    Dulu pernah lihat yg buku pertama di toko buku.. tapi apa daya kantong tak sampai..

    Boleh tuh bukunya dikirim.. ^^

  3. Waaahhhhh,,, Itu foto di Hotel Jayakarta ya Mbak……
    Saya ikut datang dan ikut mendengarkan Presentasi Mengurus Visa 🙂

    Hhmm…salam kenal dulu ya, sepertinya saya baru pertama kali berkunjung ke sini…

    Sudah ketemu Mbak Alimah dari Cirebon Mbak..?????

  4. sudah nonton filmnya….hasilnya tidak seperti yg diharapkan…padahal aktor-aktor ternama yg ambil bagian di film itu…

    meskipun blm baca novelnya…

    pasti novelnya lbh bagus dari filmnya…

  5. Sebenarnya saya juga tidak pernah tau dengan serial Percy Jackson. Saya ga sengaja nonton filmnya karena kehabisan tiket nonton My Name Is Khan…hehe drpd pulang ga jadi nonton
    Ternyata filmnya bagus banget…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s