Malang Bag. 7: Bromo-Tengger-Semeru

postingan terkait sebelumnya: Malang Bag.1: Keberangkatan, Malang Bag. 2: Tur Kampus, Malang Bag. 3: Workshop, Malang Bag. 4: Wisata, Malang Bag. 5: Sarang Aktivis, Malang Bag. 6: Ngarung.

***

P1150266 tidak pernah saya duga sebelumnya jika saya akan mendapat kesempatan untuk mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. saya memang sempat bermimpi pergi ke sana pada awal tahun ini, namun sekali lagi tidak saya duga saya akan menghampirinya pada bulan November ini di tahun yang sama ketika saya bermimpi. mungkin inilah yang disebut anugrah. alhamdulillah :)

di malam itu (6/11/08) entah mengapa cuaca begitu lebih dingin dari biasanya. apa karena AC kamar? umm, sepertinya tidak sebab suhu yang tertera sekitar 21derajat, suhu yang tidak terlalu dingin untuk udara AC. atau mungkin karena saya terjaga lebih larut dari biasanya? waktu menunjukkan lewat dari 23.00 ketika itu. dan saya belum beranjak tidur. teman sekamar sedang turun ke lobi mengantarkan teman SMA-nya yang tadi mampir ke kamar kami dan TV masih menyala. setelah packing tadi badan terasa menggigil dan lelah. saya pun ingat kalau saya harus tidur walau sebentar sebab jam 2 pagi buta saya beserta rombongan harus sudah berangkat menuju Bromo. akhirnya, buru-buru saya tarik selimut untuk menutupi seluruh badan yang terasa kedinginan dan mencoba memejamkan mata. berkali-kali saya pejamkan mata sampai akhirnya saya sadar kalau saya sulit tidur!

02.00 AM

semua barang sudah dimasukkan dalam bagasi travel yang akan membawa kami menuju wilayah gunung dan pegunungan yang ada di timur jawa itu. saya tak sabar ingin melanjutkan tidur. sebetulnya sih ingin melihat pemandangan di luar mobil. namun saya tak yakin kuat dengan mata yang masih mengantuk ditambah suasana diluar masih sangat gelap. jadi apa yang mau dilihat?

04.15

sudah sampai di Gunung Penanjakan, tempat yang didaulat sebagai view point untuk melihat matahari terbit. sudah banyak wisatawan ngumpul di tempat ini baik dari dalam negeri maupun luar negeri. meskipun banyak orang namun udara tampak menusuk-nusuk kulit hingga saya merasa mati rasa saking dinginnya. padahal saya sudah memakai kaos hangat yang di-lapisi dengan jaket dan switer hijau besar, namun tetap saja kalau orang kurus selalu mudah kedinginan.

04.30 (sekitar jam segini pokoknya… lupa :D )

matahari mulai terbit sempurna. para wisatawan berburu tempat terbaik untuk mengambil momen keluarnya matahari dari peraduannya itu. semua tampak bersorak, sibuk berfoto ria dan mengambil video. saya pun tak mau ketinggalan mengambil gambar meski kapasitas pixel kamera saya sangat pas-pasan. yang penting ada gambarnya. :mrgreen: berikut hasil gambar yang saya dapatkan ketika menjelang dan saat matahari terbit dan juga sesudahnya. untuk om tukang poto, mungkin bisa analisa betapa jeleknya gambar yang saya ambil. umm, boleh diberi saran bagaimana seharusnya saya ambil gambar. :grin:

sunrises

foto pasca terbit

3 gunung

mendaki BROMO

P1150269 sampai kami di sebuah wilayah tanah berpasir di kaki bukit Gunung Bromo. disana saya sangat kagum dengan tekstur gunung-gunung yang ada seperti Gunung Batok misalnya. saya bisa melihat betapa Maha Telitinya Allah telah menciptakan tanah bumi dan gunung yang menyatu dengan lapisan-lapisan struktur yang berbeda. saya bisa melihat sendimen-sendimen tanah yang terekat kuat membentuk suatu gundukan. seperti ada lem yang melekatkannya. biasanya saya hanya bisa melihat sendimen berupa sketsa dalam buku pelajaran, kini saya bisa melihatnya secara langsung. meski saya tidak begitu mengerti dengan sendimen tersebut, namun saya kagum. umm, mungkin bisa tanya sama ahli Geologi kita yang lagi serius nyusun thesisnya. :mrgreen:

kemudian saya melanjutkan perjalanan menuju puncak Bromo dengan berjalan kaki sebentar dilanjutkan naik kuda (tepatya anak kuda :grin: ). oh iya, di kaki bukit Bromo ini ada Pura untuk tempat ibadah suku Tenger yang beragama Hindu dan untuk upacara rutinan yang bernama Kasodo. sayangnya ketika itu baterai kamera saya habis, jadi terpaksa tidak bisa foto pemandangan pasir di kaki bukit Bromo deh. tapi buat yang mau lihat bagaimana pemandangan disana, bisa klik disini. :)

saya sudah sampai di ujung tangga paling bawah dari Bromo. setelah sebelumnya berjuang diatas punggung kuda kecil. ngeri juga naik kuda, apalagi jalannya yang lumayan terjal begitu. hehe. setelah sampai anak tangga pertama, saya lantas langsung mendaki perlahan hingga dada saya sesak ketika berada di puncak. ya, sesuai teori, semakin tinggi tempat kita berpijak, oksigen di udara akan semakin menipis. eh, betul gak sih? :D

sesampainya di puncak Bromo, saya melihat kawahnya yang tertutup kabut. wangi belerang sangat menyengat di puncak. saya pun membalikkan badan ke arah Gunung Batok. saya terduduk dan memejamkan mata sejenak (mau merenung ceritanya). namun apa yang terjadi? saya malah tertidur gara-gara hembusan angin di puncak. haha, parah banget ya. habis, kondisi disana sandy (berpasir) dan windy (berangin) sih. jadi enaknya tidur. :mrgreen:

Semeru

saya tidak pergi ke Gunung tertinggi di pulau Jawa ini. saya hanya mampu melihatnya dari jauh. tapi sebelumnya mau tanya dulu sama para pencinta alam dan jejaka petualang kita, mas alamendah dan mas morishige… pasti udah pernah ke puncak SEMERU kan? :D bisa dibayangkan betapa sulitnya mendaki gunung tersebut. saya naik Gunung Bromo saja (padahal itu pake tangga lho) sudah lelah sekali. apalagi jika saya harus mendaki Semeru, pastinya butuh olahraga secara rutin setidaknya sebulan sebelumnya. semoga suatu saat bisa kesampaian, saya ingin merasakan indahnya Ranu Pane dan Ranu Kumbolo, juga betapa mistisnya Arcopodo dan Kalimati dan betapa menegangkannya ketika kita mendaki puncak Semeru yang berbatu pasir. bisakah saya? mampukah saya? :)