berteman: tak semudah berkhayal

Mempunyai teman akrab ialah prestise tentunya. Karena seseorang yang tanpa teman, akan kesepian dan mengalami penderitaan. Ia mungkin akan menjadi seperti Cinderella yang setiap hari dikurung ibu tiri dan anak-anaknya sehingga hanya berteman dengan tikus dan hewan rumah lainnya. Atau ia akan menjadi makhluk lain yang tidak mengenal komunikasi, yang ia tahu hanya diam-diam-diam. Ia tak tahu cara berekspresi-cara berkomunikasi-cara berbagi.

Frank Crane berkata, “What is a friend? I will tell you. It is a person with whom you dare to be your self.”

Jika dua orang bertemu dan mempunyai faktor-faktor yang memungkinkan mereka untuk menjadi teman, maka ia menjadi teman, sahabat, pacar, bahkan pasangan hidup. tapi ternyata banyak faktor yang menjadi syarat untuk sebuah hubungan. ya—tanpa kita sadari. faktor-faktor tersebut beberapa banyaknya ialah; PERSAMAAN, KEDEKATAN, SIFAT AKTRAKTIF, dsb. kita butuh persamaan dan kesamaan untuk meyakinkan bahwa kita dapat berteman dengan seseorang. banyak hal yang membuat kita dapat berteman, banyak hal yang sama disekitar kita. banyak hal. contoh kecil ialah burung dengan berbeda jenis dan ordo. misalnya burung elang dan burung pipit. mereka tidak akan mungkin berteman satu sama lain jika memang tidak ada kesamaan dalam diri mereka. namun apa yang membuat mereka berteman? ternyata sederhana. Tuhan memang membuat segala sesuatu di dunia ini dengan menakjubkan dan menakjubkan meski itu berasal dari hal-hal yang sederhana. apa itu? ternyata dua sayap burung tersebut sama-sama patah dan rusak.

Dan dalam suatu pertemanan pun ternyata ada formula yang tanpa sadari kita lakukan. teori yang selama ini telah diterapkan dalam ilmu ekonomi; teori untung dan rugi. teori ini diperkenalkan oleh J.W. Thibaut dan H.H Kelley pada 1959. konsep dasarnya ialah hubungan itu ternyata meliputi dari 4 konsep (rakhmat, 2003); REWARD, COST, OUTCOME, and COMPARISON LEVEL.

Reward merupakan ganjaran atau apa-apa yang kita dapatkan dari hubungan pertemanan dua orang (dyad). ganjaran ini bisa berupa penghargaan sosial, ilmu, dll.
Cost adalah biaya yang kita keluarkan untuk sebuah pertemanan. apakah itu biaya, waktu, rasa sakit hati, dll.
Outcome merupakan hasil dari pertemanan tersebut. apakah hasilnya memuaskan, menyakitkan, atau bahkan putus.
lalu Comparison Level ialah sebuah standar yang digunakan sebagai parameter untuk menilai hubungan pertemanan tsb.

ada 6 tipologi yang terkait empat konsep diatas. salah satunya ialah jika reward yang kita dapatkan dari hubungan pertemanan lebih besar daripada biaya yang kita keluarkan maka hasil yang kita dapatkan ialah hubungan yang menyenangkan. dan begitu pula sebaliknya.

jadi— ternyata diam-diam, dalam hubungan pertemanan itu, ada suatu formula yang berdasarkan pola untung dan rugi. tanpa kita sadari kita membutuhkan ganjaran dari hubungan pertemanan. apakah itu penghargaan diri, kasih sayang, rasa aman, rasa ingin diakui, dsb. jika ada kesalahan dalam pembagian untung rugi, maka akan mengakibatkan hubungan yang tidak adil karena salah satu pihak ada yang merasa terzholimi. itulah— maka, pertemanan itu tidak semudah berkhayal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s