A Novel to Kill

Pernah tahu sebab mengapa John Lennon dibunuh oleh penggemar setia-nya sendiri, Mark David Chapman? Pernah bertanya kenapa? Pasti terlintas jawaban sekilas bahwa itu karena si-David Chapman adalah orang yang memiliki penyakit kejiwaan sehingga idola yang sangat dikaguminya dibunuh oleh tangannya sendiri. Ya jawaban itu benar. Tapi pernah tau-kah benda apa yang disebut-sebut menginspirasi David Chapman tersebut? Jawabannya cukup mengerikan: Sebuah Novel Berjudul THE CATCHER IN THE RYE karya J.D Salinger.Ya, novel itu. Benarkah novel tersebut berisi ajaran atau cara-cara atau hal-hal yang menginspirasi seseorang untuk membunuh orang lain? jawabannya: tergantung pada tiap-tiap orang yang membaca novel tsb. Kenapa?

Karena setelah membaca novel tsb, saya pribadi tidak menemukan hal-hal atau jalan cerita menuju ide pembunuhan dan inspirasi untuk menghabisi nyawa manusia lainnya. Novel yang diterbitkan sekitar tahun 50-an itu sebenarnya tidak begitu menarik dari segi performance (dilihat dari cover dan tulisan isi novel-nya). Apalagi saya mendapat novel tsb dengan cara mem-fotokopi sehingga hasilnya tidak begitu jelas dan makin tidak menariklah novel tsb bagi saya. namun karena tuntutan tugas kuliah, maka akhirnya saya baca juga novel itu.

Oke, bahasa yang enak dan mudah dimengerti membuat saya mulai tertarik membaca dengan sistem SKS alias sistem kebut seminggu. Karena sekali lagi, itu tuntutan tugas kuliah yang ketika itu kami diminta membaca dan menganalisa novel tersebut oleh dosen sastra kami. Lalu akhirnya saya makin tertarik ketika saya mencoba mencari ringkasan dan sekilas analisa novel tsb lewat internet. Ketika itu saya menemukan kasus menarik bahwa THE CATHER IN THE RYE inilah yang mengisnpirasi David Chapman membunuh John Lenon.

Dan Oke (lagi), saya mencoba lebih serius membaca novel tsb. Tujuannya selain karena tugas, namun lebih kepada rasa penasaran mengenai isi novel tsb. Sekali lagi, disana tidak ada ajaran ttg bagaimana cara membunuh orang. Novel ini bercerita mengenai ke-stabilan seorang remaja berusia 17 tahun yang bernama Holden Caulfield. Dia dikenal sebagai siswa yang sering pindah sekolah (empat kali) karena berbagai kasus, mulai dari pindah sendiri karena tidak betah sampai dikeluarkan karena nilai akademiknya yang jelek. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya, namun sayangnya ia tidak langsung pulang dan malah mengembara sesuka hatinya. Sebab ia berpikir bagaimana harus menghadapi keluarganya yang belum mengetahui kabar ia keluar dari sekolah.

Meski dalam novel ini memang tiada ajaran bunuh membunuh, namun bahasa yang digunakan cukup kasar. Mungkin bagi orang Indonesia seperti kita kata-kata seperti ‘goddam’, ‘moron’, ‘bastard’, dan kata bahasa Inggris kasar lainnya tidak terlalu terasa jelek dan kasarnya. Namun bagi orang Amerika dan Inggris juga orang yang beribukan bahasa Inggris lainnya kata-kata seperti ini merupakan kata-kata tidak senonoh yang langsung terasa efek ketidaksopanannya.

Dan jika teman-teman membaca novel ini, akan terasa sekali bahwa sosok karakter utamanya sangat gamang. Kita sebagai pembaca pun ikut merasa bingung dan tidak tentu arah. Cukup terasa kegamangan dan kefuturannya. Ditambah jika pembaca ialah orang yang gamang dan labil pula dalam hal kejiwaan seperti Mark David Chapman tadi. Hmm, cukup menginspirasi untuk berbuat hal yang tidak masuk akal. Sebab ada artikel pula yang menyatakan bahwa salah satu tujuan Chapman membunuh Lenon ialah untuk melanjutkan dan membuat bab terakhir novel yang ditulis oleh J.D Sallinger tsb. Hmm, cukup mengerikan.

20 thoughts on “A Novel to Kill

  1. sebuah buku merupakan hasil karya manusia berupa ide2/hsl pemikiran yang dituangkannya lewat sebuah tulisan. Bila ide2/pemikirannya begitu cemerlang dan brilian tidak jarang memang mampu “menghipnotis” fikiran pembacanya. Mungkin kita ingat bagaimana seorang tokoh Soekarno, Tan Malaka begitu doyan melahap buku2 sosialisme, atheisme, demokrasi sehingga mampu memberi warna tersendiri terhdp jalan pemikiran mereka.
    sorry….postingannya agak serius jadi komennya juga serius nich🙂

  2. udah lama juga ya tahun novelnya dibuat, ngeri juga denger cerita bunuh orang gara2 terinspirasi dari novel. ckckckkc

  3. Itulah kekuatan sebuah tulisan. Sebuah quote atau mungkin status facebook yang hanya terdiri dari beberapa kata saja bisa menginspirasi seseorang, apalagi sebuah buku/novel yang begitu kaya akan pemikiran penulisnya.
    Semoga tulisan-tulisan kita tak menginspirasi orang untuk berbuat jahat ya…😀

  4. salah satu cara untuk meningkatkan popularitas novel….menghubungkan kefiksiannya dengan kisah nyata.

    Fakta bahwa Si Chapman itu gila tidak bisa dipungkiri. kalau dia hidup di zaman sekarang yg penuh dgn kata2 tidak sopan di mana-mana. mungkin saja dia bisa membunuh 10 orang john lenon.

  5. novel Salinger ini adalah salahsatu favorit saya. bahasanya yang lugas bikin karakter Caulfield kuat banget.

    keknya salahsatu pesan dari buku itu adalah agar seseorang bisa lebih mengekspresikan keinginannya. makanaya sampe ada yang bunuh John Lennon gara-gara baca buku itu.🙂

  6. wah…enak yah mba dhilla,,,tugas kuliahnya suruh baca novel…
    daripada saya disuruh baca buku akuntansi,,,hahahaha,,,,
    novelnya tua juga yah mba…
    memang tulisan itu sangat besar pengaruhnya bagi dunia nyata, gak heran ketika buku-buku karya Pramoedya di Indonesia juga sempat dilarang beredar, Buku karya Ahmad Wahib juga pernah dilarang beredar… tapi sebenarnya sih itu interpretasi dari masing-masing pembacanya yah…. karena sebenarnya penulis hanya menuliskan ide-idenya….

  7. Kalau pembaca sampai merasa gamang karena satu karakter yang galau di dalam sebuah novel, itu berarti karakterisasi dan penulisan novelnya sukses. Rasanya sangat menarik, saya akan mencoba mencari buku yang satu ini dalam waktu dekat. Masalah bahasanya yang tak senonoh saya kira tak apa-apa, soalnya,, er,, saya udah banyak baca novel yang kira-kira bahasanya lebih parah (A Wise Man’s Fear, The Dark Tower, anyone?)😛

    Makasih atas artikelnya, mbak😀

  8. Apa yang kita baca dan kita pelajari dapat mengubah pola pikir dan tingkah laku kita. Namun perubahan yang bersifat positif. Kalau sampai gara2 novel dijadikan inspirasi untuk membunuh orang mungkin pemahamannya saja yang memang keliru ….

  9. D Dalam ulasannya pun ada kata yang menarik yaitu Cukup terasa kegamangan dan kefuturannya . bagi kebanyakan orang gamang sudah cukup jelas . untuk kata futur bisa di jelaskan .. apa itu futur .saya datang kesini untuk memperkenalkan Buku terbaru karya dokter Muhammad Ali Toha Assegaf Buku Pintar Sehat Islami.

  10. gak nyangka ya Dhila, kekuatan sebuah tulisan bisa menginspirasi seseorang utk menghabisi nyawa orang lain.
    benar2 hebat ya kekuatan sebuah tulisan
    the power of words …………persis tag line blognya Dhila🙂
    tapi, tentunya tag line ini istimewa krn Dhila pemiliknya🙂
    yg selalu menebarkan energi positif🙂
    salam

  11. bukannya cerita novel ini juga pernah difilmin ya? maksudnya cerita pembunuhan john lennon… juga cerita tentang pembunuhan serial killer di Amerika yang dilakukan karena mengikuti sebuah novel… sungguh menyeramkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s