Resep Asinan Lebaran Ala Chef Dila ^^

Well, ini bukan resep baru sebenarnya. cuma gaya-gayaan saya sebagai perempuan yang lumayan gak bisa masak, trus nyoba2 belajar masak. hihi. bermula disuruh emak-mama-bunda-bundo-ummi-enyak-mami-ibu bikin asinan. saya sih mau dunk ya, tapi tetep bikinnya sesuai instruksi ibu yang merupakan koki handal keluarga. bayangin aja, wanita karir kayak ibu yang tiap hari kudu berangkat pagi2 dari rumah, tetep peduli sama masak utk keluarga. masakannya gak simple lagi, alias jarang masak yg instan2. seringnya masak yg ribet kayak opor dan semur, padahal kudu berangkat pagii lhoo. ibuku hebat kan. hehe. eh, kok jadi ngomongin ibu sih. lanjut ke resep asinan yg saya buat yaa. m004

Bahan:

  • Buah-buahan segar (klo saya sih manfaatin buah-buahan yang udah lama ada dalam kulkas. sayang kan daripada gak kemakan, mending dibuat asinan supaya rada awet)
  • Cabe merah + Garam (Cabenya terserah mau seberapa banyak. klo saya sekitar 15-20 cabe merah. kemudian ditumbuk kasar beserta garam ya. coz kaya ibu klo asinan itu cabenya kasar-kasar, memang mau bikin bumbu rendang klo dihalusin? hihi)
  • Air (umm berapa cc ya? secukupnya deh… tapi kira2 segayung cukup hoho)
  • Gula secukupnya dan Cuka secukupnya (jangan kebanyakan atau kekurangan ya)

Cara Buat Asinannya ^^:

  • pertama, kupas dan potong-potong buah yang akan dijadikan bahan dasar asinan. lalu simpan dulu.
  • Lalu tumbuk cabe merah dan garam secukupnya.
  • kemudian, siapkan air (segayung atau lebih deh) dalam panci dan masukkan bumbu cabe merah yang sudah ditumbuk kasar tadi. Lalu tambahkan gula secukupnya. yang banyak juga boleh klo suka manis. 🙂
  • Masukkan cuka secukupnya (kira2 dua sendok makan deh atau lebih gapapa, asal sesuai dengan takaran air yang dimasukkan dalam panci)
  • Masukkan Buah yang telah dipotong2, tunggu hingga mendidih dan bumbu meresap dalam buah.
  • Jika telah mendidih dan kira-kira meresap, angkat dan dinginkan. klo udah dingin, silahkan dimakan. hehe…

Naaahh begitu, Asinan Lebaran ala Chef Dila. hoho… simple kan (tapi cara penyampaiannya aneh ya. gak kayak Farah Quinn :mrgreen:). 🙂