Berbagi Kisah Cinta

Sebelumnya, saya ingin memberi salam hormat dan kagum kepada Pak Ridho, guru Fisika SMA saya, di SMA Al-Masthuriyah Sukabumi. Karena pada saat inilah, kisahnya akan saya bagi kepada teman-teman sekalian. Sebuah kisah cinta pribadinya yang cukup menarik untuk direnungi.

Pak Ridho memang guru Fisika yang unik di kelas. Tak hanya memberi pelajaran mengenai teori relativitas atau teman-teman Einstein, tapi juga sering sekali memberi pelajaran hidup kepada kami. Pelajaran itu sering kali diambil dari kisah hidupnya atau dari current news yang ada di sekitar kita.

Btw, langsung mulai kisahnya ya…

Ketika itu pak Ridho masih muda. Ia merupakan pemuda yang cukup pintar dan cerdas sehingga sudah mengajar di SMA sejak mahasiswa. Ketika itu ia sempat memiliki hubungan dengan seorang siswi-nya, namun sayang harus kandas karena siswi tersebut pindah sekolah tanpa kabar. Sehingga pak Ridho sempat merasakan patah hati ketika itu.

Singkat cerita, beberapa waktu kemudian, ia bertemu dengan seorang wanita di masjid. Ketika itu pak Ridho sudah merasa ada yang bergejolak dalam hatinya, sehingga ia menghampiri si-gadis dan bertanya, apakah gadis tsb ingin diantar pulang ke rumahnya? Si-gadis hanya diam dan terus berlalu pulang ke rumahnya. Namun pak Ridho tidak tinggal diam. Ia membuntuti si-gadis hingga depan rumahnya. Jika si-gadis berjalan pelan, maka ia pun berjalan pelan. Dan jika si-gadis berjalan cepat, maka ia pun berjalan cepat. Pokoknya, meski ia mengikuti si-gadis dari belakang, ia selalu menjaga jarak aman, kira-kira 1 meter.

Lucunya, hal ini berlangsung tidak hanya sekali, namun beberapa kali. Dan si-gadis hanya diam. Hingga pada suatu hari….. pak Ridho melakukan hal yang sama pada si-gadis, yakni mengantarnya pulang. Namun ketika itu ada hal yang tak biasa yg dirasakan pak Ridho. Ternyata beberapa menit setelah si-gadis masuk rumah, ayah si-gadis pun keluar rumah dan menghampiri pak Ridho. Ia meminta pak Ridho masuk rumah dan duduk bersamanya di ruang tamu. Pak Ridho pun menurutinya.

Dan di ruang tamu, ayah si-gadis bertanya soal kenapa ia mengikuti anaknya. Pak Ridho menjawab bahwa ia menyukai anak gadisnya. [intermezzo; dulu pak Ridho ialah mak comblang yang cukup jago dan terkenal. Ia dikenal telah berhasil me-mak comblangi teman-temannya, bahkan ada yang berhasil awet hingga berkeluarga. Lucunya, meski ia jago soal menjodohkan orang, ia agak sulit menjodohi dirinya sendiri]. Lalu ayah si-gadis langsung meminta pak Ridho untuk menikahinya segera!! Pak Ridho kaget “ditembak” seperti itu, lalu mengadakan nego. Ayah si-gadis tidak terima kompensasi apapun kecuali pak Ridho menikahi anaknya. Alasan sang ayah ialah, PACARAN ITU HARAM!!! Ketika itu pun pak Ridho berpikir, bahwa memang benar jika hubungan romantis apapun antara lawan jenis sebelum menikah ialah tidak dibenarkan, termasuk TUNANGAN. Maka, akhirnya pak Ridho pun menerima tawaran tersebut yakni menikahi si-gadis pujaan hatinya. Meski mahar yang diberikan tidak seberapa. Dan itu pun ternyata tidak menjadi soal bagi keluarga si-gadis, karena yang penting si-gadis dinikahi dengan sah dan halal.

Setelah menikah, karena pak Ridho dan istrinya masih sama-sama menempuh jenjang pendidikan (pak ridho masih kuliah dan istri masih menjadi santriwati di sebuah pesantren), akhirnya mereka berpisah sementara. Pak ridho kembali ke Depok untuk menempuh S1-nya, dan sang istri kembali ke asramanya. Beberapa kali waktu mereka sering bertemu dengan rutin. Pak Ridho datang ke asrama sang istri dengan membawa buku nikah sebagai bukti kepada ibu asramanya bahwa ia sudah menikah dengan sah dengan sang istri dan bisa mengajaknya keluar untuk jalan-jalan. Dan setelah dua tahun menikah, mereka pun akhirnya memiliki anak pertama pada tahun 1988.

Hmm, pak Ridho… dimana ya sekarang? Teman-teman, begitulah kisah pak Ridho. Sebenarnya banyak sekali yang ia kisahkan. Dan ini hanyalah salah satu kisah yg diceritakan olehnya di depan kelas. Kurang lebih seperti itu. Kalau ada kesalahan dlm kisahnya, saya mohon maaf.

Iklan

6 thoughts on “Berbagi Kisah Cinta

  1. kisah cinta yg sangat menyentuh dhil… btw, waktu bercerita kisah ini pak ridho nggak ngasih pelajaran fisika dong..kan waktunya habis buat cerita…pantas saja dhila suka dng pak gurunya, bukan dng fisika-nya ha..ha..
    sebetulnya, pak ridho jg memberikan pelajaran fisika tuh.. yaitu ttg jarak dan waktu sdikit2 nyangkut rumus kecepatan. pertanyaannya, jika si gadis bejalan dng kecepatan 1 km/jam, sementara pak ridho berjalan 1 meter di belakang si gadis, dng kecepatan yang sama, berapa waktu tempuh sampai ke rumah si gadis? ha..ha… bisa njawab nggak dhil?

  2. haha.. iya, pak ridho emang suka bgt crita di dpn kelas, Gus. klo udah gitu emang gak ngajar. waktu dua-empat jam dalam sehari kadang abis cuma buat dia crita ajah. tapi aku suka. hehe… suka krn gak belajar jadinya (hihi) dan lebih suka krn emang crita2nya bagus2 dan gak ngebosenin.

    waktu atau jarak tempuh sampe ke rumah gadis yaaa?? tergantung jarak rumah sang gadis deh Gus hihi.. klo rumahnya di Belanda bisa makan seharian perjalanan tuh (pake pesawat hihi).

  3. aslm… tahun berapa yach… guru fisikanya yg imut2 itu bukan ada kumisnya sedikit…namanya???… duh lupa
    maaf,, ane soalnya alumni almast.. th 2000..
    pernah dikasih saran ma dia cara nembak hareem… hihi
    jzklh… wslm….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s