MOM, Thank You!

p6150028

Sabtu pagi itu saya pulang dari kampus. Berjalan penuh lunglai, mengingat sidang untuk skripsi saya akan ditunda lagi hingga February 2009 nanti. Lemas dan sedih sekali rasanya. Impian untuk diwisuda bulan January hilang sudah. Ah Rabb, saya bingung sekali harus bersikap apa kemarin. Marahkah? Menangiskah? Tertawakah? Atau bahkan bersyukur? Dan akhirnya saya memilih menangisi ketidakberdayaan saya.

 

Saya masuk rumah dengan menemukan ayah saya yang tengah menerima tamu. Saya menyapa dan mencium tangan ayah dan tamu tersebut. Lalu melihat ada ibu di kamarnya, lalu saya mencium tangannya pula sambil bilang kepadanya bahwa saya tidak akan bisa sidang January. Lalu saya menangis dan menuju ke kamar dan melempar tubuh ke kasur. Dan ibu saya menghampiri sambil bertanya, “Kenapa? Salah skripsinya?”

 

Saya menggeleng, “Dosennya belum mau baca skripsinya.”

“Yaudah, sabar aja.” Akhirnya ibu saya menjawab lagi.

Oh ibu, saya pikir saya akan mendengar jawaban memaki atau mengutuk kelalaian saya atau dosen yang begitu malas membaca tugas akhir saya itu. Tidak ada intimidasi apapun dari anggota keluarga termasuk ayah dan ibu saya gara-gara skripsi saya yang belum selesai juga. Sungguh begitu percaya mereka terhadap semua yang saya usahakan selama ini. Saya bersyukur akhirnya. Memiliki orang tua yang begitu tegar dan paham akan urgensi syukur dan ujian dari Tuhan.

 

Membicarakan kebaikan orang tua khususnya ibu memang tiada akan pernah habis. Ibu bersabar dengan ujian ketika kelelahan mengandung kita selama kurang lebih sembilan bulan. Lalu bersabar mengasuh kita hingga dewasa seperti saat sekarang ini. Dan bahkan sampai sekarang pun saya masih ketergantungan dengan ibu. Kebaikannya membuat saya begitu mencintainya, meski terkadang dan bahkan amat sering menyusahkan dan membuat sakit hati dirinya. Ya Allah…

 

Ya Allah… muliakanlah dirinya, ibuku, ibu terbaik di dunia-akhirat

Muliakanlah usahanya, limpahkanlah pahala untuknya

Limpahkanlah ia rasa syukur yang lebih lagi atas karunia-Mu terhadapnya

Jadikanlah ia menjadi ibu yang amat baik

Dan jadikanlah kami, anak-anaknya, sebagai anak yang sholeh-sholehah

Yang berguna dan menjadi kebanggaannya dan selalu menjadi penambah amalnya ketika ia meninggal nanti

Jadikanlah ia istiqomah di jalan-Mu

Dan jadikanlah akhir hidupnya khusnul khotimah

Amin!!

 

Rabbighfirlii waaliwalidayya warhamhumaa kamaa rabbayani shoghiro… amin!!

Iklan

5 thoughts on “MOM, Thank You!

  1. Dila, seorang ibu memang selalu mampu mendatangkan kedamaian di hati kita,pada saat kita galau, bingung dan juga marah, hanya ibu lah yg mampu melakukan semua itu dgn kasih sayangnya yg tak terbatas.
    hiks….hiks…bunda jadi kangen dan ingat sama ibu.
    salam hormat utk ibu ya Dila, semoga beliau selalu sehat, amin.
    salam.

  2. saya juga sayang ibu….
    (T_T)…
    tapi saya akan berusaha untuk melepas ketergantungan dari ibu..mba Dhila juga gitu…
    kan nanti ada saatnya mba dhila jadi ibu untuk anak2nya…
    bukan begitu?…^_^

  3. Catatan Menjelang Karnaval Blog MTBI
    Pertama, saya wajib mengucapkan terima kasih kepada teman-teman narablog yang telah mengirimkan artikel untuk meramaikan acara Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu. Artikel yang masuk cukup banyak, yaitu 50 naskah. Artikel yang dikirimkan ada yang berupa, Esai, Fiksi, Puisi, atau Ringan Interesan. Semua bagus, dan itu telah membuat saya kesulitan mana yang akan ditampilkan dalam karnaval nanti.
    http://guskar.com/2009/12/13/catatan-menjelang-karnaval-blog-mtbi/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s