Malang Bag. 6: Ngarung

postingan terkait sebelumnya: Malang Bag.1: Keberangkatan, Malang Bag. 2: Tur Kampus, Malang Bag. 3: Workshop, Malang Bag. 4: Wisata, Malang Bag. 5: Sarang Aktivis.

***

P1120077 kata ‘ngarung’ mungkin berasal dari ‘arung’ atau mengarungi. saya juga tak tahu yang tepat bagaimana. namun yang jelas kata ini saya rasa tepat untuk menggambarkan kegiatan saya ketika itu yang menyisiri kota Malang sendirian dan di malam hari pula. sebetulnya ini pun ada kaitannya dengan artikel Malang Bag. 5: Sarang Aktivis. boleh dibaca artikel sebelumnya yang dimaksud jika teman-teman ingin.

ya, seperti yang pernah saya tulis dalam Malang Bag. 5: Sarang Aktivis, saya nekad pergi menuju sekretariat KAMMI Daerah Malang di malam hari. sebenarnya buat saya belum terlalu malam, karena saya berangkat kesana sekitar pukul 18.30. padahal sebelumnya saya sudah diingatkan bahwa KAMMI memberlakukan jam malam bagi teman-teman akhwat (perempuan) yang ingin berkunjung kesana. jam malam yang dimaksud sekitar pukul 18.00 untuk kunjungan ke kantor sekretariat dan jam 20.00 untuk di luar sekretariat. tapi yang namanya nekad, ya tetap nekad. karena saya pikir saya belum punya waktu lagi selain malam itu. phuih, gara-gara workshop harus selesai setelah maghrib jadinya saya tidak jadi berkunjung kesana sore hari.

sebetulnya saya nekad berkunjung di malam hari, dikarenakan saya juga sudah dapat izin dari advisor kantor yang saya anggap sebagai ‘tetua’ di rombongan kami. maklum-lah saya ini anak bawang yang paling kecil dan paling muda diantara mereka yang jauh lebih tua daripada saya dengan jabatan yang juga tak bisa dianggap remeh. akhirnya setelah ‘dititipkan’ teman sekamar yang kebetulan juga ingin jalan-jalan di malam hari, saya di-drop di daerah MT Haryono, Malang. dari sana, setelah nanya arah ke tukang gorengan dekat indomaret MT Haryono, akhirnya saya naik angkot sekali hingga perempatan lampu merah. dari sana saya jalan kaki menuju daerah Gajayana, tepatnya Indomaret Gajayana. awalnya saya sempat bingung dan nyasar di daerah tersebut. namun berbekal alamat yang tersimpan di HP dan keberanian bertanya pada orang lain, akhirnya saya sampai juga di depan sekretariat KAMMI Daerah Malang. namun diluar dugaan saya, saya tidak dapat masuk ke dalam. yang saya dapat malah sms penolakan dari penghuni sekret. :mrgreen:

from andrik: afwan jiddan, sekret kamda ga bisa nrima tamu akhwat malam hari.

tuing-tuing. saya bengong bacanya. ternyata serius saya tidak diterima. tidak ada yang menyambut saya, sehingga saya hanya berdiri di luar pagar hingga saya mendapat sms lagi, yakni sebuah nomor HP milik Yoan, seorang akhwat KAMMI Malang. akhirnya saya pun menelepon Yoan dan kembali pulang menuju penginapan. sendirian! di malam hari! tumben sekali ya, biasanya saya tidak pernah berani jalan sendirian di kota asing yang tidak pernah saya kenal sebelumnya. jangankan di kota orang lain, di kota saya sendiri saja saya takut banget nyasar kalau jalan sendirian. tapi entah kenapa di Malang saya berani jalan berbekal intuisi. saya merasa berani saja, bebas saja, dan merasa familiar dengan jalan-jalan dikota ini (*boong tuh, padahal kudu nanya jalan dulu sama tukang gorengan dan penjaga indomaret. :D)…

sepanjang perjalanan dari terminal Landongsari menuju University Inn, saya memandangi pinggir jalan dan sekitar saya dengan seksama. saya melihat banyak mahasiswa duduk lesehan di trotoar-trotoar pinggir jalan entah itu sekedar nongkrong, ngobrol atau bahkan main gaplek dan ngopi. waduh, di Jakarta udah jarang tempat untuk lesehan kayak gini. :mrgreen: tapi saya pikir-pikir lagi, kok kayak gak ada kerjaan ya para mahasiswa itu main gaple malem-malem di pinggir jalan, kenapa engga baca buku ajah? hehe,,,

lantas perjalanan saya berakhir di depan University Inn, menunggu Yoan menjemput saya untuk pergi ke kosan-nya malam itu. hanya satu jam di kosan Yoan sebelum saya kembali diantar pulang kembali ke penginapan. 🙂

Iklan

27 thoughts on “Malang Bag. 6: Ngarung

  1. tahu nggak dil? mereka main gaple (kok gaplek sih..ntar dikira makanan dari singkong loh 🙂 )bisa jd krn lagi refreshing stlh menghabiskan waktu untuk belajar… ha..ha.. padahal kebanyakan mahasiswa klo mau ujian dng SKS=sistem kebut semalam, toh?

    suasana malam di malang, jika dibandingkan dng bekasi masih ramean mana dil?

  2. wah sebenarnya itumah peraturan untuk akhwat daerah malang , kan dhila orang luar daerah harusnya ada pengecualian. kenapa begitu ? pengurus kamdalah yang jelasin. Sebaiknya sebelum sampai di tempat sudah ada yang mandu. sehingga dhila tidak repot-repot dan lebih nyaman jalannya. Tapi malang aman kok

    Mahasiswa yang main gaplek masih mendink lebih dari itu, kadang banyak juga yang ngeboat , beler dan nga beres . fakta kapan -kapan (Insya Allah akan aku posting ) tentang kehidupan mahasiswa brengsek sebuah fakta . entah kapan … ya sering saja datang dan kunjungi

  3. dhila bandel siy.. dah dibilangin ga boleh tetap aja nekad! tapi senang juga , bakal jadi kenangan tak terlupakan.. besok-besok klo nyasar malam di malang dhila udah berani, serasa jadi preman malang 😛

  4. Dhila, saya suka foto diatas, ekspresif tidak harus berobjek dan menggambarkan kegalauan hati seorang akhwat yang tidak diterima kunjungannya karena sudah lewat jam berkunjung..( sok tau..hehe )

  5. duh, Dila bunda sangkain arung jeram gitu lho,
    ternyata karena dila bandel, pakai pulang kemaleman segala ya, nanti kalau sering2 bisa jadi preman lho Dila……….:D 😀 😀
    salam.

  6. malam di Bekasi juga rame kok mba dhil, apalagi di sekitar rumah mba dhila di kawasan PUP, wah, itu yang namanya mau masuk ke Marakash jalannya antri…
    belum lagi adanya pasar kaget di sekitar situ…
    hehehehe..(hapal bgt yah?…)

    bagus juga mba dhila, sesekali mendobrak aturan…hahaha
    selama itu baik bukankah sah2 saja?..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s