Elegi November_24: Cinta tak sampai bagi saudara. Untuk perginya sang pejuang NURDIANSYAH.

Hari itu sabtu 24 november 2007. terdengar kabar bahwa salah satu mahasiswa terbaik UIN SYAHID Jakarta, Nurdiansyah yang juga merupakan Ketua BEM Jurusan Hubungan Internasional telah berpulang ke Rahmatullah dalam kecelakaan Bis dalam rangka acara Ta’aruf (perkenalan) yang diadakan BEM HI untuk para juniornya. Tercatat pula bahwa selain Akhina Nurdiansyah, satu Mahasiswi semester I turut meninggal dalam kecelakaan tersebut.Dan Civitas Akademika UIN Syarif Hidayatullah khususnya keluarga besar FEIS dan jurusan HI seketika itu berduka. Sepi-SEPI-sePi… KEHILANGAN!! Dan saya pribadi –entah apa ini— untuk NURDIANSYAH… saya benar-benar merasa kehilangan! Meski tak pernah ada kata perkenalan atau dikenalkan diantara kita, namun sisi simpati dan empati saya bergerak dengan TULUS. Tanpa ragu saya ingin ungkapkan bahwa: SAYA MENCINTAI ENGKAU !! saya kehilangan engkau. Dan entah, semua suara yang saya dengar di hari itu, terasa mellow dan mistis! NURDIANSYAH, kau PEJUANG, INSYA ALLAH! Kau SEJATI, INSYA ALLAH!Entah—ada perasaan menumpuk didalam…       membuncah-buncah!!     Ada ikatan indah tak terlihat yang menyebabkan perasaan ini.     Aku cinta engkau…!       ITUKAH IKATAN YANG BERNAMA UKHUWAH ISLAMIYAH? ITUKAH YANG DINAMAKAN PERSAUDARAAN ISLAM? IS IT BROTHERHOOD IN ISLAM???    Semoga Rahmat-Nya terus menyertaimu di alam sana, ADIK SEPERJUANGAN. Ditulis oleh_FADHIL_di Busway, koridor VII Kp.Rambutan-Kp.Melayu_november24_kira-kira setengah sembilan malam.

One thought on “Elegi November_24: Cinta tak sampai bagi saudara. Untuk perginya sang pejuang NURDIANSYAH.

  1. bukan kepergian Nurdiansyah yang akan saya tangisi berlarut-larut. namun lebih terhadap ingatan saya akan kematian… betapa mellow-nya saya. saya berpikir, lalu apa yang akan saya pertanggungjawabkan di alam sana? apa yg akan saya jawab… saya ga punya apa-apa… perihh sejujurnya!

    benar-benar perihh ya Tuhan!

    agar mohon ku selalu berasa dijalanMu. jangan singkirkan aku dari jalan indah ini… sebab menangis dihadapanMu merupakan kenikmatan yang tak tergantikan! dan aku hampir tak pernah lagi merasakan hal itu… ampuni aku!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s