Meskipun Dikau Buta, Dik

Tulisan ini adalah tulisan lama saya di tahun 2009 (22/4/2009), mengenai salah satu adik saya, Hulwatul Hilma, yang buta sebelah karena ‘dicolok’ lidi oleh adiknya (adik bungsu kami), Lu’luatusibhgoh (Lulu). Kini di tahun 2011, Hilma sudah duduk di kelas 3 SD (terpilih masuk di kelas unggulan), sementara Lulu kini duduk di kelas 1 SD. Tulisan ini saya sertakan kembali di acaranya teh Orin, 1st Giveaway. Bukan karena ingin mengejar posisi sebagai pemenang, namun karena saya ingin berbagi pengalaman tentang adik saya, Hilma, bidadari cantik yang cerdas. Semoga ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari pengalaman ini. Terima kasih..🙂

***

Hulwatul Hilma

Hulwatul Hilma ketika menjalani perawatan (operasi mata) di RSCM

Apa yang kita kan lakukan ketika sesuatu yang dititipkan pada kita diambil kembali oleh Yang Menitipkan? Adakah emosi yang menjalar pada pembuluh darah di sepanjang jalur badan? Adakah rasa pedih yang menjadi-jadi ketika kita tak mampu memahaminya? Adakah?? Ah, sesungguhnya setiap manusia pasti mengalami hal perih ini dalam hidup. Hal seperti ini biasa sekali disebut dengan cobaan atau rintangan. Tinggal manusia itu sendiri dievaluasi dengan kemampuan ia dalam menghadapi segala jenis ujian itu. seperti apa tingkat nilainya.

Saya memiliki keluarga besar dengan orang tua yang baik dan adik-adik yang cerdas dan lucu. Apalagi saya yang sudah besar ini kebetulan masih memiliki dua adik kecil yang masih berusia balita. Mereka lucu, cantik, aktif juga cerdas. Masing-masing bernama Hilma dan Lu’lu, dua nama indah yang tepat untuk mereka berdua. Namun sayang, salah satu dari mereka harus menerima kepedihan ujian sejak dini. Matanya buta sebelah karena insiden yang mungkin telah ditakdirkan.

 

Ketika itu, kawan, terjadi pada November 2007. Hilma masih berumur 4 tahun dan Lu’lu berumur 2 tahun. Tiada yang masalah sebenarnya jika ketika hari kamis di pertengahan bulan November itu Hilma tidak malas sekolah. Maklum yang namanya anak kecil, kadang suka moody kalo sekolah. Akhirnya Hilma tinggal di rumah bersama adiknya dan seorang khodimat keluarga. Dan karena tidak sekolah, Hilma dan Lu’lu pun bermain bersama di dalam rumah. Sementara khodimat melangsungkan pekerjaannya. Namun entah kenapa, tiba-tiba Hilma dan Lu’lu agak bertengkar yang mengakibatkan Lu’lu bertindak defensive dengan menusukkan lidi kayu ke mata kanan Hilma. Sontak Hilma menjerit kesakitan dan matanya langsung memerah, ada pendarahan dalam matanya!!

 

Setelah itu, kami langsung membawanya ke RS hingga beberapa lamanya dan bahkan harus dirawat dan dioperasi di RSCM. Proses perawatan dan operasi ini berlangsung hingga memasuki tahun 2008 (kebetulan Hilma sempat dibawa pulang ke rumah setelah diputuskan untuk dioperasi kembali di tahun 2008 karena matanya kembali mengalami pendarahan). Harap-harap cemas kami menanti akhir dari pengobatan ini. Apapun hasilnya! Mata kanan Hilma mulai memutih semua, bola mata hitamnya yang sering berbinar-binar telah tertutup oleh kabut putih semacam selaput. Kata dokter lukanya telah merobek korneanya dan membuatnya sulit tertolong.

 

Hingga ketika hari keputusan itu tiba. Saya, bapak dan juga Hilma menemui dokter di ruang khusus penderita Glaukoma (kok jadi sakit Glaukoma ya adikku itu. oh, mungkin jenisnya sama). Ketika itu dokter bertanya pada adik kecilku yang cerdas itu.

“Ini berapa??” Dokter melipat jarinya membentuk angka satu.

“Masa dokter ga tau sih?? Itu kan satu!” Jawab Hilma membuat dokter dan bapak tertawa.

 

Kemudian pemeriksaan berlanjut, juga pengetesan penglihatan bagi adikku itu. hingga akhirnya bapak dan adikku pun keluar ruangan. Saya tidak banyak bertanya sebelum akhirnya sampai ke lift.

“Hilma udah boleh pulang.” Kata bapak sambil menahan tangis.

“Terus gimana matanya?” Saya bertanya.

“Udah tidak ada harapan lagi kata dokter. Tinggal mata sebelah kirinya yang harus terus dijaga” Bapak pun menyeka air mata yang meleleh di kedua pipinya. Sementara Hilma yang ada dalam gendongannya tidak menyadari hal itu.

Saya tertunduk. Ah, bapakku yang tegar ternyata tidak setegar ibuku. Ah, bapakku yang tegar, ternyata tega menangis di depan anaknya. Saya pun ikut menangis, meski hanya dalam hati. Ternyata terkadang perempuan lebih kuat dan tegar daripada laki-laki.

 

Ah, meskipun dikau buta, dik…

Aku masih tetap menyayangimu

Bagiku kau masih tetap yang tercantik dan tercerdas

Meskipun dikau buta, dik…

Tidak ada yang memapu mengalahkanmu untuk tinggal di hatiku

Kau adalah bidadari kami yang bersinar meski tanpa cahaya mata yang sempurna

Namun sayapmu cukuplah menjelaskan semua kecantikan yang terpancar

Meskipun dikau buta, dik…

 

Sekarang Hilma (pada tahun 2009 ini) Hilma –alhamdulillah- telah berhasil diterima sebagai murid baru SDIT At-Taqwa dekat rumah kami. Insya Allah dia akan dites kembali untuk menempati kelas unggulan di kelas barunya. Semoga berkah ya, dik.

 

~terkadang saya sedikit terharu ketika ia mengungkapkan cita-citanya ketika besar nanti. “Aku mau jadi DOKTER.” Ujarnya. Dokter dengan mata yang buta di sebelah kanan. Oh, adakah dokter dengan kondisi seperti itu?? Bisakah? Saya tercenung~

 

 

Thx to Allah Swt (atas segala-Nya. Dan kami pun masih bisa bersyukur ALHAMDULILLAH).

 

PS. Foto diatas diambil ketika Hilma berada dalam proses perawatan di RSCM.

***

Foto hilma terbaru🙂

Foto Hilma terbaru ketika sedang makan siang bersama di Saato Restaurant

43 thoughts on “Meskipun Dikau Buta, Dik

  1. Assalamu’alaikummmm…

    tetep tabah yo, Mbak (bener … Mbak ya?)
    Allah SWT tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan kita, that’s all i know
    CMIIW

    Wassalamu’alaikummmm

  2. tetep sabar ya mbak….

    meski saya baru kenal mbakk.. saya bener-bener merasakan kesedihan yang mendalam..

    tapi itu bukan akhir dari semuanya, saya yakin hilma dapat menjadi seorang dokter sesuai dengan cita-citanya….

    semangat terus hilma, saya yakin kamu bisa😀

  3. :)…tetap semangat,mba…. kalau memang di ridhoi menjadi dokter, pasti ada jalannya dan diberikan kekuatan…

    semangat dan salam untuk Hilma

  4. Ping balik: ber-KENANG-KENANG « thePOWER ofWORDS

  5. ya..memang kadang berpikir kenapa anak sekecil di kasih cobaan ?

    semua misteri.

    Tuhan hanya mau menunjukan kekita anak sekecil itu aja tabah dan tegar luar biasa.

    Semoga cinta2 tercapai .

  6. ya allah, saya jadi ingat adik saya, saat kecil ia jatuh dan ujung bibirnya terantuk batu, meninggalkan luka jahitan permanen sekitar satu senti.
    semoga hilma bisa mencapai cita-citanya yang mulia dan semoga kakaknya tetap menjadi penjaga terbaik, salam buat hilma…selalu ada hikmah dalam setiap kehendaknya…dia yang dicoba adalah dia yang dicinta…sabar ya Hilma..we love u

  7. Duh..dil aku iseng baca2 tulisanmu lagi, subhanallah..sekali insyaAllah tidak ada yg sia2 di muka bumi ini..& hilma akan selalu jd bidadari cantik karena mempunyai kakak yg sangat menyayanginya..tetaplah jd bidadari yg cantik ya dek hilma sayang🙂

  8. Dhilaaa….kacamataku mengembun, Hilma akan menjadi dokter yg baik suatu hari nanti, InsyaALLAH.

    makasih ya Neng udh berbagi cerita ini, tapi blm memenuhi syarat, ada foto dirimu sm Hilma ga? baru aku jadiin peserta (lagi) he he😀

    • oh harus sama foto aku ya mba.. hehe… ada sih.. tapi dimana ya? *lupa*😛
      klo misalnya aku udh pasang, nanti aku kasih tau lagi. tapi klo aku belum pasang (krn aku lupa fotonya), gpp kok mba ga usah dimasukan list sbg peserta.. hehe.. tapi aku usahakan deh nanti, foto bareng hilma lagi..😀

  9. Innaliahi wa inna ilaihi rojiun, itu adalah musibah dan tidak disengaja, apalagi dilakukan sesama balita. Semoga Ning Hilma tabah dan tegar menghadapinya. Apalagi di SDIT saya yakin diberikan pendidikan “percaya diri” yang sangat baik. Pakies mendo’akan semoga kelak menjadi anak yang saliha dan hafidza

  10. sepertinya Hilma tetap semangat dan percaya diri menjalani hari2nya..
    patut disyukuri dia pun pintar dan masuk kelas unggulan, masih beruntung karena masih ada satu lagi matanya yang bisa melihat..🙂

    sukses ya🙂

  11. Ping balik: Peserta 1st Giveaway : The Sweetest Memories « Rindrianie's Blog

  12. Dhi …
    Mata saya berkaca-kaca …
    Saya hanya berharap … Mata Hati Hilma akan lebih tajam dari mata manapun …
    Dan jika ALLAH mengizinkan … Hilma bisa jadi apa saja yang dia mau …

    Salam saya Dhil

    Semoga sukses di perhelatan Orin

  13. Hilma tetep cantik kok mba….
    dan saya yakin kebutaan sebelah tak akan menghalanginya meraih cita-citanya dan segala mimpinya…
    bisa lebih smart dari kakaknya lohh..hehehehe

  14. meski mata adikn buta semoga mempunyai Pandangan yang luas…ciri fisik bukanlah halangan…Semangat buat Dik Hilma

  15. Ketika Allah meminta kembali salah satu dari apa yang kita miliki, maka Dia akan melebihkan sesuatu di hal yang lainnya. Saya yakin, kehilangan satu penglihatan akan membuat Hilma memiliki nilai lebih pada hal lain, bukan berkurang.

  16. Assalamu alaikum wr. wb.

    yang sabar yah dik…
    semoga ketabahn dik hilma manambah ketakwaaannya dan meningkatkan keimanannya
    amin

    salam buat adik hilma yach,

  17. Mata saya berkaca-kaca membacanya Mba, yang tabah ya buat mba khusunya de hilma, saya doakan smoga apa yang dicita2kan de hilma untuk menjadi seorang dokter bisa terwujud, aamiin….

  18. Dhila dan Hilma sayang ,
    bunda yakin Hilma bisa menjadi apa saja yg diinginkan, dokter sekalipun, selama Allah swt mengizinkan🙂

    semoga Dhila sukses diacaranya Orin in ya .
    titip sayang bunda utk dik Hilma yg cantik dan pinter ya Dhila🙂
    salam

  19. Dhila… sungguh, saya tidak bisa menahan air mata ketika membaca ini…
    Kalau saya pada posisi ayah Dhila, mungkin saya akan bersikap sama..
    Ayah mana yang tahan melihat anak perempuannya kehilangan salah satu organ penting dalam hidupnya. Terbayang banyak hal di depannya… Saya sangat merasakan gemuruh di dada ayah Dhila..😦

    Dan yang terbayang saat ini di benak saya adalah, bagaimana perasaan Lu’lu; sekarang dan nanti? Walau bagaimana pun, dia pasti mengetahui bahwa penyebabnya adalah dia. Semoga rasa bersalah tidak menghantui kehidupan Lu’lu ya…

  20. Wah, Subhanallah mbak, terharu bacanya.. dan beruntungnya Hilma dikelilingi keluarga yang selalu siap mendukung dan memberi semangat…
    Semoga cita-cita Hilma bisa tercapai..🙂

  21. dek hilma dan mbak dhilla tetap semangat ya,,:-) tak mengapa buta mata fisik,, semoga beroleh ganti tajamnya mata hati..
    Mohon Maaf Lahir Bathin mbak Dhilla,,:-)

  22. terharu.. thanks ceritanya sobat…

    Insya Allah bisa… karena Allahlah yang maha berkehendak..
    kep spirit gadis kecil… “selalu ada solusi”

  23. Ping balik: Pulang dari Kendari Langsung Kopdar dan Ngenyeker di Pak Gendut Terus Dapat Hadiah :D | thePOWER ofWORDS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s