Momen Hari Pahlawan tahun ini: Gelar Pahlawan untuk M. Natsir, Bung Tomo dan Abdul Halim

Akhirnya, setelah sekian lama berjuang demi mengukuhkan sebuah gelar pahlawan yang diakui secara resmi oleh pemerintah, 3 orang yang sangat berjasa bagi bangsa kita mendapat gelar tersebut. Mereka ialah M. Natsir, Bung Tomo dan Abdul Halim. Memang bukan para pahlawan itu yang ngoyo memperjuangkan gelar bagi diri mereka sendiri (karena saya pun yakin mereka tidak haus gelar!), namun keluarga dan orang-orang yang peduli dan mendukung dan mengakui bahwa adanya kontribusi perjuangan mereka untuk bangsa ini. orang-orang inilah yang memperjuangkan “hak” mereka sebab mereka pun memang pantas dianugrahi gelar mulia itu.

Seperti Natsir, putra bangsa berdarah Minang ini merupakan sosok yang tidak hanya sholeh namun juga sosok yang cerdas, bijaksana dan penuh tak-tik. Sebab ia merupakan sosok ulama, politisi, negarawan dan ilmuwan. Dia tercatat pernah menjabat sebagai perdana menteri Negara ini pada tahun 1950, ketua Masyumi dan DDII dan bahkan dia dikenal sebagai pendiri UII (Universitas Islam Indonesia) yang merupakan perguruan tertinggi tertua di Indonesia bersama M. Hatta.

Lalu Abdul Halim, yang dikenal sebagai pahlawan sunda dari Majalengka. Dia itu merupakan pendiri organisasi Hayatul Qulub. Organisasi itu membantu petani dan pedagang pribumi menghadapi persaingan dengan pedagang asal Tiongkok yang mendapat kemudahan dari pemerintah Belanda. Organisasi ini pun sempat dilarang oleh pemerintah.
Abdul Halim pun mendirikan Jamiatul Muslimin yang kemudian berubah menjadi Persjarikatan Oelama (PO). Berkat bantuan Ketua Sarekat Islam Tjokroaminoto, PO mendapat pengesahan dari pemerintah belanda. PO kemudian dibekukan pada masa penjajahan Jepang. Saat itu yang boleh berdiri hanya Muhammadiyah dan NU. Barulah pada 1944 PO berubah menjadi Perikatan Oemat Islam (POI) dan pada 1952 menjadi Persatuan Umat Islam. (batampos.co.id/utama/utama/tiga_pahlawan_baru_warnai_hari_pahlawan_nasional/ – 32k -)

Dan yang terakhir, Bung Tomo. Tokoh perjuangan yang sangat tenar dan identik dengan 10 November ini ternyata belum diakui sebagai pahlawan Nasional Indonesia sebelum November 2008 ini. Dia tercatat pernah memimpin tentara Indonesia pada perang melawan Belanda di Surabaya ketika itu. Dan dia pula yang membangkitkan semangat lewat berbagai orasinya baik secara langsung ataupun lewat radio. Maka tak heran jika ia pernah diangkat sebagai pimpinan TNI pada 1947. namun sayangnya, pada orde baru ia dipenjarakan oleh Soeharto akibat kritik-kritik tajamnya terhadap pemerintah.
================
sumber gambar: penamuslim.wordpress.com
================
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s