Garuda yang Menyatukan Kami

3363200582_6b60037f28

Akhirnya, setelah seminggu film ‘Garuda di Dadaku’ ditayangkan perdana untuk umum, saya bersama teman-teman menonton juga. Rasa bungah dan semangat memenuhi jiwa kami meski harus berdesak-desakan bersama anak-anak kecil yang mendominasi bangku penonton. Hehe, ya, anak-anak kecil. Maklum film keluarga ini memang tepat ditayangkan kala liburan seperti sekarang.

Seperti gambar yang terlihat di poster-posternya, film ini memang bertemakan sepak bola dan cukup nasionalisme. Itulah yang membuat saya tertarik dengan film ini. Mungkin karena saya cukup senang dengan sepak bola dan dalam hati saya pun ada impian bahwa suatu saat sepak bola Indonesia bisa berbicara di kancah dunia seperti World Cup. Who knows? Ya ga?

Untuk cerita, standard sih. Yakni tentang seorang anak laki-laki bernama Bayu yang punya hobby sepak bola namun kesenangannya ini harus terhambat karena kakeknya melarang habis-habisan Bayu untuk menekuni hobby-nya itu. namun ada peran-peran yang saya suka disini seperti Heri (sahabat Bayu) dan Bang Dulloh (supir Heri) yang selalu menyemangati Bayu untuk terus mengasah bakatnya. Heri ialah seorang anak laki-laki yang juga sangat mencintai sepak bola. Ia berasal dari keluarga kaya raya. Namun sayangnya kedua kakinya lumpuh sehingga harapannya tentang sepak bola ia limpahkan kepada Bayu. Ia berharap Bayu yang jago bermain sepak bola di lapangan bisa semangat mewujudkan cita-citanya.

Salah satu adegan yang saya suka ialah ketika Bang Dulloh membantu Bayu dan Heri mencari lapangan sepak bola di Jakarta untuk keperluan latihan Bayu demi mendapatkan beasiswa di SS (Soccer School) Arsenal. Meski sebenarnya di dekat rumah Bayu ada lapangan sepak bola, namun ia tidak bisa latihan disana karena khawatir terendus kakeknya. Sehingga akhirnya terpaksa mereka mencari lapangan yang jauh dari rumah. Ternyata mencari lapangan sepak bola di Jakarta cukup sulit. Hingga Bang Dulloh kurang lebih berkata begini, “Ya gini dah nyari lapangan sepak bola di Jakarta. Susah nemunya. Udah pada jadi gedung semua. Pantesan sepak bola Indonesia gak maju-maju. Lapangan aja gak ada.”

Ya, betul kata Bang Dulloh. Saya pun memiliki impian jika mall-mall yang ada di Jadebotabek ini “dibabat” aja dan digantikan dengan stadion sepak bola. Dan semoga di daerah-daerah lain juga dibangun stadion yang cukup memadai demi kemajuan sepak bola nasional. Ah, itu Cuma impian seorang dila untuk sepak bola di Indonesia.

Dulu, ketika saya kecil entah umur 9 atau 10 tahun, yang jelas ketika itu sedang hangat-hangatnya World Cup 1998 (kayaknya). Saya pernah membaca cerpen mengenai sepak bola di sebuah majalah kanak-kanank yang populer sampai sekarang. Di cerpen tersebut diceritakan tentang tim nasional Indonesia yang berhasil mencapai final World Cup melawan Italia (entah World Cup kapan yak. Namanya juga cerpen.). Diceritakan bagaimana kerasnya perjuangan timnas di lapangan hingga meraih skor 5-0 untuk kemenangan Indonesia sebagai Juara baru World Cup. Hehe, ya ampun mimpi banget yah? Tapi jujur, saya amat menyukai cerpen tersebut hingga saya baca berulang-ulang sambil terus bermimpi untuk kemajuan sepak bola nasional. Ah, lagi-lagi ini Cuma mimpi seorang dila.

Begitulah kawan sedikit impian mengenai sepak bola. Sepak bola yang menyatukan dunia. Baiklah, mungkin saya tertarik dengan sepak bola karena teman-teman saya juga suka. Oke, mungkin pada awalnya saya memaksakan diri mengerti sepak bola karena cerita-cerita sepupu saya mengenai asyiknya nonton bola. Dan oke, mungkin saya tertarik dengan sepak bola karena para pemainnya. Namun percayalah ada getaran halus yang merambahi seluruh saraf ketika menonton bola. Terkadang sepak bola membuat saya harus menangis. percayalah. Hidup Sepak Bola Indonesia! Jaya selalu!!

GARUDA DI DADAKU… GARUDA KEBANGGAANKU…

KUYAKIN HARI INI PASTI MENANG

KOBARKAN SEMANGATMU… TUNJUKKAN SPORTIVITASMU

KUYAKIN HARI INI PASTI MENANG

PS. gambar diatas dikopi tanpa izin dari http://farm4.static.flickr.com/3627/3363200582_6b60037f28.jpg

26 thoughts on “Garuda yang Menyatukan Kami

    • Kedua….
      Wah…. saya suka baca tulisannya…. tulisan mahasisiwai yang keranjingan bola…🙂

      “….saya tertarik dengan sepak bola karena para pemainnya” tambahin nenk karena pemainnya cowok-ya?😀

      Hidup Persib…. !

      dila:
      hehehhh

    • waaaah.. cuma dapat ke tiga yaaaa.. ooo.. kang DEDE DUKUN sok mihelaan waenya.. neng sok maen bola nya.. eee.. nonton bola.. Indonesai elehan wae.. Persib saruana.. kang DEDE DUKUN bantuan pangaduakeun atuh ameh Persib menang..
      Salam Sayang

  1. Wah . . aq mw gi2t jari kaki + tangan aja deh. . gk bz nonton..tp, aq suka lagunya..
    swry bru mampir

    dila:
    lho… jangan digigitin dunk, ri. nanti bisa cacingan lho.:mrgreen:

  2. Uh… jadi ngiri. Hari minggu kemarin, gak jadi nonton film garuda di dadaku. Padahal pengen banget. Dari rumah sudah janji nemenin nonton Ketika Cinta bertasbih… Uh… Ngiri!!!!

    Ps: udah ada postingan baru, mampir yah…🙂

    dila:
    wah-wah, tenang om kojeng. pasti bakalan bisa nonton kok. boleh ngiri tapi ngirinya jangan sampe kebawa jadi dendam kesumat. oke, siaap kunjungi blog om kojeng. gak sabar baca postingan barunya.:mrgreen:

  3. waduh… lom nonton neh
    kalo versi dvd or cd nya dah ada lom ya???

    dila:
    ya blum ada donk. kan film ini keluarnya baru. apalagi klo laris begini. masih lama versi dvd & vcd-nya dibuat. kecuali klo mau nyari bajakan. tapi, eh jgn beli bajakan… nunggu versi aslinya rilis dulu.

  4. Wah belum nonton nih film satu ini mbak,
    Kayaknya seru dan memacu rasa nasionalisme banget ya !!!
    Semoga film Indonesia semakin berkembang dan semakin bermakna dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik

    Salam Sukses

    dila:
    iya, seru dan memacu rasa nasionalis kita. amiin, moga film indonesia makin bermutu. salam sukses juga.

  5. Selama bola masih bundar dan Jakarta masih ada Bundaran HI, serta pemerintah mau berpikir lebih serius, insya 4JJI sepakbola kita bukan ecek-ecek lagi mbak. LANJUTKEN😀

    dila:
    setuju sama pendapatnya. tapi jangan pake kampanye disini donk pak… :p

  6. Wah, filmnya kapan tayang di TV ya???? cos didaerah saya, nyari bioskop susah !!!!🙂

    dila:
    tanya aja sama produsernya om..:mrgreen:

  7. Hehehe… belum nonton… liat iklannya sih merinding, mudah-mudahan sepakbola indonesia bisa berjaya… jangan lupa MU VS Indonesia… Dukung Persib ya Nenk…😆

    dila:
    amiin… saya dukung persija, kang.:mrgreen:

  8. judul film? wah, baru tahu kalau ada film yg judulnya nasionalisme kayak gitu.

    btw… punya lapangan sepakbola ga menjamin kita akan punya kesebelasan yang tangguh. anak2 brazil main di pasir pantai atau jalanan sepanjang kota. kan pemain bola ga langsung dicetak di lapangan. bisa di mana aja.

    ga perlu mencari kambing hitam.
    yang bener: banggakan garuda di mana pun kita berada dan dalam bidang apa pun kita berpartisipasi.

    dila:
    oke-oke.. i agree with u.😉

  9. dirimu bener2 penggemar bola yah.. atau bisa dibilang penggila Bola.. kirain br sekarang2 ajah suka bolanya, ternyata dari kecil dah demen bgt baca cerpen ttg bola.. hehehe

    *kok isi comment-nya rada sok tau yah?! hehehe

    dila:
    aku suka bola. tapi blum bisa disebut penggemar atau penggila bola. soalnya aku cuma suka nontonya ajah. itu juga klo pertandingannya di liga yg seru. heheh…

  10. Garuda di dadaku…
    Narabe sorendoreri..
    Wuflenso baninema.. Baki Pase..
    Arafabye Asuarakua..
    Arafabye Asuarakua..

    jadi inget waktu SD latihan pramuka ama Ibu Eti dan Bapak Nana:mrgreen:

    dila:
    hehe… keren pak saka. dulu pasti jadi pemimpin upacara klo lagi ada upacara pramuka yah? hohooo

  11. ia, bagus filmnya, ga hanya untuk anak2 tapi juga utk orang dewasa.

    susahnya mencari lapangan bola di ketan…[kota metropolitan mangsudna]

  12. Ini salah satu film yang sangat ingin saya tonton, tapi sayang pas tanggal penayangannya saya sedang di Aceh. Jadi terpaksa nunggu CDnya keluar (asli, sedih banget)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s