Yang Berkesan Saat Wisuda

heheh, wisuda udah beberapa minggu yang lalu, tapi saya baru bisa posting kesan-kesan wisuda hari ini. :mrgreen:

  • Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat

PB100002beliau keren ya. senyumnya itu lho, nampak tulus pas di panggung wisuda kemarin. foto ini diambil setahun lalu (2008) di auditorium utama. dan sebenarnya beliau tidak sendirian di foto ini. ada saya di samping kanannya dan teman saya di samping kirinya. tapi sengaja saya crop. hehe

  • Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. Abdul Khoir, MA

S4025285foto ini saya ambil sekitar dua tahun lalu (2007) ketika saya dan seorang teman mewawancarai beliau di ruang kerjanya untuk kepentingan buletin LDK Komda Fakultas Adab dan Humaniora (FAH). beliau ramah dan baik hati. 🙂

  • Lagu ‘Jangan Menyerah’-nya D’Massiv yang dinyanyikan salah satu wisudawati
  • WALI

sebenarnya saya gak terlalu excited. cuma kaget ajah si- Apoy ikut diwisuda satu angkatan sama saya. hoohooo.

WaliBand-OrangBilang2008

  • Prasetya Sarjana

berikut ialah 3 point prasetya sarjana UIN SyaHid yang selalu dibacakan tiap wisuda:

Bismillahi al-Rahman al-Rahim

Asyahadu An la ilaaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammadan Rasul Allah

Kami Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berprasetya:

  1. Sebagai alumni UIN, kami akan selalu menjaga nama baik almamater, berusaha mengembangkan pengetahuan Islam dan mengabdikannya kepada kepentingan bangsa, negara, dan perikemanusiaan.
  2. Sebagai Sarjana Muslim, kami akan patuh dan setia melaksanakan ajaran-ajaran Islam dan selalu sadar akan tanggung jawab kami terhadap kesejahteraan umat dan masa depan bangsa dan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
  3. Sebagai warga negara Republik Indonesia yang baik, kami akan menjalankan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya, dan mengutamakan kepentingan agama, bangsa, dan negara di atas segala kepentingan lain-lainnya demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur di bawah lindungan Allah SWT.
  • Hymne UIN

UIN harumlah namamu Islam pusat kajianmu | Menjadi lambang keagungan bangsa berasaskan Pancasila | Pembangun jiwa serta penggali api Islam yang hak dan sejati | Pengembangan jiwa patriot nusa tanah air baktimu | Jayalah negara Jayalah Bangsa UIN Bakti nyata

Info Tempel

ini adalah info tempel, bukan posting terbaru saya. jadi untuk melihat posting terbaru saya cukup lihat posting dibawah info tempel ini. m069

pada info kali ini saya cuma ingin memberitahukan bahwa saat ini dan insya Allah untuk seterusnya, saya akan menjadi kontributor di http://bukubaru.net disana akan terdapat resensi-resensi saya tentang buku-buku yang telah saya baca. jika berkenan, mohon mampir kesana.

dan juga mohon kunjungi situs http://artikelindonesia.us buat informasi atau berbagai artikel yang cukup bermanfaat, juga http://duniabola.org buat yang suka bola, dan yang terakhir http://motivasidiri.net buat teman-teman yang mau baca kisah-kisah motivasi. trims atas perhatiannya. m037

PS. juga mohon klik link disini untuk mencari Blogpreneur Sejati yah.

Di dalam Rutan

di tengah rutan diam sesaat. napi-napi patuh memberi hormat. namun entah mengapa polisi kurang cermat. sebab beberapa jam kemudian banyak peluru nyasar melompat. semua napi jadi kutu loncat. kabur dari jeruji besi yang mengikat. polisi-polisi berhamburan mengejar dengan cepat. tanpa peduli di dalam ada salak-salak berasa sepat. mereka terus berlari mencegat dan mencegat. hingga akhirnya hanya seorang napi yang didapat. ialah seorang kakek tua berkulit hitam pekat. para polisi menghembus nafas kuat-kuat. mereka tercekat …

Sukabumi, 17 Januari 2004 @ 7.26 WIB

PS. ini merupakan puisi yg saya buat ketika masih berumur 16 tahun atau ketika saya masih duduk di bangku SMA kelas 3. sebenarnya bentuk puisi ini berbait-bait. namun kini saya mengubahnya dalam bentuk prosa saja. biar seperti cerita. saya memang suka sekali membuat puisi beralur dongeng atau kisah ketika itu. sampai2 tidak terasa sudah ada lebih dari 200 puisi yang saya ungkapkan dalam 5 buku tulis kosong. sekarang entah kemana buku-buku itu. saya memang tidak berbakat menjadi seorang penyair, sebab menjaga karya sendiri saja tidak bisa. salam semangat untuk semua.

Brick Lane on the Novel and the Movie

Akhirnya kerinduan bersambut juga setelah sekian lama saya tidak mengulas buku dan film di blog ini. Sebenarnya bukan saya tak ingin mengulas buku yang sudah saya baca atau film yang telah saya tonton di blog yang full curhatan kosong ini. Namun semata-mata hal ini disebabkan sudah dua bulan ini saya tidak membaca buku apapun. Ah payah juga saya ini, padahal saya berjanji dan mentargetkan pada diri saya sendiri untuk membaca minimal dua buku dalam sebulan, namun sayangnya saya mengingkari hal tsb. Buku-buku yang sudah saya beli dan saya pinjam, harus bersabar menanti dibaca oleh penulis bodoh ini. Sebenarnya pun bukan karena tidak ada waktu, namun lebih karena rasa malas yang menggunung. Tapi yang lebih benar sih karena dalam dua bulan ini saya kesulitan menamatkan sebuah novel special yang saya beli dengan harga special juga yakni Rp. 225.000,-. Novel tersebut ialah novel berbahasa Inggris berjudul ‘BRICK LANE’.

51320ZiTg6L._SL500_AA240_ Brick Lane

Saya pun sebenarnya juga telah membaca buku ini sejak Januari 2009, karena saya memang membelinya pada bulan tsb pula. Niat awalnya sih karena ingin membantu teman yang tengah mencari bahan untuk skripsi. Dan saya berniat novel ini agar dibahas teman saya itu untuk skripsi, namun akhirnya tidak jadi karena ternyata telah ada teman saya yang lain yang lebih dulu membahas novel ini. buat teman-teman yang udah baca novelnya, yuk kita bahas bareng novel ini. dan buat yang belum, bisa baca artikel dibawah ini sebagai referensi.

Novel karya Monica Ali ini sangat menarik. Sampai-sampai novel ini menjadi nominasi untuk beberapa penghargaan seperti ‘the National Book Critics Circle Award’ dan ‘the Los Angeles Times Book Prize Shortlisted for the the Man Booker Prize’. Novel ini pun juga di-filmkan dengan judul yang sama.

Brick Lane menceritakan tentang seorang wanita Muslim Bangladesh bernama Nazneen yang dijodohi dengan seorang laki-laki (Chanu) yang 20 tahun lebih tua darinya. Setelah menikah ia diboyong suaminya ke London. Ia pun ikut suaminya dan meninggalkan kampung halamannya dan orang-orang yang dicintainya termasuk adik semata wayangnya yang bernama Hasina. Sebagai seorang Muslimah yang baik, ia mencoba untuk tidak bertanya apapun tentang takdir dan hidup yang dijalaninya. Namun suatu ketika ia terlibat affair dengan seorang pemuda tampan (Karim) yang radikal dan lebih muda darinya.

Begitulah singkat cerita novel tsb. Meski sebenarnya isinya lebih rumit dari itu karena banyak isu yang ditawarkan sang penulis disini. Sampai-sampai saya bingung ingin menuliskan hal yang mana dulu, hoho. Karena saya ingin membahas novel dan filmnya sekaligus. Moga-moga teman-teman blogger gak bosen baca ulasan saya ini yah. Soalnya kayaknya bakalan panjang kali lebar nih. :mrgreen:

  • Isu Ke-Islaman

Oke, yang pertama ialah mengenai Islam itu sendiri. Nah, ini pun dijabarkan dengan masalah yang tidak sederhana dalam novel ini. Pertama tentang takdir. Nazneen dilahirkan dari seorang ibu yang bersifat dan bersikap pasrah terhadap takdir Tuhan. Contoh kecil ketika Nazneen lahir, ia tidak menangis sama sekali dan terlihat seperti mengalami gangguan kesehatan, namun ibunya yang dipanggil ‘Amma’ itu tidak berusaha untuk membawanya ke dokter meski sudah disarankan oleh keluarganya yang lain. Ia memiliki motto, ‘whatever I did, only God decided’. Dan hal inilah yang menurun pada Nazneen. Dalam novel ini pun dinyatakan bahwa seorang manusia itu tidak boleh sepenuhnya pasrah tanpa berbuat apapun. Hal ini disampaikan lewat karakter sang bibi Nazneen yang bernama Mumtaz ketika ia berbicara pada Amma, “Sister, but until He reveals them we have to get on by ourselves”.

Kedua tentang refleksi ummat Muslim yang belum menjalankan ibadahnya dengan baik. Disini hampir semua karakter merefleksikan hal ini. Pertama, Nazneen, yang meski sangat taat dalam sholat namun ia hampir tidak pernah membaca Al-Quran (krn memang ia kurang pandai membaca huruf arab). Al-Quran hanya disimpan saja di tempat yang baik. Dan ia pun terpeleset melakukan hubungan gelap dengan Karim.

Lalu, tokoh Chanu yang merupakan suami Nazneen. Bisa dibilang ia merefleksikan seseorang yang beragama ‘Islam KTP’. Ya, hanya seorang Islam yang cuma memenuhi data statistik kepndudukan saja. Ia seorang yang berpendidikan dan sangat mencintai buku-buku miliknya. Namun untuk urusan Islam, ia menyimpannya dalam hati dan menganggap Islam ada dalam hatinya. “Islam is in here, in my heart.” Begitu katanya dalam film.

Kemudian tokoh Karim yang menjadi pacar gelap Nazneen. Ia merupakan gambaran seorang pemuda Muslim yang peduli dengan isu-isu umat Islam di seluruh dunia. Ia yang memberikan informasi pada Nazneen tentang kondisi umat Islam di dunia, mulai dari Palestina hingga Muslim di Afrika dan belahan bumi lainnya. Ia mendirikan gerakan komunitas Muslim yang dianggap radikal (Bengal Tigers) oleh pemerintah London. Namun ironisnya meski ilmu keislamannya cukup memadai (hadist, dsb) namun ia tidak cukup dalam mengaplikasikannya. Ia sendiri yang memulai hubungan gelapnya dengan Nazneen.

Lalu ada tokoh yang bernama Mrs. Islam. Ia adalah seorang wanita tua yang dikenal Nazneen di London. Ia pun berasal dari Bangladesh. Pada awalnya ia terlihat sangat baik dengan menasehati Nazneen akan banyak hal khususnya soal Islam. Namun dibalik itu ternyata ia adalah seorang lintah darat atau kasarnya pemakan riba.

Memang jarang ada Muslim yang menjalankan ibadahnya dengan sempurna. Apalagi yang nulis artikel ini. :mrgreen:

  • Isu Immigrant (Cultural Identity)

Karena novel ini bercerita tentang immigrant yang menetap di London, isu-isu immigrant pun tak lepas dari novel ini. seperti ketika misalnya Bengal Tigers mengadakan rapat perdana, terlihat dari cara mereka rapat mereka terikat sangat kuat dengan identitas asal Negara mereka yang pastinya melingkupi identitas Muslim mereka pula.

  • Isu Gender

Nah ini yang menarik. Tokoh utama dalam novel dan film Brick Lane ini ialah perempuan bernama Nazneen. Disini dijabarkan tentang berbagai karakter perempuan. Seperti perempuan yang pasrah dan hanya diam ketika ia menghadapi hidup yang diwakili oleh karakter Nazneen. Nazneen pun digambarkan sebagai perempuan yang sangat menghargai dan menghormati suaminya meski sebenarnya ia tidak mencintainya. Kemudian karakter perempuan yang pemberontak dan menentang aturan yang diwakili oleh karakter Hasina, adik kandung Nazneen. Ia diceritakan kawin lari oleh seorang lelaki yang dicintainya hingga akhirnya ia dikucilkan ayahnya sendiri. Ia menganggap hidup ini tidak harus selamanya pasrah dan harus berbuat sesuatu. Sangat kontras dengan Nazneen yang tidak pernah menyatakan keinginannya dan hanya diam dan diam. Namun justru inilah yang disukai Chanu dan Karim. Mereka menganggap perempuan seperti ini ialah perempuan yang ideal yang harus dimiliki laki-laki. Chanu dan Karim berkata tentang Nazneen, ‘the real thing’ dan ‘girl from the village’.

Satu lagi yakni mengenai masalah wanita karir, ada pernyataan dari tokoh Chanu ketika ia menanggapi permintaan istrinya untuk bekerja sebagai tukang jahit di rumah, “Some of uneducated ones, they say that if the wife is working it is only because the husband cannot feed them. Lucky for you I am an educated man” (Monica Ali, 2007:147)

Yaa, begitulah setidaknya permasalahan yang bisa saya tangkap setelah membaca novel ini. Andai saja novel ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pastilah dijadikan referensi untuk bacaan senggang yang wajib. Sayang, saya belum mampu menerjemahkan berlembar-lembar novel ini karena bahasa Inggris saya yang pas-pasan.

Oke, sekarang kita lanjut ke film Brick Lane yah. Monica Ali sebagai penulis novel ini berkata bahwa dalam ini adalah film yang cukup membuat heboh dan kontroversial. Berkali-kali pembuatan film ini mendapat protes dari kalangan tertentu. Namun Monica menganggap bahwa kebanyakan orang yang protes tsb ialah orang yang belum membaca novel Brick Lane ini. ya saya pun berpikir begitu. Namun mungkin ya memang wajar jadi kontroversial karena isu yang diangkat dalam novel ini cukup sensitive.

Ketika selesai menonton filmnya via internet secara online (bukan download) saya langsung mengambil kesimpulan, ‘wow, cerita yang diangkat tidak serumit dalam novel’. banyak yang bertanya-tanya termasuk saya, bagaimana caranya sang sutradara memasukkan lembaran-lembaran novel yang masalahnya sungguh kompleks ke dalam sebuah film yang cuma berdurasi 100 menit. Sarah Gravon, sang sutradara pun menjawab ketika pertanyaan ini mampir pada dirinya, “That’s the kind of question I like”.

ya karena memang yang difokuskan disini ialah karakter Nazneen dengan kisah cinta segitiganya. Ya, sekilas memang kisah cinta segitiga. Namun jika mau dianalisa, sesungguhnya ini ialah pergulatan batin seorang perempuan dalam pilihan yang begitu menguras pikiran. Antara kepatuhan dan keinginan hatinya. Antara Chanu dan Karim. Antara kembali ke Bangladesh dan tetap tinggal di London. Pada akhirnya ia dengan brilliant mencoba memadukan kepatuhan dan keinginannya. Ia memutuskan hubungannya dengan Karim dengan alasan ia memiliki tanggung jawab yang cukup besar sebagai seorang ibu dan istri. Namun ia pun memutuskan untuk tetap tinggal di London bersama dua putrinya ketika Chanu mengajaknya kembali pulang ke Bangladesh. Menetap di London ialah keinginan hatinya memenuhi permintaan putri pertamanya untuk tetap tinggal.

Berikut ialah sutradara dan pemain yang terlibat dalam Brick Lane the Movie:

sarah Sarah Gavron (sutradara)

tannishta Tannishtha Chatterjee (Nazneen)

satish Satish Kaushik (Chanu)

christopher_simpson Christopher Simpson (Karim)

Untuk menonton filmnya, bisa klik di http://www.movie25.com/brick-lane_531.html

Dan untuk mengunjungi official website Brick Lane the Movie bisa klik http://www.bricklanemovie.co.uk/.

lb0905_brick_2_09-05-08_2JBERS2

Kota Tua Kayak Gini Lho …

Akhirnya main juga ke Kota Tua. Setelah sekian lama mengidam-idamkannya (lihat posting saya yg berjudul ‘Kota Tua Kayak Apa sih??’). saya pun berhasil ‘memaksa’ teman-teman baik saya untuk menjadikan Kota Tua sebagai tujuan utama dalam perjalanan kita saat ini. kebetulan semuanya memang belum pernah main-main ke Kota Tua, ya sudah akhirnya kita rame-rame main kesana dehm084 .  namun sayangnya kita hanya bisa mengunjungi 4 museum. report trip-nya bisa dilihat dibawah. yuk mariii m062

  • Museum Bank Mandiri

ini museum lumayan ‘lusuh’ deh tapi rapih. gak ada guide yg bisa ngejelasin sejarah2nya, tapi sebenarnya benda2 dan penjelasan2 dalam museum ini udah cukup membantu kita.

P3090009

  • Museum Bank Indonesia

ini museum paling enak dan paling canggih dan paling adem dari 4 museum yang kita kunjungi. ditambah lagi ada banyak guide yang bisa mengarahkan kita dan menjelaskan kepada kita tanpa diminta. dan alur untuk pengunjungnya pun jelas, serius bener2 museum sejati. heheh

P3090014 

  • Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahilah)

umm, kesan kunonya kerasa banget. sayangnya, sekali lagi, guide-nya kurang. heheh. trus yang saya kurang suka, banyak pengunjung yang tidak mengindahkan peraturan di museum ini. padahal udah jelas-jelas tertulis peraturan untuk tidak boleh membawa kamera di dalam ruang pameran. dan itu jelas-jelas tertulis di setiap tembok ruang pameran. tapi sayangnya, banyak yang melakukan sesi pemotretan dan syuting di dalam sini, apalagi para calon pengantin yang tengah melakukan pemotretan pre-wedding. petugasnya juga kurang perhatian deh. hikz…

P3090030 

  • Museum Seni Rupa dan Keramik

sebenernya buat saya yang gak terlalu ngerti fine art, museum ini biasa ajah. hehe. abisan apa yang mau diliat, cuma keramik dan gerabah dan lukisan yang kadang terlihat agak menyeramkan. tapi yang saya suka, kamar mandi di museum ini lumayan bersih. terawat sekali.

P3090035

  • Kota Tua dan Sekitarnya

dibawah ini ada beberapa foto yang diambil di kota yang emang sengaja dibuat sebagai situs pariwisata oleh pemda DKI.

shelter kota tuaP3090047  nenek di kota tua

foto disamping ialah foto yang paling saya suka. memang saya yang mengambilnya sendiri. makanya saya suka sekali. terasa banget artistik oldiesnya itu lho. ketika saya meminta teman2 untuk mengambilnya, mereka malah menolak dengan alasan gak enak atau takut nenek2nya nengok. tapi buat saya yang emang suka iseng motret orang-orang di sekitar, ini hal yang wajib dan berharga untuk diambil gambarnya. makanya jangan heran kalo pada foto ini saya pampang nama saya dan judul fotonya, krn memang saya yang ambil (juru potretnya).

next desire: Museum POLRI (museum ini baru buka lhoo, ada di daerah sekitar Blok-M, jadi pengen tau), Museum Wayang, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bahari, Gedung Arsip Nasional, dan situs-situs kuno di Jakarta yang belum sempat dikunjungi. *jadi selama ini saya kemana ajah sihhh?? tinggal bertahun-tahun di Jakarta gak pernah keliling2. payah!*