Ingatlah dengan Qazman…

Masing-masing dari kita sebagai ummat manusia memang ditakdirkan untuk mengemban misi dakwah yakni membumikan ajaran Islam dimuka bumi ini. Namun dalam menjalankannya tidak jarang banyak rintangan yang kerap menjadi sandungan para pengemban dakwah. Yang menjadi musuh utama ialah hati dari masing-masing diri tersebut. Hati yang didalamnya terdapat penyakit. Makanya sangat sewajarnya jika manusia harus selalu berwaspada dengan segala kemungkinan terburuk yang akan membuatnya dari jalan panjang yang indah ini. Dibawah ini terdapat kisah yang banyak mengandung hikmah bagi kita. Semoga bermanfaat.
====================================================================
(Diambil dari buku “Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam” buku ketiga karya K.H. Moenawar Chalil, terbitan PT Bulan Bintang, tahun 1993, halaman 260-261)
Menurut riwayat, ketika terjadi peperangan di kota Khaibar, diantara balatentara kaum Muslimin ada seorang yang bernama Qazman. Qazman, seorang yang gagah berani dan perkasa, seorang yang kelihatan terkemuka dan terhormat di muka orang banyak, karena ia seorang pahlawan Islam yang sejati. Jasanya terhadap Islam tidak sedikit, pada lahirnya.

Ketika terjadi perang Uhud, ia ikut serta bertempur melawan kaum musyrikin Quraisy. Dan ketika terjadi peperangan di Khaibar, ia tidak ketinggalan ikut serta pula menjadi seorang tentara dari barisan kaum Muslimin. Dalam lingkungannya, ia tidak sedikit pula mengeluarkan tenaga dan kekuatannya untuk kepentingan Islam dan kaum Muslimin. Tetapi selama itu pula Nabi SAW menyatakan kepada kaum Muslim yang seringkali beegaul dengannya, dengan sabdanya: “Bahwa (Qazman) sesungguhnya golongan ahli neraka.”

Sebagian dari tentara kaum Muslimin yang mendengar sabda Nabi SAW yang sedemikian itu tentu kurang percaya, dan ada pula yang sangat heran, mengingat akan jasa-jasanya. “Mengapa orang yang begitu berjasa dalam perjuangan, dan begitu gagah perkasa melawan musuh Islam, dikatakan oleh nabi, bahwa sesungguhnya ia adalah golongan ahli neraka. Dan sekali lagi beliau menyatakan, bahwa sesungguhnya ia itu ahli neraka.

Kemudian pada waktu itu ada seorang sahabat Nabi yang berkata kepada beliau: “Saya yang akan menemaninya.” Tegasnya bersedia untuk menyertai Qazman.

Orang ini terus keluar, dan selalu mengikuti dan menyertai Qazman. Sewaktu Qazman berdiri, orang itu berdiri; sewaktu Qazman berjalan cepat, ia berjalan cepat; apabila Qazman berhenti, ia ikut berhenti; apabila Qazman bergerak, ia ikut bergerak, dan demikianlah selanjutnya.

Dengan demikian, maka ketika terjadi pertempuran seru di Khaibar –sebagaimana yang diriwayatkan di muka— Qazman pun terus menerus bertempur dengan gigihnya. Tetapi pada suatu waktu dalam pertempuran itu juga dengan tiba-tiba Qazman mendapat luka-luka parah ia tidak tahan merasakan sakit yang sedang dideritanya lalu ia mencepatkan kematiannya sendiri. Qazman ketika itu meletakkan hulu pedangnya sendiri diatas tanah dan ujung pedang itu dilekatkan di dadanya kemudian ia menekankan dirinya diatas ujung pedangnya itu sehingga cepat menemui kematiannya. Qazman membunuh dirinya sendiri. Maka orang yang selalu menyertai Qazman tadi segera menghadap Nabi SAW seraya berkata: “Saya menyaksikan, bahwa sesungguhnya engkau itu Utusan Allah.”

Nabi SAW setelah mendengar ucapan orang tersebut lalu bertanya kepadanya: “Mengapa demikian?”

Orang itu lalu menerangkan tentang keadaan Qazman, bahwa ia telah berbuat demikian … dan demikian … (seperti riwayat diatas).

Ketika itu Nabi SAW lalu memanggil Bilal, dan ia setelah menghadap kepada beliau lalu diperintahkan supaya menyiarkan kepada orang ramai dengan suaranya yang nyaring tentang sabda beliau:

“Tidak akan masuk ke surga, kecuali orang yang beriman. Dan sungguh Allah menguatkan agama ini dengan orang lelaki yang durhaka.”

Bilal seketika itu mengumandangkan dan menyiarkan sabda Nabi SAW yang tersebut itu di muka ramai.

Dengan riwayat yang tersebut itu jelas bagi kita, kebenaran yang dikatakan oleh Nabi SAW yang menerangkan, bahwa sesungguhnya ia termasuk golongan ahli neraka, karena orang yang mati membunuh diri itu termasuk ahli neraka.

Menurut riwayat, Nabi SAW telah menyatakan lebih dulu, bahwa Qazman itu golongan ahli neraka, karena beliau sudah mengetahui keadaannya yang sebenarnya. Yakni, sebenarnya Qazman itu seorang munafik, seorang yang tidak ikhlas niatnya dalam mengikuti peprangan bersama-sama kaum Muslimin, dan lebih tegas seorang yang berperang tidak karena Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s