Festival Film Eropa: California Dreamin’

intermezo:

selamat hari raya idul adha, semoga kita mampu mengambil hikmah dibalik perayaan ini. dan semoga penegakkan hukum dan rasa berkeadilan, simpati juga empati semakin mengisi relung-relung hati nurani masyarakat Indonesia. sehingga tiada lagi salah vonis atau berat sebelah seperti yang terjadi pada kebanyakan rakyat kecil. masa sih mencuri sebuah semangka karena lapar dan haus (padahal belum jadi dicuri) juga tiga buah kakao harus mendapat hukuman penjara 5 tahun dan 1,5 bulan. sementara pelaku korupsi yang jelas-jelas ketauan belangnya engga kena penjara. hmm…

***

Di November dan Desember 2009 ini ada beberapa Festival Film yang diadakan di beberapa kota di Indonesia seperti Festival Film Eropa (24 Oktober – 22 November), Festival Film Amerika (12 – 18 November), Jakarta International Film Festival (4 – 12 Desember). nah, kemarin alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk ikut serta menonton salah satu film Eropa dalam rangka Festival Film Eropa di CCF (Center Culture Francais) Jakarta. sebenarnya engga sempat, waktunya mepet banget. tapi saya coba sempat-sempatkan dan paksakan diri untuk nonton (niat banget ya) bersama salah seorang teman waktu kuliah, namanya Mika, cewek tomboy yang cinta mati sama Inter Milan dan band My Chemical Romance (MCR) :mrgreen:

Film yang kita tonton ketika itu ialah Film Rumania yang berjudul California Dreamin’ (Nestarshit). film ini berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada tahun 1999 ketika NATO melakukan pem-bom-an pada Yugoslavia. dan ketika itu sebuah kereta yang mengangkut sekelompok kecil tentara asal Amerika melewati sebuah desa Calpanita yang ada di Rumania. kereta tersebut ingin menuju Kosovo, namun diberhentikan di stasiun di desa tersebut oleh sang kepala stasiun, Doiaru. Doiaru memiliki kebiasaan korup dan mencuri besi-besi kereta api yang melewati stasiunnya. kebetulan kereta yang tengah ditahan itu kehilangan surat izin jalan-nya, jadilah kereta dan para penumpangnya ikut tertahan beberapa hari.

sementara itu sang walikota senang melihat adanya kereta yang ditumpangi orang Amerika tertahan. ia berpikir ini adalah kesempatan baik untuk menyambut para tentara Amerika itu dengan luar biasa. jadilah selama beberapa hari kota kecil tersebut selalu mengadakan pesta untuk tamu-tamu mereka yang tertahan. padahal sebenarnya, komandan tentara sangat gelisah dengan penahanan mereka dan ingin segera urusan kereta selesai dan bisa langsung menuju ke Kosovo, tempat tugas mereka.

dibalik masalah serius yang ditampilkan, adegan komedi pun bermunculan dalam film ini, dan kebanyakan penuh sindiran. salah satunya penggambaran pengurusan surat jalan yang hilang hingga ke pemerintah Rumania. ternyata laporan-laporan kehilangan surat tersebut tak pernah sampai dikarenakan kantor salah satu menteri selalu kosong dan jelas ada putusnya komunikasi disini. kemudian penggambaran masyarakat kota tersebut yang beragam, mulai dari yang sangat meng-agung-agung-kan Amerika sebagai negara paling hebat (seperti sang walikota) hingga yang sangat membenci Amerika dan memanfaatkan keberadaan sementara tentara Amerika itu dengan menggelar tuntutan kemiskinan mereka.

film ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk nonton ketika festival. tapi sayangnya, tidak ada sensor untuk film ini sehingga adegan-adegan yang cukup vulgar mendapat posisi aman disini. maklum kali ya kalo film-film festival biasanya gak masuk badan sensor terlebih dahulu.

trims sebelumnya (sekali lagi) untuk Mika, sudah mau diajak nonton dan pulang malem-malem. jalan dari Harmoni sampe Monas jam 11 malem  (soalnya bis dan angkot udah gak lewat jam segitu, jadinya terpaksa jalan. sepi dan serem bangedt tau di sepanjang Jl. Merdeka :(), hingga ketemu supir taxi baik hati yang mau nganterin sampe Ciputat. jangan kapok ya Mika, kapan-kapan kita nonton film festival lagi, tapi dengan catatan JANGAN AMBIL JADWAL FILM MALAM HARI kalo engga mau pulang kemaleman. :mrgreen:

Iklan

48 thoughts on “Festival Film Eropa: California Dreamin’

    • wadoooooohhh kasian sekali jalan kaki dari harmoni ampe monas… tapi… ah dari harmoni ke medan merdeka mah cuma selangkah neng 😆 kirain dari harmoni ke ciputat jalan kakinya :mrgreen:

    • iya, jalan kaki itu gara2 kita kemaleman dan bus udah gak ada yg lewat lagi.

      ehem, kang… gak etis-lah dijelaskan disini, entar blog saya ditutup gara2 penjelasan detail adegan vulgar. 😆

  1. berbahagialah dirimu dil, yg masih punya waktu untuk menyaksikan film2 festival semacam ini. saya sih sekali saja pernah nonton festival film2 iran 🙂

  2. Film-film bagus memang harus ditonton, selain banyak pelajaran visualnya juga sangat merefleksikan kehidupan kita sehari-hari di dunia nyata dan renungan terhadapnya.

    • jiahaaha… klo waktu itu aku harus pulang ke bekasi, udah nyampe kali kang. tapi dari salemba kita kudu ngejar trans jakarta yg ke blok m, ternyata sampe harmoni udah lewat jam 10 malem, yaudah, kita terlantar hingga akhirnya nemu taxi di monas. 🙂

  3. Wah sekali-kali boleh tuh ya buat alternative tontonan, tapi emang harus bawa temen kali ya Dil, biar gak cengok:), kapan2 ajak-ajak atuh Dil, kayaknya aku gak nolak deh kalo gratis hehehe…

  4. Apalah arti jalan kaki dari Harmoni sampe Monas jam 11 malem, yg penting tontonannya asik, gara2 nonton juga postingan ini ada.

    tetep .. Piss … 🙂

  5. PEMBUKAAN
    selamat pagi.
    numpang baca baca dan kasih komen alakadarnya ya

    ISI
    wuah, saya bukan termasuk movieholic tuh.
    di kota saya kota Malang ada nggak ya festival film macam begitu ??
    maklum lah,
    anak rumahan yg cupu dan kuper.
    mehehe

    PENUTUP
    terima kasih dan mohon maaf 😮

  6. Ketimpangan…ternyata udah ada dimana-mana… Cermin kehidupan yg makin lama, makin jauh dari keseimbangan… Semoga bisa jadi pelajaran yg berharga…
    Salam hangat dan damai selalu…

  7. Wah kalau nonton jangan ambil yang malam2 nduk. Entar ngantuk tuh.
    Tapi Jakarta kan masih banyak angkutan kan, ojek juga banyak kok.
    Salam hangat dari Surabaya

  8. Ping balik: Festival Film Eropa 2011 | thePOWER ofWORDS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s