Lho, Dila Mau Kabur Kemana??

lho, beneran yah judul diatas? jikalau dila mau kabur? mau kabur kemana ya? eheheh… engga kok, engga kabur. tenang teman-teman, dila engga akan kabur. masa cuma gara2 diomelin bos jadi mau kabur sih. lagian masalah itu alhamdulillah udah clear. thanks teman sebelumnya yang udah support segala macam. 🙂

P1090011lalu, akan kemana? saya cuma akan pergi sebentar satu minggu kedepan menuju daerah timur Jawa. dengan siapa? dengan para staf kantor, termasuk bos yang kecewa dengan saya itu. :mrgreen:

dan alhamdulillah udah kelar packing juga. padahal awalnya saya bingung mau bawa baju apa dan berapa banyak. tapi, semua tuntas sekarang, meski agak lama mikirinnya. 😀 yang jelas satu tas batik besar dan satu tas ransel kesayangan cukuplah utk 1 minggu.

P1090012

bingung mau bawa buku yg mana? dan pilihan ttp jatuh pada PERAHU KERTAS. tx utk Guskar atas novel ini. 🙂

keberangkatan ke daerah timur Jawa, masih hari Senin (2/11) nanti. tapi prepare sekarang justru lebih baik. apalagi hari Senin nanti saya harus ada di terminal udara pagi-pagi, karena Bemo yang suka make trayek udara itu akan berangkat jam 8 teng. kalau tidak, tiket bolak-balik saya yg seharga sekitar 116 US$ (padahal ini udah kelas ekonomi lho. mahal banget yah!!) akan hangus begitu saja. sayang banget kan??

hmm… teman-teman, doakan dila ya. semoga selamat sampai tujuan, biar bisa buat journey report juga ttg perjalanan dila selama seminggu disana. :mrgreen:.

Indonesia Library & Publisher Expo 2009

akhirnya, setelah lama meninggalkan kamera pocket milik saya yang sudah cukup bulukan teronggok dalam lemari tanpa aktivitas, saya pun melepas rindu dengan mengajaknya pergi ke Indonesia Library and Publisher Expo 2009 di Istora Senayan. pameran ini merupakan pameran perpustakaan yang ada di Indonesia khususnya perpustakaan milik pemerintah baik yang ada di pusat maupun daerah. berikut hasil citizen journalism yang saya lakukan pada 23 Oktober 2009 kemarin.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA

keterangan:

  1. Istora Senayan tampak dari depan. pameran ini tampak sepi di Jumat siang. maklumlah sangat tepat dengan sholat Jumat ketika saya ambil gambar ini.
  2. booth Perpustakaan MKRI
  3. booth Badan Perpustakaan dan Arsip DKI Jakarta
  4. gambar 4-5-6 diambil dari booth Perpustakaan Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatra Utara. ada yang sudah pernah mendengar nama kota ini? kalau saya sih baru pertama kali. berkesan dengan booth ini karena saya dan teman saya mendapat beberapa buku yang merupakan arsip cukup penting dari mereka. beruntung mereka masih punya simpanan lebih banyak. wah, lumayan, harta karun berharga. 🙂
  5. booth Perpustakaan Nasional. tampak gelap yah. mungkin posisinya tidak enak untuk diambil gambar. booth ini sebenarnya booth paling besar. hanya saja saya hanya mengambil satu sisi gambar dan ini pun tampak gelap.
  6. gambar 8-9 diambil dari booth Perpustakaan Kabupaten Papua. bapak-bapak penjaga booth-nya baik sekali dan yang paling berkesan ketika mereka bilang, “ini teman kita juga”. 😀
  7. booth Badan Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Parigi Muoton, Sulawesi Tengah. tampak masih ditutup karena waktu sholat jumat.
  8. booth Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.
  9. booth Perpustakaan Daerah Prov. Sumatra Utara.
  10. booth Kota Provinsi Papua.

sebenarnya masih banyak booth yang belum saya ambil gambarnya. tapi tak apalah. ini toh cukup mewakili. tapi yang jelas, saya cukup menyayangkan karena tidak seluruh daerah mengirim perwakilannya untuk membuka display perpustakaan dan arsip milik mereka di momen ini. semoga tahun depan lebih meriah acaranya. 🙂

P.S. Thx to Lia Amalia yang sudah saya paksa-paksa untuk menemani saya menjalani hari itu. 🙂

Diomelin Bos

*Dapatkan kau tetap bijak, walau kepercayaan tertikam dari belakang. dapatkan termaafkan salah, lalu panjatkan syukur dan meredam prasangka* ~Thufail Al-Ghifari on INTEGRITAS.

pernah teman-teman merasa bersalah? pernah teman-teman merasa kecewa dengan diri sendiri? itulah yang saya rasakan kini. baiklah, bukan bermaksud mengumbar aib, tapi biar teman-teman sekalian bisa mengambil hikmah dari apa-apa yang terjadi pada saya saat ini.

bermula ketika saya diamanahkan untuk hadir dalam PESTA BLOGGER 2009 pada hari Sabtu, 24 Oktober 2009 kemarin. saya sangat senang pada awalnya. dan excited sekali untuk hadir disana. namun sayang, ada hal-hal yang membuat saya menyengajakan diri untuk tidak hadir. saya tidak akan memceritak detail disini bagaimana proses *kejahatan* saya itu berlangsung. intinya saya pun mengingkari janji kepada atasan saya itu. dan saya pun tidak datang pada akhirnya.

lalu hari Senin (26/10) pun tiba. saya diam dan bekerja seperti biasa. tidak ada sapa pagi di hari itu. tidak ada sama sekali. *dasar bawahan yang kurang ajar dan tidak tahu sopan santun*, saya benar-benar diam hingga bos saya sendiri yang menegur saya pada akhirnya.

“Dhila! What’s happened? bagaimana hari Sabtu??? saya disana sampai pukul setengah tujuh malam. ada sekitar 2000 pengunjung disana.”

“Oh, sir. sorry. I forgot that moment.”

“But kamu… kamu… you didn’t tell me!”

“Ya…” saya melanjutkan berbagai alasan dengan grammar bahasa inggris yang kacau balau. ngomong biasa ajah udah kacau. apalagi ngomong dalam keadaan cemas.

“Oke, you should go home that saturday. but you didn’t tell me.””

saya pun melanjutkan alasan dengan perasaan sakit. kecewa dengan diri sendiri.

sampai saat saya menulis artikel ini, saya masih merasakan lubang dalam yang menyakitkan itu, teman. saya yang sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak pernah mengecewakan orang lain, siapapun dia, malah berlaku seperti itu. saya yang sudah berjanji untuk baik kepada siapapun, malah ingkar janji. janji tinggal janji. dan itu menyakitkan hati saya. saya tidak perlu hukuman lagi atas omelan-omelan yang ditujukan pada saya. namun perasaan bersalah ini sudah cukup menyiksa diri. ya, saya mudah merasa bersalah dan merasa tidak enak pada orang lain. namun tetap saja terulang lagi. habluminannas (hubungan antar manusia) saya memang merah nilainya. lalu haruskah saya men-terpurukkan diri saya dengan mengubah status saya yang anti-sosial menjadi A-SOSIAL??? menyedihkan.

pada awalnya, malam ini ialah malam yang saya rencanakan untuk menjadi malam yang indah. saya akan menonton film prancis, lalu membaca sisa novel yang belum terbaca, juga melakukan beberapa packing. tapi sayang, hati merasa tidak begitu nyaman. sehingga entah saya akan melakukan hal2 tersebut atau tidak.

*Biarkan setiap detik ini berjalan. Dan waktu pun akan segera bicara, di hinanya cerita yang menghias arti perjalanan kita. Kadang pula, duka memiliki wejangan yang jauh lebih bermakna. Bersama air mata ku coba mengambil hikmah. Dan menge-evolusikan semua menjadi suka.* ~Thufail Al-Ghifari on INTEGRITAS.

pelajaran kali ini ialah, kita harus lebih berhati-hati dalam berhubungan dengan orang lain, siapapun dia. berusaha tepati janji yang telah disepakati seberapapun kecilnya. dan satu lagi, INTROPEKSI DIRI.

berkali-kali saya diingatkan soal intropeksi diri oleh banyak teman. ketika itu salah satu teman dekat bilang, “Dhila, MUHASABAH ya.”

*Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘aalihi wa ashbihi ajma’iin
Duhai Allah Yang Maha Kaya. Ampuni.. segala kecerobohan kami terhadap semua nikmat yang Kau beri Ya Allah… Ampuni keengganan kami menolong orang-orang lemah disekitar kami. Ampuni kesombongan kami terhadap orang-orang yang tiada berdaya disekitar kami. Ya Allah, tolongkan kami, menjadi pribadi yang indaaah, Ya Allah. Limpahi kami dengan rezkiMu yang halal, berkah, melimpah. Dan jadikan kami menjadi jalan bagi hamba-hambaMu.* ~Aa Gym on INTEGRITAS.

P.S. ada yang ingin berbagi soal perasaan yg sama dengan saya? atau ada yang ingin berbagi solusi tentang apa yang harus saya lakukan besok? mungkin ada seorang bos disini yang pernah merasa pula di-kecewakan anak buahnya? lalu bagaimana anda memaafkan anak buah anda? lalu sebaliknya, yang menjadi anak buah di kantor, bagaimana sikap kalian ketika tengah mengecewakan bos? butuh bimbingannya.

Kenapa To Kill A Mockingbird?

“Karena kalian anak-anak dan kalian bisa mengerti” – Dolphus Raymond dalam To Kill A Mockingbird karya Harper Lee: 365.

Mockingbirdfirst

pernyataan diatas yang diwakilkan oleh salah satu karakter pendukung dalam sebuah novel terlaris dan sangat luar biasa karya Harper Lee, To Kill A Mockingbird, ialah merupakan landasan dasar pemikiran dari novel ini. ini murni pendapat saya ya. jadi jangan sampai diangkat lagi menjadi sumber untuk makalah analisa nantinya. landasan pemikiran bukan berarti juga sebagai pesan moral, namun yaa merupakan inti kecil yang juga harus dianggap penting.

jadi begini, Lee, sebagai sang penulis, secara tak langsung ingin menunjukkan bahwa sesungguhnya terkadang anak-anak dapat menjadi lebih peka, lebih bijak dan dewasa. di awal novel ini, kita disuguhkan sebuah pernyataan dari Charles Lamb yang menyatakan, “Pengacara, kukira, pernah jadi kanak-kanak.” meskipun yang pernah menjadi anak-anak bukan hanya pengacara saja, tapi juga seluruh manusia. tetapi karena karakter utama dalam novel ini ialah pengacara (Atticus Finch) dan adegan-adegan pentingnya kebanyakan membicarakan hukum, maka sungguh tepat jika Lee mengutip perkataan Lamb yang ini.

169957 To Kill A Mockingbird ialah sebuah novel karya Harper Lee satu-satunya (Lee tidak pernah menerbitkan buku lagi setelah ini), yang terbit pada 1960. ia merupakan hasil dari pengamatan dan pengalaman penulisnya ketika kecil di kampung halamannya pada sekitar tahun 1930-an. Lee mengangkat isu sosial yang sangat sensitif yakni rasisme yang memang rentan terjadi di Amerika, juga masalah pemerkosaan. namun yang menarik disini ialah, lagi-lagi, ia menggunakan sudut pandang seorang anak kecil. anak kecil bernama Jean Louis ‘Scout’ Finch inilah yang berperan menjadi narator ‘AKU’ (orang pertama) yang bertugas untuk mengawal perjalanan cerita ini. sehingga mungkin masalah serius dan kritis yang diangkat sang penulis disini tidak terlalu berat dibaca dan dipandang oleh reader karena kehadiran anak-anak kecil yang dominan. apalagi disini mereka mendapat porsi yang cukup besar untuk ikut campur dalam urusan orang dewasa di sekitarnya.

menceritakan sebuah keluarga kecil dari seorang pengacara di kota kecil Maycomb, Alabama, USA. pengacara yang bernama Atticus Finch ini tinggal bersama dua orang anaknya yang sedang bertumbuh yakni Jem Finch dan Jean Louis Finch (Scout), juga seorang pembantu berkulit hitam mereka, Calpurnia. masalah datang ketika Atticus memutuskan untuk membela seorang Nigger (sebutan untuk warga berkulit hitam di USA) yang dituduh melakukan pemerkosaan terhadap wanita kulit putih di pengadilan. keluarga tersebut jadi bahan kucilan orang-orang kulit putih lainnya. pada awalnya Jem dan Scout tidak terima atas penghinaan yang diterima mereka. namun semakin diberi penjelasan ayahnya mengenai sopan santun dan tata krama hidup berdampingan (bahwa tidak dibenarkan alasan apapun untuk menyerang orang lain), akhirnya mereka pun, terutama Scout, mengerti. di Amerika ketika itu hukum rasisme (kulit putih selalu diatas kulit hitam) memang sangat kuat. kulit putih akan selalu menang dan benar daripada kulit hitam. nah, disini, keluarga Finch mencoba untuk menunjukkan pada kawan-kawan kulit putih lain bahwa anggapan itu tidak benar.

novel ini menjadi novel yang sangat sukses di Amerika Serikat. dan ia masuk dalam daftar buku yang wajib dibaca kedua setelah Injil. akhirnya dua tahun kemudian, yakni pada tahun 1962, novel ini diangkat ke layar lebar dengan sutradara Robert Mulligan. sungguh prestasi yang tak bisa dibilang rendah untuk sebuah novel yang baru terbit. ditambah filmnya pun laris manis hingga mampu pula meraih penghargaan Oscar.

saya harap teman-teman bisa ikut membacanya. karena sungguh, novel ini memberikan pesan moral yang luar biasa tanpa harus menggurui.

Kau tidak akan bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya… hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.” – Harper Lee.

Thanks to Thufail Al-Ghifari

bukan untuk idola dan diidolakan semua karya ini. tapi cuma sekedar menunjukkan keterbatasan diri. jika ada yang berharap menjadi raja, maka disini bukanlah tempat yang cocok untuk dirinya. irama ini hanyalah bisikan yang selama ini gagu. gagasan ini hanyalah geliat yang selama ini kaku. … … lisan yang selama ini selingkuh dengan dusta, kita bersihkan dengan asmara. dulu kita masih kecil, lebih kecil dari lubang jarum. sekarang saat kita sudah besar, tanggung jawab kita bertambah-tambah. sudah bisa dinilai orang. karena kita sudah sering kelihatan. berhati-hatilah dengan sanjung puji. karena mengharap sanjung puji hanya ada di benak bukan orang yang terpuji. (Thufail Al Ghifari on INTRO)

Sudah lama saya ingin sekali menulis ini. tentang Thufail Al-Ghifari. Seorang rapper muslim Indonesia yang saya banggakan. Lirik-liriknya yang keras, menggelitik, mengkritik sangat saya sukai. tidak peduli jika terlalu keras karena kritik. toh terkadang saya lebih suka lagu humanis dan kritis daripada lagu cinta yang mellow. bisa dibilang untuk urusan genre pop atau lagu populer saya lebih memilih lagunya Iwan Fals daripada lagunya KD. tapi untuk sekian lagu, saya paling suka lagunya Thufail Al-Ghifari. seorang rapper yang juga seorang muallaf. sebab terlahir dari keluarga pendeta.

ya, ia hanyalah seorang rapper biasa yang terlahir dari keluarga pendeta yang religius. namun pencarian kemurnian melabuhkan hatinya kepada Islam pada tahun 2002. karir bermusik sudah ia mulai sejak SMP kelas 2 dengan membentuk band Raflesia. dan hal ini berlanjut hingga ia duduk di bangku SMA, dengan membentuk band yang berbeda-beda. hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk bersolo karir setelah band terakhirnya, Stompkin, bubar. namun solo karir pun tidak semulus yg dibayangkan. butuh waktu 2 tahun sebelum album pertamanya ‘Syair Perang Panjang’ dirilis. sebab ia telah terlahir dari pembinaan keluarga kristiani selama 20 tahun dan mungkin ini halangan terberatnya, dari keluarga yang taat pada agama lamanya. selain itu, album pertamanya yang juga merupakan indie label ini menuai banyak kritik. meski pada akhirnya Thufail tak pernah peduli dengan kritik dan tetap melanjutkan merilis album pertamanya yang luar biasa ini. untuk profil Thufail Al Ghifari selengkapnya bisa dilihat disini.

Kenapa saya berterima kasih untuk Thufail? sebab, musik-musiknya selalu menemani saya ketika saya tengah berkutat dalam hal-hal yang sulit seperti di saat saya sedang mengerjakan skripsi dan merasa terpuruk dengan hal itu. ketika saya merasa lemah dan terpuruk akan kekuatan diri dan merasa terzholimi dan merasa kecewa dengan apa yang diberikan Tuhan kepada saya. lirik-lirik Thufail yang mengingatkan bahwa pemikiran saya ketika itu salah. tapi kadang merasa bersalah juga terlalu menjadikan musik Thufail sebagai tameng iman dan hati. padahal ada murottal yang bisa membangkitkan semangat keimanan. dan pasti Thufail sendiri juga tidak setuju dengan aksi saya ini. karena ia tidak suka jika lirik hip hopnya sampai dipuja secara fanatis.

lirik terbarunya ialah DEMOCRAZY. sangat kejam dalam mengkritik. hihi.

Hati-hati freemasonri
Terbangun Dari Rotasi Konspirasi
Energy Hirarki Para Tirani
Kamuflase Hak Asasi

tapi yang paling saya suka ialah lagu INTEGRITAS. sangat menggugah. untuk lihat video klipnya bisa lihat disini.

Dapatkah kau tetap bijak? Walau kepercayaan tertikam dari belakang. Dapatkah termaafkan salah? Lalu panjatkan syukur dan meredam prasangka, reduksikan amarah di indahnya hegemoni kita. Di hadirat Ilahi ku bertahan. Dalam telapak tanganNya ku berteduh. Dan iman ini sejukkan nurani. Masih perdulikah Tuhan pada diri ini? Entahlah! Bersyukur lalu ku bersujud, rebahkan lutut takkan ku ratapi maut. Disetiap batas waktu ku berserah, dan restui rencana perjuangkan takdir hidupku. Jika dapat ku bentangkan mimpi, dan ijinkan ku menjinakkan duka. Karena mata ini terlalu lelah menyimak derita, dan hati ini terlalu letih menapaki hari. Disetiap langkah, ku menyimak nestapa. Waktu yang selalu melukis cerita; luka, duka dan suka. Menjadikan semua kenangan yang penuh canda tawa. Kadang hari pula begitu membosankan, menyulut emosi di setiap batas-batas mimpi kita. Kau dan aku, kawan, kita semua, akan ku kenang selalu di dalam hatiku…

Kuharap kau..tetap terjaga..tirai-i langkah dengan doa..Kuharap kau.. tetap terjaga..tirai-i langkah dan doa..

dan sekarang ini, tepatnya sejak setahun lalu, Thufail sudah vacuum dari solo-nya. ia kini berada dalam sebuah band rock n roll yang bernama THE ROOTS OF MADINAH. dalam band tsb, Thufail menjadi lead vocal. untuk lebih lanjut bisa dilihat di http://therootsofmadinah.multiply.com/

sumber:

http://thufailalghifari.multiply.com/; http://therootsofmadinah.multiply.com/; http://nasyidindonesia.co.cc/; http://topikliriklagu.com/.