Kujemput Jodohku: Menanti si-Dia yang Masih Misteri

Akhirnya awal bulan Mei ini saya mendapat pinjaman buku lagi dari seorang teman Winking. Buku yang dipinjamkan kali ini ialah Kujemput Jodohku karya Fadlan Al-Ikhwani, sebuah buku terbitan April 2008 dari Pro-U Media yang sekarang ada label best seller di covernya.

Langsung saja saya resensi sekilas deh tentang buku yang dalam sehari saja sudah berhasil saya lahap ini. Sesuai judulnya, buku ini bertemakan penantian jodoh hingga jenjang pernikahan. Namun sepertinya buku ini sangat khusus sekali membahas mereka yang belum kunjung menikah karena memang belum menemukan jodoh atau membahas mereka yang sedang giat mencari jodoh yang kerap kali menemui rintangan seperti ditolak sang pujaan misalnya.

Sebenarnya saya tidak detail membaca buku ini, mungkin karena saya sudah bisa menebak apa isinya dan apa bahasan selanjutnya, sehingga tidak ada rasa penasaran yang berarti untuk benar-benar mengikuti keseluruhan buku ini. Namun begitu, saya menyimpulkan setidaknya ada beberapa point yang coba penulisnya jelaskan dalam buku ini.

Pertama, hati-hati dengan VMJ alias Virus Merah Jambu.

Ah, lagi-lagi ini penyakit kronis yang selalu diderita ikhwah. Sehingga menimbulkan DCTB alias Derita Cinta Tiada Akhir, seperti yang dikatakan penulisnya dalam buku. Untuk menghindari VMJ, setidaknya kita harus memahami ulang apa itu batasan-batasan dalam bergaul dengan lawan jenis. Karena jika memang sudah terkena, akan lumayan sulit menghapus bayangan-bayangan si-dia yang ditimbulkan si VMJ ini. Apalagi jika masa kritisnya sedang tiba, wah… bisa kena futur berkepanjangan itu.

Seperti yang ditulis penulis mengenai SMS di halaman 37. ya, hati-hati dengan SMS. Jika memang harus berkomunikasi dengan lawan jenis baik itu via alat komunikasi seperti SMS atau chatting misalnya, cukuplah mengungkapkan hal-hal yang perlu saja. Tidak usah menambah-nambah pembicaraan yang tidak penting. Karena dari sana akan terbuka pintu VMJ. Kalo kata Justice Voice, “Jangan Mepet-Mepet!”

Kedua, tidak ada larangan bagi akhwat untuk mengkhitbah.

Ya, tidak ada larangan bagi akhwat untuk memilih jodohnya sendiri. Memang saat ini ada kesan negative bahwa jika akhwat yang mengkhitbah ikhwan, bukan sebaliknya. Namun selama itu dalam koridor syar’I, apa bisa dikatakan murahan? Dalam sejarah pernikahan Khodijah dengan Rasulullah pun ummirul mukminin kita itu yang meminang Rasulullah, bukan sebaliknya. Jadi buat para ikhwan, jika datang akhwat yang meminang, apalagi bagus dari segi agamanya, apakah ada alasan untuk menolaknya? Atau jika memang tidak ingin, apakah ada alasan untuk mempermalukannya?

Ketiga, bersikaplah sopan dalam setiap meminang dan menjawab pinangan.

Maksudnya, ketika kita ingin mengkhitbah seseorang, jangan asal main khitbah saja. Namun cobalah selidiki dulu seperti apa orang yang akan kita khitbah itu melalui orang yang terpercaya. Itu akan lebih baik dan membuat kita lebih yakin dengan kondisi seseorang yang akan kita khitbah.

Dan ketika kita mendapat tawaran pinangan, pastinya ada dua pilihan di benak kita. Yakni apakah kita akan menerimanya, ataukah kita akan menolaknya. Maka bersikaplah sopan dalam menunjukkan kedua jawaban tersebut. Apalagi jika kita memang ingin menolak. Maka menolaklah dengan sopan dan baik, supaya yang bersangkutan tidak merasa terhinakan.

Keempat, jangan pesimis jika memang si-dia yang dinanti belum datang.

Ya, sebenarnya inilah inti dari buku ini. Jangan pernah pesimis jika memang jodoh kita belum datang. jangan berkecil hati, apalagi rendah diri. Seperti yang dikatakan di back cover bukunya, “Tiada yang salah dengan janji-Nya. Tiada yang meleset dengan ketetapan-Nya. Tiada yang keliru dengan segala iradat-Nya. Semua telah dituliskan. Setidak kejadian telah dibukukan.”

Ya, begitulah sekilas resensi yang saya tulis tentang buku ini. Semoga kurang lebihnya bermanfaat. Amin!

Thx to:

Allah swt

Rasulullah saw *juga ummirul mukminin, Siti Khodijah*

Buku ini dan penulisnya (Fadlan Al-Ikhwani) dan penerbitnya (Pro-U Media)

Teman baik, Siti Mukhtalifah, yang sudah mau meminjamkan bukunya.

Iklan

14 thoughts on “Kujemput Jodohku: Menanti si-Dia yang Masih Misteri

  1. saya baru beli … belum baca tapi sudah ngerti isi nya sbb saya sedang buat kajian ttg cinta ….lantas sekarang pun rasanya kepingin bercinta hmmmm ..

    Sebenarnya cinta pada manusianya banyak mengajar kita bertawakkal

    • btul…tp cinta tu haruslah disalurkan ke arah yg btul…kita harus beringat…tiada cinta yang halal sebelum pernikahan.. =)

  2. disana menanti disini mencari…
    jadi ingat lagu jadul UK’S, disana kau tetap menanti kehadiranku tiada pasti…. udah ah, ga tega ma nyang lagi menanti

  3. ternyata dari awal artikel ini saja sudah membahas tentang vmj, menurut ane justru untuk menjauhi vmj dari aktifis da’wah dan aktifis kampus itu agaknya sulit karena terkadang para aktifis berada dalam kondisi yang memungkinkan terjadinya vmj itu apalagi kalau sering melakukan aktifitas bersama jadi CinLok

  4. sy dah baca buku ini,bagus karena memberi semangat buat saya yang lagi mengalami kegagalan karena suatu hubungan yang mengarah ke pernikahan…Memang betul kadang hal yang menurut kita baik belum tentu itu yang menjadi Pilihan Allah Buat Kita….jadi jodoh itu sangat misteri,skg pun sy masih sering mengulang baca buku ini,,,,tengkyuuu telah menulis buku sebagus ini…

  5. Hati-hati dengan VMJ
    banyak yang bilang bisa karena biasa….
    Cukup berbahaya juga kalau sudah kena ^^
    *Kemarin saya sempat mengalami*

    Cinta itu fitrah yang diberikan Allah namun bagaimana manusia menggunakan rasa cinta pemberian Allah itu yang kadang menjadi masalah ^^. Apakah digunakan untuk sesuatu yang positif (berasa di jalan yang benar) atau sesuatu yang negatif (jalan yang salah)

  6. hmm..trnyata dhila pernah ngebahas bku bginian jg to?? hehe..bru liat.. trus, jdnya kpn dhil mnjemput jodohnya??? :mrgreen: (kabuuuuurrrrr….!!!!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s