hari ini, tanggal ini 18 Desember di 7 tahun lalu. Entah hari apa ketika itu. Sepertinya hari Sabtu. ya, Sabtu 18 Desember 2004. Seminggu menjelang tragedi Tsunami 26 Desember 2004.
UIN Jakarta mengadakan Inaugurasi bagi kami para Mahasiswa Baru angkatan 2004. Malam inaugurasi itu penuh pertunjukan. Penuh tampilan dari berbagai grup kesenian dan musik. Puncaknya ketika band GIGI tampil. Baru beberapa lagu, entah kapan, ah dan rasanya secepat kilat. Sebagian Kanopi Student Center rubuh, menimpa beberapa penonton yang membludak dibawahnya. Banyak yang berdarah dan ada yang… benar-benar berpulang pada Tuhan.
![]()
Sebagai mahasiswa tahun pertama yang baru saja menjejaki usia 17 tahun, jujur saya shock. Dunia kampus tahun pertama saya, ketika kami di-inaugurasi, harus ada takdir Tuhan yang harus kami saksikan disana ketika itu. Semoga tidak ada yang terulang lagi seperti itu di kampus kami. Semoga. Sukses UIN. Hidup Mahasiswa!
Cinta Terakhir, by GIGI – sebuah lagu yang dinyanyikan ketika para korban dievakuasi-
semoga yang jadi korban diterima di sisiNya, amin
Meninggalkan cerita yang luar biasa yach…mari kita berdoa untuk saudara-saudara kita yang telah duluan pulang kampung..semoga diterima disisiNYA dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan untuk selalu tabah, amin
Semoga tidak terulang lagi ya Dhil …
cukup sudah …
Salam saya Dhila
(saya ikut merinding juga)
kejadian yg tidak bisa dilupakan ya dhil
Turut Berduka, mungkin sudah musibah yaa…?!
sampe ada korban yg meninggal? Innalilahiiiii …
ikut berduka ….
menyedihkan ya mbak dhila, pengalaman yang sulit terlupakan
semoga kedepan akan lebih baik dan semakin baik
Serem sekali mbak dhil -,-
Semoga mereka tlh tenang disisinya ya.. amin
Reblogged this on Ouh-Mai-Goat!! and commented:
Kampus gw juga, tahun pertama juga.. Cuma ga nyaksiin kaya dhila aja..
masih ingat berita itu…kalau ga salah di kanopi itu ada yang nonton juga??
merinding bacanya =,=
semoga korban yang meninggal tenang disana, aamiin
turut berduka cita
Turut berduka cita…
Sungguh sayang,Semoga saja gak ada kejadiian kayak itu lagi
mudah-mudahan hal tragis semacam itu tidak terulang. Adapun korbannya mudah-mudahan diberikan kesabaran dan ketabahan…
turut berdukaa yah
dan seminggunya tsunami ? uh
ya ampun….
semoga yang berpulang diterima di sisi-Nya..
walaupun kejadiannya sudah lama… tapi semoga doa kami sampai ya.. utk para korban, semoga mereka semua tenang disisiNya…
semoga tak terulang lagi ya Dhil.. amin…
Sedih bacanya musibah ini
Innalillahi…speechless aku Dhil, pasti teringat terus kejadian itu yaa..
salam. blogwalking…
tidak ada yang bisa merubah takdir.
Absen lagi nich….
pastinya tanggal itu tak akan terlupakan
Semoga tak terulang kembali
(maaf, baru sempat berkunjung mba, setelah sekian lama
)
semoga bisa diambil hikmahnya ya..
Innalillahi…
semoga acara-acara seperti itu tidak selalu mendatangkan korban yah mba..
dan kita bisa mengambil hikmahnya,,
memori kelam….
cerita masa lalau yang kelam nih
hmmmm
Pengalamat buruk yang sudah tentu sulit dilupakan dan menjadi trauma. Semoga keluarga yang ditinggalkan korban tetap tabah dan ikhlas.
Masya Allah… aku pun pasti sulit utk melupakan kejadian tragis seperti itu,
Sungguh menyedihkan. semoga arwah mereka diterima disisi Allah Swt.
Takdir telah dituliskan walau kita sudah berupaya semaksimal mungkin dalam setiap kegiatan.
salam hangat dari Surabaya
sementara tanggal 18 Desember bagi kami adalah hari yang encouraging banget.
*sighed*
semoga tak terjadi lagi hal yang sedemikian..
speechless…
inna lillahi wa inna ilaihi raji’un….
Innalillah…
Manusia berencana, namun Allah telah menetapkannya demikian…
Innalillahi wainnailaihi rojiun,
bencana Tuhan yang menentukan
semoga tidak terulang lagi
Selamat menyambut tahun baru..ada bingkisan di rumahku, semoga berkenan
mudahan jadi pelajaran bagi kita ditinggalkan..
Semoga ga terjadi lagi ya mbak dila..
Turut berduka..
Assalaamu’alaikum wr.wb, Dhila…
Alhamdulillah, bunda kembali menyapa untuk menyatu dengan Dhila di dunia maya. Semoga selalu sihat dan sukses dalam pekerjaan.
Peristiwa Inaugurasi yang tentunya menyayat hati dan memberi kesan kepada jiwa saat melihat ia berlaku di depan mata sehingga ada yang kehilangan nyawa.
Ternyata kematian tidak pernah kita jangka saat hadirnya. Mudahan kematian kita sentiasa dalam keadaan khusnul khatimah. Ia suatu pengajaran yang besar untuk muhasabah diri.
Salam sayang dari bunda di Sarikei, Sarawak.