intermezzo: Alhamdulillah, akhirnya saya bisa nulis lagi. saya tahu tulisan ini cukup ditunggu-tunggu teman-teman blogger saya (hehe, sok penting gitu ya.
). terutama calon dokter kita yang tampaknya sangat menanti tulisan saya, yang katanya suka buat review buku yang aneh-aneh. saya jadi berpikir, benarkah postingan saya sering aneh? hehe.
***
sekarang yang akan saya review adalah novel Akeelah yang ditulis berdasarkan film Akeelah & The Bee yang dirilis tahun 2006. novel ini juga pemberian lho. beberapa hari lalu (8/6) bunda, salah seorang officer di kantor yang saya hormati, datang mencari saya dan memberikan buku ini. jelas saya senang luar biasa dan seoalh sudah tahu bahwa cerita buku ini memang sangat brilian.
novel ini meceritakan seorang gadis Afrika-Amerika yang berasal dari Los Angeles Selatan bernama Akeelah Anderson. Ia digambarkan sangat cerdas meski tinggal di lingkungan yang tidak mendukung. Digambarkan kota tempat Akeelah tinggal adalah kota yang sebagian besar penduduknya adalah warga keturunan Afrika dan Latin. kota ini juga digambarkan kumuh dan sangat memprihatinkan dalam segala hal.
Kecerdasan Akeelah terletak pada kecintaannya terhadap kata-kata. Ia suka sekali pelajaran mengeja. sampai suatu saat ia mendapat kesempatan untuk mengikuti Lomba Mengeja Nasional di Washington DC untuk pertama kalinya. Hingga akhirnya ia pun berhasil memenangi kontes itu bersama Dylan yang juga menjadi finalis lomba mengeja.
yang menarik dan bisa diambil dari cerita ini adalah, bukan soal kemenangan Akeelah. tetapi perjalanan Akeelah menuju kemenangannya itu. bagaimana ia bertarung melawan dirinya sendiri ketika kebosanannya belajar dan berusaha keras menghampiri. bagaimana ia menghadapi tekanan dari lingkungan juga keluarganya ketika memutuskan untuk mengikuti kompetisi mengeja ini. cerita ini cukup cerdas dan pantas untuk dijadikan bahan renungan dan motivasi. sayangnya, penerjemahan yang dilakukan Sapardi Djoko Damono untuk novel ini kurang memuaskan. tapi tak apa, setidaknya cukup membahagiakan para pembaca dan setidaknya ada ucapan terima kasih dari pembaca karena sudah ada yang mau bersusah payah menerjemahkan. terima kasih kakek Sapardi.
ingin mengamankan pertamax dulu ah mba..hehehehe
Salah satu tipikal cerita yang menurut saya bagus
Menceritakan tentang proses. Salah satu yang menarik itu bagaimana melihat karakter yang ada berkembang.
Tapi itu bayangan saya sih mbak. Gak tau lagi detail di novelnya gimana
hemm.sepertinya buku yang pantas untuk anak-anak daripada menonton sinetron (sambil manggut-manggut…)
hehehehe…
apa kabarnya mba?
Jadi ingat lirik lagunya Warteg Boys…
“Akeelah kalo begitu…. Akeelah kalo begitu…”
sepakat dengan mas asop, akeelah kalo begitu…
Memang sebenarnya yang menarik itu adalah proses dibanding hasil, sebab dari hal itu kita bisa belajar banyak..banyak banget malah..:)
yes… review lagi…
kliatannya bakal terasa lengkap abiz baca rwview, nonton pelmny…
yup, bkn kemenangan yg penting, tapi proses menuju kemenangan itu yg jauh lebih penting dri segalanya,….
nice to see this post…
selamat datang lagi kak dila…
ini film ttg ahli peneja ya…
bg s utk anak2 ya…
Waaaah NOvel yang menarik nih Dhil, boleh dooonk kapan2 minjem hehehe…