Mengantar Adik Sekolah

Judul di atas mirip judul wacana yang ada dalam buku Pelajaran Berbahasa Indonesia yah. hehe, tapi yang namanya lagi nafsu nulis mah apa aja ketulis. tulisan kali ini mungkin lagi2 cuma curhatan kosong saya. terima kasih sebelumnya buat teman-teman yang mau baca. m129 makasiiihh…

Awal minggu ini ialah hari pertama dua adik kecil-cantik-cerdas saya sekolah. Yang pertama masuk SD, dan yang kedua masuk TK. Ibu meminta saya mengantar dan menunggui adik saya yang kelas satu SD (kata beliau, ini hari pertama jadi harus ditunggu, in case ada pengumuman begitu). saya menyanggupi bahkan rela tidak menjawab telpon dari bos di kantor demi tugas ini (sebenernya bukan gak mau jawab, tapi emang gak denger. :grin:). Dengan semangat saya mengantar ia sampai menuju sekolah dan menunggunya di masjid dekat sekolah bersama para orang tua murid lainnya. Selama menunggu tidak banyak yang saya lakukan kecuali baca novel dan sedikit ngobrol sama seorang ibu. Nunggunya lumayan lama dan ngebosenin lho, sekitar 3 jam!!

Uw6h imUt@ Hingga tiba waktunya pulang sekolah. Mengikuti jejak orang tua murid, saya ikut menunggu di depan kelas adik saya (namanya kelas Ustman Bin Affan hehe. dan kelas ini belum permanen sampai masa orientasi selesai 2 minggu kedepan. doakan adik saya masuk kelas unggulan yah. amin!) pada detik-detik menjelang kepulangannya. Dalam detik-detik tersebut (kelas adik saya, kelas yang paling lama keluarnya nih) saya merenung banyak hal hingga mau menangis. lhooo kenapa?? iya, pertama adik saya yang bernama Hulwatul Hilma (Hilma) itu bukanlah seorang anak yang sama dengan anak normal lainnya. Ia buta pada mata sebelah kanannya. ya teman-teman, Hilma BUTA sebelah dan hanya sebuah matanya saja yang mampu melihat. namun kami sekeluarga selalu membesarkan hatinya dan selalu sekuat tenaga men-supportnya agar kelak ia menjadi manusia cerdas harapan bangsa. sebab meski buta, tidak alasan tepat baginya untuk tidak ikut andil dalam membangun bangsa ini.

kedua, buat saya, memiliki dua adik kecil dalam usia yang sudah besar saat ini ialah merupakan salah satu bentuk practicing dalam mendidik seorang anak sebelum saya menjadi ibu nanti. Hilma ialah investasi besar saya. seperti yang saya nyatakan sebelumnya, saya ingin membentuknya menjadi anak yang cerdas dan berakhlak baik sekuat tenaga saya. ia tidak boleh jadi seperti saya yang males-malesan belajar.

oke, waktu renungan abis! Hilma sudah keluar kelas dengan wajah sumringah. adik saya yang cantik itu langsung bercerita banyak hal dengan detail, mulai dari duduk dimana hingga soal urusan (maaf) buang air kecil pun dibahas, hehe ada2 ajah. saya dan bapak saya yang mendengar ceritanya pun tertawa kecil. bersyukurlah Hilma karena ia menjadi anak yang supel dan dapat bercerita mengenai pengalaman2nya setiap hari karena memang ada yang menanyakannya di rumah. sementara saya (dulu) tidak pernah bercerita apapun tentang pengalaman saya kepada siapapun khususnya orang tua, sehingga saya tumbuh menjadi orang yang tertutup (mungkin sebabnya karena memang saya sudah jauh dari keluarga sejak SD kali ya. bayangin aja, ketika SD – kuliah, saya tidak pernah tinggal di rumah dengan ortu. rumah udah kayak villa yang hanya saya kunjungi tiap liburan).

PB200002 Dan terakhir, saya berharap untuk dua adik kecil saya Hilma dan Lulu (ini dia adik saya yang TK, sayang ia tidak masuk di hari pertamanya ini karena sakit. Get well soon ya Lulu cantik) agar mereka menjadi salah satu dari banyak manusia cerdas dan bermanfaat yang menghuni negeri ini. mereka akan menjadi kebanggaan bukan hanya bagi keluarga namun juga bagi agama, bangsa dan negara. dan kami sebagai keluarga akan mendukung penuh proses mereka menuju ke arah sana. sebab saya percaya, seorang manusia akan tumbuh menjadi cerdas ketika ia memiliki dukungan luar biasa dari keluarganya. ia menjadi cerdas, ketika keluarganya mengerti dan paham betul tentang pendidikannya.

intinya dukungan baik secara finansial, moral, pendidikan merupakan faktor yang diperlukan untuk membentuk manusia cerdas. meski ada juga orang cerdas yang berhasil namun berasal dari keluarga yang kurang mampu. namun itu jarang2 kan. jika memang ada berarti ada faktor khusus seperti misalnya orang tua yang sangat ingin menyekolahkan anaknya setinggi mungkin meski secara finansial kurang (contohnya orang tua saya. keinginan mereka tinggi betul, padahal uang gak punya.). atau bisa juga sang anak cerdas dan memang memiliki keinginan kuat untuk terus sekolah. kalo disimpulin sih faktor khusus tsb disini ialah KESADARAN dan KEMAUAN.

27 thoughts on “Mengantar Adik Sekolah

  1. Barang kali untuk mencerdaskan anak butuh perhatian dan keseriusan dan buatlah tertarik terhadap hal yang baru serta tumbuhkan bakat anak dengan hal yang menarik dan janganlah dimatikan potensi-potensinya.selamat belajar buat adiknya ya. tulisan yang bagus untuk selalu diingat.dan diperhatikan

  2. wah..koq aq br tw yah klo km punya 2 ade’ yg lucu2..^^ good dhila..latihan dulu dg ade2mu sblum punya anak beneran hhe..Ayo semangat bwt hilma n lulu!!!bwt kaka’nya jg!^^

  3. wah, telat komen nih.
    manis-manis adik-adiku ini.
    belajar yang rajin ya de, setiap orang pasti punya kekurangan hanya bedanya ada yang zahir dan ada yang tersembunyi. kekurangan bukan alasan untuk mandeg justru ia pemacu (pake cambuk) bahkan pemicu (pake pistol) yang paling kuat, (the best inner motivator,kalo istilahnya salah maklum b. inggrisnya jeblok) apalagi punya kakak yang care abiz…
    salam bwt semua.

  4. Waaahhhh…….
    HiLma and LuLu udh masuk sekoLah toh??? Senangyaaa…
    smoga bs jd anak yg pintar dan shoLehah yuaaa…
    They Must be PrOud tO haVe Such a Nice and Smart Sister Like y0u diLa…

    ..Kiss and Hug for yOur Little Sisters.. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s