‘Committed to Better Indonesia’
motto diatas merupakan tema sentral dari Wisuda ke-76 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari Sabtu, 25 Juli 2009 M / 3 Sya’ban 1430 H. ya, karena akhir-akhir ini Indonesia sering dapat musibah mulai dari kecelakaan pesawat sampai Bom Mega Kuningan, maka tema diatas tadi dirasa pantas. ya, sebagai warga negara Indonesia yang baik, mari kita berkomitmen untuk menjadikan Indonesia lebih baik!
shubuh datang di 25 Juli 2009, hari wisuda ini. sementara saya belum mampu bangkit dari tidur. bukan kantuk yang saya rasa sebenarnya. namun keringat dingin dan ngilunya tulang yang membuat saya lemas seluruh badan menyebabkan rasa enggan bangun ini. mungkin juga ini akibat obat dokter yang semalam saya minum, efek biusnya belum hilang kali ya. namun saya tetap mencoba menyadarkan diri, sebab hari ini hari bersejarah buat saya dan tidak mungkin saya harus bolos wisuda cuma gara-gara sakit ringan begini.
akhirnya, kami berada di Auditorium Utama UIN SyaHid. sebuah ruangan paling besar yang hanya digunakan untuk acara-acara istimewa seperti wisuda. ruangan ini terasa sesak dan panas, padahal gede banget lho. ya maklum ajah sekarang UIN telah memecahkan rekor dengan meluluskan 933 wisudawan-wisudawati. keringat dingin masih bertahan di pori-pori. sementara suhu badan saya yang kadang panas dan dingin berebut menguasai kulit. dalam hati saya berkata, ”jangan pingsan… jangan pingsan!” dan beruntung saya tidak pingsan hingga ceremonial wisuda dimulai. Pdelman datang dengan membawa tongkat kebesaran UIN Syarif Hidayatullah diikuti Rektor Prof. Dr. Komaruddin Hidayat beserta Purek, Dekan, dan Guru Besar dari setiap fakultas. saya merinding ketika mereka berjalan ber-iringan begitu, rasanya campur aduk ada bangga, haru, kagum, terpana dan heran karena merasa prosesi wisuda ini rasa-rasanya mirip dengan upacara misa atau adat ummat kristiani di Vatican.
masih lemes dengan keringat dingin hingga prosesi wisuda untuk fakultas saya, Fakultas Adab dan Humaniora tiba. saya bersama teman-teman se-fakultas berdiri gagah. siap-siap mendapat senyuman manis dari pak rektor komeng eh pak Komar, sorry. hehe. oh iya, wisudawan terbaik saat ini ialah wisudawan dari fakultas saya lhoooo! namanya Siti Muizah dari prodi Bahasa dan Sastra Arab dengan IPK 3,95! wow! saya ikut bangga meski sebenarnya agak ngiri. maklumlah seorang bodoh yang cuma dapet IPK tiga koma sekian namun gak cum laude kayak saya ini, emang cuma bisa gigit jari ajah. namun seperti kata d’masive, syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah!
oke, saya sudah dilantik dan merasa lega menerima senyum manis dari pak rektor juga ucapan selamat yang ramah dan pak dekan. kemudian saya bersama teman-teman fakultas duduk kembali menunggu giliran teman-teman fakultas lain dilantik. maklum, fakultas saya mendapat giliran kedua pelantikan. jadi lumayan enaklah. dan setelah 6 fakultas mendapat giliran pelantikan, rektor istirahat sementara. soalnya mindahin kunciran kepala toga punya 933 wisudawan pegel banget bowww! ya kan. nahhh, pas disini nih WALI beraksi. lumayan kaget juga soalnya ada salah satu personil WALI (gitarisnya) yang bernama Aan Kurniawan (Apoy) dari jurusan Akuntasi, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial ikut diwisuda sabtu ini. akhirnya WALI yang personilnya emang alumni UIN semua ini sempet manggung di acara wisuda. saya yang masih lemas hanya bisa memasang tampang capek, soalnya prosesi wisuda yang harusnya hikmat malah bikin para wisudawan foto-foto, nyanyi2 gituh. padahal hp dan kamera harus mati. bahkan tertawa saja tidak diperbolehkan. tapi apa daya, namanya juga manusia. ya gak. hehe.
oke, WALI selesai tampil dan lanjut ke prosesi pelantikan wisuda yang tersisa yakni 4 fakultas dan sekolah pascasarjana. kemudian setelah itu, giliran pembacaan prasetya sarjana oleh 11 wisudawan-wisudawati terbaik. kami berdiri kembali sambil mengikuti 3 point prasetya yang dibacakan tsb. dan oke, itu selesai. lanjut ke pidato dari salah satu alumni UIN. dan yang terpilih untuk pidato saat itu ialah (yang jelas bukan saya), Apoy sang Guitarist WALI BAND. hehe, kalo wisuda ke-74 di bulan Januari 2009 kemarin, Yusuf Mansyur yang diwisuda dan disuruh pidato, sekarang Apoy WALI yang dapat giliran itu. emang UIN diam2 full ngartist! hohooo.
oke, Apoy selesai pidato, dan giliran pak Komar pidato nih. wah, seneng deh bisa liat beliau, meski sebenarnya jauh jauh hari saya pernah foto bareng sama beliau. senang kan? oke, pak Komar selesai pidato. lanjut ke pembacaan doa dan penutupan sidang terbuka wisuda. setelah itu bisa ditebak, pdelman menghentakkan tongkat kebesaran UIN Sayrif Hidayatullah untuk menjemput Rektor, Purek, Dekan dan Guru Besar keluar auditorium utama. dan setelah itu, kami pun ikut keluar. haaah dan ternyata kami mengalami sesak napas ketika berjalan menuju pintu keluar. bayangkan saja, serasa selebritis kami dihadang ribuan pengunjung yang sekedar ingin memberi ucapan selamat atau bunga. saya makin merasa panas dan lemas luar biasa. tapi saya terpaksa keluar demi mencari ayah ibu yang entah dimana ketika itu.
oke, pencarian ayah ibu dan foto bersama keluarga selesai. kemudian saya langsung menuju fakultas karena teman-teman jurusan baik yang sudah dan belum wisuda telah berada disana. ah senangnya. apalagi ketika datang saya disambut bak pahlawan kesiangan. hohoo, prosesi yang mengharukan. apalagi ketika itu saya langsung menerima buket-buket bunga mawar. senangya. dan seketika saya lupa kalau saya sedang sakit.
dan oke, sesi foto2 selesai. saya ingat kalau belum sholat zuhur. jadi zuhur dulu deh. trus langsung pulang ke rumah di tengah hujan yang mengguyur Ciputat.