Ketika Saya Punya Rasa

setiap hari saya bertemu dengan orang cerdas. di rumah, di jalan, di angkot, di bus kota, di kampus, di kantor, bahkan di dunia virtual ini. setiap hari pula saya selalu memandang mereka dengan excited, entah itu secara langsung atau hanya lewat tulisan2 yang dibuat. excited disini berarti terpesonakan, mengharukan dan menyedihkan, termotivasi, atau bahkan menimbulkan rasa benci. ya, seringkali saya terpesona dengan orang-orang yang menurut saya cerdas, tidak berhenti bibir saya mengucap kata kagum. sampai-sampai saking terpesonanya saya menangis, mungkin itu yang disebut mengharukan dan menyedihkanm003 . ada-ada aja ya? tapi ya memang begitu kenyataannya. kadang hati saya merasa sakit teriris-iris sampai merasa sakiit sekali m147 , hohooo lebay yup. iya, sakit karena benci-iri-dengki melihat orang-orang cerdas itu. meski memang kadang saya termotivasi.

orang-orang cerdas ini beragam. hampir semua orang yang saya temui adalah orang cerdas. teman-teman baik saya ialah orang cerdas semua. atasan dan senior bahkan klien yang ada di kantor juga bukan orang sembarangan. khususnya teman-teman dunia virtual saya, baik yang ada di situs jejaring sosial (FB & Twitter) juga teman-teman blogger disini, adalah orang cerdas luar biasa yang pernah saya temui. You bewitched me!!

saya iri dengan kalian. cuma itu sebenarnya yang ingin saya ungkapkan. kadang saya merasa jauuuhhhh sekali dari posisi teman2. kalian telah melambung ke planet merkurius dan sebentar lagi mencapai matahari. sementara saya masih di bumi dan belum mencapai bulan. betapa indahnya Allah yang menciptakan hamba-hamba-Nya dengan hanya dari setetes mani yang kemudian menjadi segumpal darah. dan betapa bejatnya rasa iri saya ini terhadap sesama ciptaan-Nya. hanya saja… saya merasa tidak memiliki manfaat dan kecerdasan seperti orang-orang yang saya temui itu. woaaa… mudah sekali ya krisis kepercayaan itu timbul. ini memang epidemi yang suka kambuh dalam jiwa manusia.

terkadang pula saya menghitung ada berapa orang cerdas yang saya temui setiap harinya. saya menghitung dan menghitung untuk kemudian berpikir dan bertanya, “sebegini banyak orang cerdas yang ada di Indonesia, tetapi kenapa negeri ini masih saja terpuruk yah?? APA YANG SALAH?!! SIAPA YANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB?! Dan tindakan apa yang bisa kita lakukan??” Sayangnya saya hanya bertemu dengan tanya dan bukan jawaban. oohh, it’s so miserable!

ya sudahlah, daripada mikirin pertanyaan saya yang aneh itu, mending sekarang saya mulai pemberian awards buat semua teman-teman blogger saya. awards ini saya dapat dari deee2, bunda, yuli dan hmm sapa lagi yak, kayaknya dari kang casrudi juga ada (tuh kan saking kelamaan ngerjain tugasnya jadi lupa siapa yg ngasih. maap yah klo ada nama sang pemberi yang tidak disebutkan). untuk smua teman-teman blogger  saya yang pastinya dapat awards ini, maaf bukannya tak mau menyebutkan nama-namanya, tetapi terlalu banyak, saya capek klo nulis banyak nama itu lagian nanti tulisan ini akan makin panjang saja. AWARDS INI BUAT SEMUA TEMAN2 BLOGGER SAYA. awards ini merupakan bentuk ucapan terima kasih saya kepada teman2 semua. trims udah mau menjadi teman blogger saya. trims udah mau berkunjung dan membaca curhatan kosong dan tulisan2 aneh yang pernah saya buat. trims udah mau berbagi dan trims atas pertemanan inim054 .awards-nya ada di bawah yah, ambil ajah. oia, soal kecerdasan… saya akan selalu berusaha untuk menjadi orang yang bermanfaat dan berkah bagi seluruh alam meski pastinya tidak sesempurna seperti rasulullah SAW kita. keep on fighting!! m005

award_fadhilapersahabatan-by-fadhila

tutorit_friendship_awardfriendly-blogger-2009awwardaward1-hennyaward3-hennyaward2-hennyaward4-henny

93 thoughts on “Ketika Saya Punya Rasa

  1. jadi, saya kebagian juga ya award dari dila ?
    karena saya sudah punya yg lain, jadi yg blm ada aja yg saya ambil ya dila.
    saya mau ambil yg no.1 yg warnanya hijau.
    terima kasih dila .
    salam.

  2. waaaaaaaaaaaaawwwwwwww….. oh may gad… awardnya banyak niaaaaaaaannnnn……. dapet diskon berapaaa yaaaa kalo borong begituuuuuu….:mrgreen:

  3. ihkihkihk… kok sedih baget sih padahal baru dapet award…. ayo tepuk tangan semuanya untuk fadhilatul muharram…. selamet….selamet….
    kalau dah dapet award berarti udah ke palet pluto dong sekarang hahahahaaa.
    salam sayang ya…

  4. wah…makasih ya mbak…
    tinggal comot aja yah…
    kayak prasmanan ginih, pilih mana yg disuka..gitu bukan?..ups, sorry kalo salah persepsi…
    hehehe…

    haduh…kalo masalah cerdas, semua manusia bukankah sudah diberikan anugerah otak yang bisa berfikir dari Tuhannya, tinggal bagaimana memanfaatkannya…

    bener, yg penting bisa bermanfaat bagi sesama,, bukannya hanya memanfaatkan sesama..hehe😀

  5. Pertama: kecerdasan
    Hm… banyak orang terjebak membagi manusia menjadi dua kutub berlawanan, si cerdas dan si bodoh. padahal semua manusia yang terlahir memiliki potensi cerdas. hanya saja kecerdasan masing2 sungguh berbeda dan tidak akan sama. tolak ukur selama iniadalah kecerdasan numerik (yang sering lebih dikenal dengan anak2 made in eksak yang hapalan angka-angkanya waw,wow dan wuih), padahal banyak pemilik kecerdasan jenis ini hanya mampu berkutat di lab, kantor dan belakang meja. ketika dihadpkan kepada masyarakat umum mereka kelabakan, cerdas numerik tapi minus cerdas interpersonal.

    ada juga yang hampir memiliki semua jenis kecerdasan, mereka adalah para ulama muslim generasi dulu, tengok Ibnu Rusyd ia adalah hakim, ia juga Filsuf dan komentator dan disisi lain ia adalah ahli fiqh perbandingan dimana karyanya sampai saat ini masih menjagoi bidang itu dan belum tergantikan (bidayatul-mujtahid).

    sedikit lebih kebelakang lagi, Rasulullah adalah orang yang mampu mencari bakat kecerdasan tiap sahabatnya kemudian mengembangkan kecerdasan itu. Abu bakar dan Umar dididik menjadi negarawan karena itu kecerdasan mereka. Zaid bin Tsabit dididik menjadi ahli bahasa dan kesekretariatan. Hasan bin Tsabit dididik dan diarahkan menjadi penyair, sebab kecerdasan lidahnya sama tajam dengan pedang Kholid.

    perintah pertama dari wahyu Allah adalah membaca: kenapa? pasti ada sesuatu dalam membaca, ya karena dgn membaca akan sampai pada ilmu, dan ilmu adalah pondasi peradaban yang dengannya Islam terlahir menjadi peradaban pemenang yang muncul dari daerah yang sama sekali tidak pernah dilirik oleh dua negara adidaya saat itu, Romawi dan Persia.

    kemudian allah melengkapi perintahnya dengan menyiapkan pmedia untuk sampai keasana: pendengaran, penglihatan dan mata hati. (an-nahl:78)

    maka jenis kecerdasan mana yang ada pada diri kita itulah yang kita kembangkan, dan kita memiliki lebih dari satu jenis saja. kinetik, spasial, interpersonal, intrapersonal, numerik, lingkungan, musikal? Howard Gardner penemu teori ini tapi Rasulullah telah mempraktekannya 1400 thn yang lalu dan bukan cuma delapan doang.

    KITA SEMUA CERDAS, catat he…

    kedua: Iri
    ada dua iri yang diperbolehkan bahkan dianjurkan, dan pemilik blog ini masuk salah satunya,
    dalam sebuah hadits (lupa sebagian he…) disebutkan: iri yang tidak tercela adalah iri pada seorang yang diberi ilmu (kecerdasan) dan mengamalkannya, yang kedua iri padaseseorang yang diberi harta dan menginfakkannya.

    Selamat Anda mendapat AWARD dalam konteks hadits ini.

    Ketiga: Siapa yang salah dengan negara Ini padahal banyak orang2 Cerdas?

    saya melihat, ada sebuah ucapan “sebaik-baik harta adalah harta yang baik ditangan orang yang baik.” analogi sederhana bisa diterapkan pada kekuasaan.

    jika org yang cerdas dalam ilmu tafsir dan hafal qur`an disimpan disawah basah, kotor dan penuh tikus, maka sama saja dengan membonsai potensi (yang mesti disana kan ahli pertanian dan faham serangga)

    orang2 hebat dinegeri ini kurang dihargai, tidak dikasih space, tidak dibuat sejahtera, mungkin sekarang mulai kearah sana. bord’oa saja.

    keempat: Award

    saya salah satu yang ditahbiskan (heu keren pisat neng…tolong!) mendapat anugerah dangdut eh…(halah makin belepotan…) award, tapi … mana berani ngambil sendiri, kebetulan award buat ternak Rayap belum ada bentuknya disini heehee… paling si lucu Linus Trovald nyang lagi berselonjor (uh…pengen, maklum linux mania yang ngoleksi linux tapi make ubuntu muslim z keteteran hiks…)

    kelima: saya lagi marah…

    koment ini adalah koment terpanjang dalam sejarah perkomenan yang pernah saya lakukan. pasalnya, saya lagi nulis skripsi (sedang semangat banget) eh… kantuk datang menghadang menerjang menyerang…mata pedih sulit dibuka… gr…gr..solusi buka blog, nyangkut disini..huhu…maaf yang dhila, saya ga sengaja numpahin semua disini, ga nyadar nih…
    makasih ya dah bikin mataku melotot lagi…
    salam sayang
    mw ngelanjutin nulis,
    skripsiku sayang…i’m coming…

  6. keerreentzzz
    banyak bgt awardnya
    aq juga masih ada award yg lum kukerjain
    nunggu punya kompi dlu biar leluasa nulis di blog…
    salam kenal…

  7. ini hadits bwt poin no. 2 :
    صحيح البخاري – (1 / 130)
    71 – حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ عَلَى غَيْرِ مَا حَدَّثَنَاهُ الزُّهْرِيُّ قَالَ سَمِعْتُ قَيْسَ بْنَ أَبِي حَازِمٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ قَالَ
    قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

    salam sayang bwt semua, i miss u all

      • Rasulullah Saw. bersabda: “Tidak ada hasa (iri) kecuali dalam dua hal: pertama, seorang laki-laki yang dianugerahi harta kemudian ia menggunakannya dalam kebaikan. kedua, seorang laki-laki yang dianugerahi hikmah (pengetahuan, kebijaksanaan)kemudian ia mengamalkan dan mengajarkanya. (h.r. Bukhari)

        maaf lupa. he…(artinya ha dari awal, isi haditsnya doang)

      • Rasulullah Saw. bersabda: “Tidak ada hasad
        (iri) kecuali dalam dua hal: pertama, seorang laki-laki yang dianugerahi harta kemudian ia menggunakannya dalam kebaikan. kedua, seorang laki-laki yang dianugerahi hikmah (pengetahuan, kebijaksanaan)kemudian ia mengamalkan dan mengajarkanya. (h.r. Bukhari)

        maaf lupa. he…(artinya ha dari awal, isi haditsnya doang)

      • ma’af lupa..
        (isi haditsnya z ya, terjemah bebas he…)
        Rasulullah Saw. bersabda: “Tidak ada hasad (iri) kecuali dalam dua hal: pertama, seorang lak-laki yang dianugerahi harta kemudian menggunakanya dalam kebenaran. kedua, seorang laki-laki yang dianugerahi hikmah (pengetahuan/kebijaksanaan) kemudian mengamalkan dan mengajarkanya.” (hr. Bukhari)

  8. Wah berarti ane boleh ambil dong non? tapi award buat ane dah kayak awan hitam pekat dah siap untuk hujan deras, tapi lom diposting!!! maklum orang sibuk….banyak proposal, tugas akhir semester, deelel….kasihan deh ane!!! ada yang mo bantu???please!!!!😦

  9. Hidup di dunia ini mengandung dualisme (kedwi-tunggalan), sehingga implikasinya bisa ditebak.
    Jika ada malam, tentu ada siang.
    Jika ada buruk, tentu ada baik.
    Begitu pula, jika ada yang cerdas, tentu pula ada yang bodoh.
    Bukan masalah menjadi bodoh, karena kalau bodoh, banyak hikmah yang dapat dipetik, antara lain :
    1. Kita bisa bertanya sesuka hati kita, tentang apa saja, tanpa malu. Wong namanya bodoh, tentu saja suka bertanya. Dan nggak mungkin diledekin, “sudah pinter, kok tanya?”.
    2. Ketika kita merasa bodoh dan berpikiran positif. Kita akan menjadi giat untuk belajar menjadi tidak bodoh lagi.
    3. Orang bodoh itu aman, dari pertanyaan seperti, “Mengapa kau tidak amalkan, ilmu yang telah kau peroleh?”
    4. Orang bodoh itu tidak dikejar target, harus mencapai ini dan itu. Maklum kan bodoh, makanya nggak bisa punya target.
    5. Menjadi bodoh, artinya menjadi penjaga keseimbangan alam. Bayangkan bagaimana mungkin dunia ini masih berputar pada porosnya, jika salah anasir kedwi-tunggalan (termasuk bodoh itu) melenyap! Karena jelas tak mungkin ada disebut cerdas, kalau tidak ada yang bodoh!

  10. wahh..banyak award dsini yah!aq boleh ga yah ambil 1 dhila???tp aq kan br jg bbrpa hr ya jd blogger?!hhe..bolehkah?

  11. mungkin…
    Orang2 cerdas di indonesia cerdas tp tidak mencerdaskan…

    atw msh banyakan yg nggak cerdasnya..
    seperti gw….

    Dhila orang yg mudah mengambil hikmah ya.. subhanallah…

  12. Ping balik: Seabrek Award Blog Sahabat « Alamendah's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s