Ulasan: Ronggeng Dukuh Paruk

intermezzo: tahukah teman-teman dengan yang disebut pembaca awam? pembaca awam ialah bukan pembaca yang tidak suka membaca buku. namun pembaca awam tidak bisa disamakan juga dengan kutu buku. pembaca awam hanyalah seperempat bagian dari kutu buku. jika kutu buku selalu tau buku-buku terbaru dan membaca semua buku tersebut sebelum menjadi best seller atau populer, tidak demikian dengan pembaca awam. pembaca awam kebanyakan mau membaca buku jika buku itu sudah populer di masayarakat. nah, saya ini termasuk jenis pembaca awam, soalnya untuk baca RDP aja harus dikasih tau dulu sama temen blogger. hehe… sekarang mau review deh:mrgreen:

***

trilogi_ronggeng_dukuh_paruk

Ronggeng Dukuh Paruk adalah sebuah novel yang ditulis oleh Ahmad Tohari. Novel ini terdiri atas tiga buku yang mungkin bisa kita sebut sebagai trilogi. Buku pertama berjudul ‘Ronggeng Dukuh Paruk: Catatan buat  Emak’, buku kedua berjudul ‘Lintang Kemukus Dini Hari’ dan buku ketiga berjudul ‘Jantera Bianglala’.

dalam buku pertama, ‘Ronggeng Dukuh Paruk: Catatan buat  Emak’ fokus pada pengenalan tokoh dan setting novel. tokoh yang menjadi pusat utama pembaca disini ialah Srintil, seorang perempuan yang dipercaya menitisi roh seorang ronggeng. Srintil dilahirkan di sebuah kampung miskin di daerah gersang yang bernama Dukuh Paruk. di dukuh ini, kehadiran ronggeng sangat diharapkan. karena kesenian ini merupakan primadona di Dukup Paruk dan setelah sekian lama kesenian tayub dan ronggeng ini menghilang hingga akhirnya muncul kembali Srintil yang membawa roh titisan ronggeng dengan bakat yang luar biasa. dalam buku satu ini disisipkan pula kisah romantika antara Srintil dan Rasus, teman masa kecilnya yang dicintai dan mencintainya.

buku kedua, ‘Lintang Kemukus Dini Hari’, mengisahkan Dukuh Paruk setelah peninggalan Rasus yang bekerja pada tentara. dikisahkan Srintil tidak suka meronggeng lagi karena memikirkan cintanya pada Rasus yang pergi begitu saja tanpa pamit. sementara itu, situasi politik simpang siur menimpa Dukuh Paruk. salah satu bencana datang ketika seorang bernama Bakar menghampiri Dukuh Paruk dengan berbagai teori persama-rataan hak. Bakar mulai menjadikan Dukuh Paruk sebagai basecamp pergerakan komunis dan mulai menjadikan Ronggeng dan Tayub sebagai alat kampanye PKI. warga Dukuh Paruk yang tidak mengerti apa-pun senang dengan perlakuan Bakar yang selalu melibatkan kesenian Ronggeng di berbagai pertemuan. dan ketika komunis kalah dan harus diberanguskan, orang-orang Dukuh Paruk dituduh sebagai antek-antek komunis sehingga dukuh mereka harus dibakar dan orang-orang mereka dipenjara tak terkecuali Srintil yang mendapat jatah penjara lebih lama.

buku ketiga, ‘Jantera Bianglala’, bercerita tentang kehidupan Srintil pasca penahanan selama dua tahun. ketika itu perasaan Srintil pada Rasus tetap tidak berubah. perempuan itu masih mencintai Rasus dan selalu bermimpi akan menikah, melahirkan dan mengurus keluarga dengan status sebagai istri yang baik. walau Rasus lama tak kembali ke Dukuh Paruk dan Srintil masih mencintainya, namun hal ini tidak menutup kemungkinan Srintil membuka hubungan dengan laki-laki selain Rasus dengan terus berharap bisa mencapai cita-citanya yakni sebagai istri dan ibu yang baik. hingga akhirnya ia harus dibohongi oleh laki-laki yang akan menjadi suaminya, Srintil merasa putus asa dan mengalami depresi yang sangat berat. depresi ini menyebabkan Srintil harus memiliki penyakit jiwa yang kemudian mengantarkannya ke sebuah kamar jeruji di Rumah Sakit Jiwa.

banyak hal yang bisa diambil dari novel ini. mulai dari sisi budaya, yakni Tayub dan Ronggeng yang punah karena pendudukan komunis. kemudian dilihat dari sisi sejarah dengan menampilkan kelamnya kisah politik komunis. tapi saya suka melihatnya dari sisi perasaan seorang perempuan yang harus berkorban banyak demi warga Dukuh Paruk dan laki-laki yang dicintainya. jujur, dalam novel ini saya sempat sebal dengan tokoh Rasus yang berlagak tidak mencintai Srintil dan harus memendamnya hingga perempuan itu menjadi depresi dan gila. saya mengerti ketika seseorang mencintai orang lain, akan ada saat dimana mereka tidak mau mengakui perasaannya. mungkin ada sesuatu yang harus ditutupi dan tidak ingin diketahui orang lain. ini yang disebut keangkuhan cinta saya rasa, jiah. hehe…

tapi sebenarnya esensi dari novel ini, seperti yang pernah seorang teman blogger katakan, adalah kebodohan yang sangat merugikan manusia. penulis Ahmad Tohari jelas menyampaikan pesan itu kepada kita. Dukuh Paruk di dalam novel dijelaskan sebagai dukuh yang miskin, cabul dan bodoh. mereka melakukan hal-hal yang kurang senonoh di mata masyarakat luar dukuh karena memang mereka tidak mengerti dan tidak memiliki pengetahuan. sehingga wajar saja ketika dibodohi orang lain mereka bagai kerbau yang dicocok hidungnya. saya suka ketika adegan Rasus yang berjanji akan menempa Dukuh Paruk untuk menjadi dukuh yang lebih maju dan tidak terbelakang seperti sebelumnya.

well, begitu saja ulasan dari saya. semoga bisa bermanfaat lebih kurangnya.🙂

P.S. kabarnya RDP ini akan di-film-kan. entah kapan selesainya, namun yang jelas saya sangat menunggu remake-nya dalam bentuk film. semoga saja film-nya tidak seperti film pertamanya di tahun 80-an yang kabarnya terkesan murahan.

38 thoughts on “Ulasan: Ronggeng Dukuh Paruk

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Meskipun saya termasuk pembaca awam, kebetulan saya sudah membaca RDP dan JB serta LKDH-nya Ahmad Tohari itu. Malu juga kalau enggat mengingat setting cerita gak jauh dari tempat tinggal saya.
    hehehe

    • INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH 7X TERBUKTI TRIM’S ROO,MX SOBAT

      INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH 7X TERBUKTI TRIM’S ROO,MX SOBAT

      INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH 7X TERBUKTI TRIM’S ROO,MX SOBAT….

  2. wah.. ternyata lebih mantab resensinya.. dibahas dengan detail per bukunya..😀

    endingnya yang mengejutkan terus terang membuat saya terkesan dengan novel ini. Yah, layaklah kalo disebut sebagai novel legendaris Indonesia..

    Mari kita tunggu filmnya..😀

  3. RDP baru saya baca 3x dil, pertama ketika trilogi itu masih terpisah menjadi 3 buku. yg saya koleksi skrg yg jd satu buku, sampulnya berwarna oranye🙂

  4. selamat malam menjelang pagi….
    hujan2 dingin mampir ke rumahe jeng Dilla menawi ada yg anget2 xixixi…
    permisiiiiiii jeng…anibadihom?😀

    salam sayank

  5. …sepertinya isu politiknya cukup menarik:mrgreen: masih nyangkut sama ken arok ken dedes-nya wawan susetya deh saya. dan yang masih belum bisa ilang dari daftar itu harimau! harimau!-nya mochtar lobis😆

    btw, nice review😛

  6. Lama tak main ksini…heheh..pha kbr dhila? knp ya aq sk bngung klo bca novel kaya gini:mrgreen: emang dasarr paling mlz baca novel!

  7. nah itu masalahnya,saya punya tapi belum sempata mbaca trilogi nolvel itu. saya malah lebih awam daripada sampeyan😛

  8. assalamualaikum, mampir lagi kesini ah menghangatkan suasana kebetulan di tempat saya lagi hujan terus..
    saya sendiri kalo baca novel sulit vokus bth 2-3x ngulang utk lebih mengerti alur ceritanya,

  9. salam pagii smile morning
    lamaaa tak bertamau sekarangkan hari minggu
    apa kabarnya dilla semoga sehat selalu^^
    kalau dubuat film pasti seru🙂

  10. Ping balik: Menanti Sang Penari (The Dancer) | thePOWER ofWORDS

  11. kalo ndak salah, dukuh paruk itu terbentuk dari seorang bromocorah yang tobat lalu menginginkan anak cucunya hidup damai dan tidak mengikuti jejaknya, tapi sayangnya pengaruh si kakek moyang ini begitu kuatr hingga anak cucunya tidak bisa lepas dari bayang-bayangnya dan susah untuk maju…

  12. Ping balik: Sang Penari Dukuh Paruk | thePOWER ofWORDS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s