ada berapa banyak buku yang teman-teman punya? ada berapa banyak buku yang sudah teman-teman baca? adakah diantara buku yang dipunya dan telah dibaca termasuk kategori yang tidak menyenangkan? saya mengartikan ‘menyenangkan’ disini berbeda dengan kata ‘membosankan’ ya. ada buku bagus tetapi membosankan. dan juga ada buku yang tampak tidak membosankan, tetapi amat sangat tidak menyenangkan. hehe, bingung ya?
saat ini saya sedang membaca buku yang tidak menyenangkan itu. sebenarnya bukan sekali ini saya menghadapi literatur yang tidak menyenangkan, tetapi cukuplah saya membahas buku yang tengah saya baca saja. karena jika mau diceritakan bersama buku yang lain, akan jadi panjang artikel saya nantinya.
ada buku serial yang sepertinya cukup terkenal berjudul A Series of Unfortunate Events karya Lemony Snicket. buku ini terdiri atas lima judul yang kesemua judul dan episodenya melulu bercerita tentang hal-hal yang sangat tidak menyenangkan. dan buku yang sedang saya pegang sekarang adalah buku kelima; The Austere Academy.
kenapa saya bilang tidak menyenangkan? simple saja, karena buku ini mengisahkan tentang tiga orang anak kecil bernama Violet, Klaus dan Sunny Baudelaire yang selalu mendapat ketidakberuntungan di sepanjang seri. dikisahkan di awal bahwa orang tua mereka pergi meninggalkan mereka dan mereka pun diasuh oleh Count Olaf yang digambarkan sebagai laki-laki yang jahat. tidak ada happy ending disini. setiap kali mereka akan mendapatkan kebahagiaan, selalu saja Count Olaf muncul tiba-tiba dan menarik mereka dari kebahagiaan tersebut. waduh, cerita yang (menurut saya) kurang bagus untuk dibaca anak-anak. padahal buku ini sudahl dilabelkan ‘Children, it’s great deal’. hmm, mungkinkah mereka yang menjual buku ini tidak mengerti dengan isi yang ada di dalamnya? saya saja miris membacanya, apalagi anak-anak.
sejak awal, sebenarnya, Snicket sebagai pengarang sudah memperingatkan para pembacanya. di cover belakang akan kita temukan surat dari Snicket. saya tuliskan cuplikan di paragraf awal;
Dear Reader,
If you are looking for a story about cheerful youngsters spending a jolly time at boarding school, look elsewhere.
tuh kan denger kata Snicket, kalau kita berharap dengan cerita yang menyenangkan, cari saja buku yang lain.
tapi ya seperti yang saya bilang, buku ini bukan untuk anak-anak. sekali lagi, tidak direkomendasikan untuk anak-anak. karena anak-anak adalah manusia kecil yang masih tumbuh kembang dengan mimpi dan imajinasi mereka yang menakujubkan dan tentunya menyenangkan. kalau tiba-tiba disodorkan buku seperti ini, boleh jadi ada hal-hal traumatik yang akan timbul nantinya ( sok tau dhila
).
tetapi, meskipun tidak menyenangkan, buku ini tetap bagus untuk dibaca dan dianalisa. Snicket adalah penulis yang baik (meskipun misterius). kata-katanya mudah dibaca. dan menurut saya, ada pesan terselubung yang ingin diberikan Snicket lewat buku-buku tidak menyenangkannya ini. bahwa tidak ada kemudahan dan tidak ada yang benar-benar menyenangkan dalam hidup ini. segala kebahagiaan yang kita rasakan di dunia ini hanya bersifat sementara. seperti yang dikatakannya dalam The Austere Academy; ‘Momento Mori’ atau jika diartikan dalam bahasa Inggris ‘Remember You Will Die’ dan jika diartikan dalam bahasa Indonesia ‘Ingat Kamu akan Mati’.
Everybody will die, of course, sooner or later. Circus performers will die, and clarinet experts will die, and you and I will die, and there might be a person who lives on your block, right now, who is not looking both ways before he crosses the street and who will die in just a few second, all because of a bus. Everybody will die, but very few want to be reminded of that fact. (The Austere Academy on page 14: Snicket 2001)
Nampaknya memang menarik untuk di baca Mba. baru lihat nih cofer bukunya….Mantap.
salam.
hehhhe Dhila, kesimpulannya itu buku tidak menyenangkan yang menyenangkan untuk dibaca..
hehehe… buat orang dewasa, bun. (ini pendapat dhila lhoo)…
buku snicket itu bacaan anak2 saya dhil (entah seri ke berapa, samar2 sdh tamat). saya sendiri blm baca bukunya, tp filmnya bbrp kali saya tonton bersama mereka. sebuah film yg seru, krn bintangnya terkenal semua spt Jim Carrey yang berperan sebagai Count Olaf, ketiga bersaudara Baudelaire diperankan oleh Emily Browning (Violet), Liam Aiken (Klaus), dan pasangan kembar Kara dan Shelby Hoffman (Sunny). Juga ada Billy Connolly (paman Monty), Meryl Streep (bibi Josephine), Timothy Spall (Tn. Poe) sampai ke bintang tamu Dustin Hoffman
oia gus, ada filmnya ya?? waah, mau nonton ah.
ya memang kategorinya anak2,, tapi kok ceritanya sedih dan tidak menguntungkan terus. klo jadi anak2, aku malah gak suka, Gus.
Selamat pagi non
Semoga anda hari ini lebih baik dari kemarin
Saya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat.
Selain itu dalam rangka memperingati Hari Kartini , managemen BlogCamp Group dengan bangga mengundang sahabat untuk mengikuti acara Ladies Program “ Krida Wanodya” dengan tali asih yang menarik dan bermanfaat. Silahkan bergabung di : http://abdulcholik.com/2010/03/16/ladies-program-krida-wanodya/
Terima kasih, ditunggu partisipasi anda
Salam hangat dari Surabaya
wow… krn pakde sendiri yg dtg langsung kemari, ya insya Allah aku ikutan deeh.
apa kabar mba?…
baru sempat mampir lagi nih…..
langsung disuguhi buku yang tidak menyenangkan..hehehe..
tapi terima kasih…
mungkin buku ini untuk mendidik anak-anak tentang dunia nyata yang ternyata jauh dari apa yang diharapkan…yah seperti mengajarkan realitas mungkin..
kabar baik, mas..
hmm, boleh juga pendapatnya.
iya mba..soalnya menurut pengamatan saya (halah…) anak-anak di negeri ini memang diajarkan untuk memiliki mimpi yang tinggi, namun jarang ada yang memberikan pelajaran bagaimana kita bisa menerima jika mimpi itu tak bisa digapai….
Di toko buku Belitung ga ada bukunya :’(
Hmm, salah satu pesan yang tersurat dalam buku itu keren juga yah: “everybody will die, sooner or later..”,
jadi penasaran pengen minjem hehehhe…
sayang masih nginggris bukunya..
terjemahin donk dil.
wah, itu sih menarik dhil. gak dapet keberuntungan terus. hahaha… tatiaaann deh yuu.
bukunya bahasa inggris ya?
ga menyenangkan kehidupan didalam tokoh tapi menyenangkan pesan yang terselubung dalam cerita, sehingga perlu untuk petik pesannya ………..
Bukunya tidak menyenangkan, tapi dibacanya mengasikkan,
Waduh komen saya meghilang, keluarin ya DHila!
itu ada kok komennya, kang. dua lagi.
Baku bagus gitu kok dibilang gak menyenangkan.
itu karena cerita yg tdk menyenangkan…pak.
Kyaknya sih pengen deh, tp ga punya duit buat beli
berapa harganya ini?
itu yg series of unfortunate events…ada filmnya kan…
paling ga suka baca nopel ato buku yang panjang
saya masih ada banyak tunggakan buku yang kudu dibaca mbakyu. salah satunya the sister grimm yang alurnya unik. mau baca lagi males, sekarang lagi pengen nyantai dengan baca2 novel grafis
btw, buku yang tidak menyenangkan itu menurut saya sesekali perlu dibaca koq, buat memperkaya referensi kita soal hidup dan kehidupan, yang tidak selalu menyenangkan
Kadang apa yang kita baca bisa menjadikan kita lebih arif di dalam memandang kehidupan ( lho..kok jadi nasehat? )
Jadi semangat untuk baca buku-buku lagi neh..
salam dulu…
baru berkunjung kesini.
hehe….
salam kenal sob
waduh… saya bukan termasuk pembaca yang suka dengan ending tidak bahagia…
Info yg menarik, memang buku sumber ilmu …
Tadi saya baca *buku ttg hikmah … hasilnya postingan
http://abrus.blogdetik.com/2010/03/20/bagimana/
tapi keknya kok terkenal banget ya
buku dg cerita yg krg menyenangkn tetpi cukup menyenagkn utk dibaca, mnbgkin begitu kra2 yach..
buku dg cerita yg unik yg mngkin beda dri yg lain biasanya sgt mengandung makna yg banyk, dan itung2 utk memperkaya cerita dan afresiasi kita trhdp suatu buku, artinya klo kita dicekoki oleh buku yg ceritanya gampang ditebak rasanya krg greget, sekali kali kita jg butuh cerita yg sedikit nyeleneh..
buku tidak menarik yang sangat menarik nih
saya ingat pernah nonton filmnya..
tapi saya lupa detail ceritanya…:)
eh, udah ada filmnya ya?
udah lama.. sekitar taun 2004 ada-nya.
makasih review book na mungkin next time saya akan mencari buku ini hehe
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
salam blogger
makasihh
Weheheh jeng dhila ini beneran kutu buku. Udah tau buku nggak menyenangkan masih dibaca. Kalo saya mah langsung berhenti. Kayak nasib buku sahara nainawa itu, tau kalo bakal nyeritain yang serem-serem, mandek deh bacanya. hi.hi.
Btw, apa kabar jeng? lama tak jumpa semoga tidak lupa…
Wow wow wow wow wow..
Bacaannya karya kerya berbahasa Inggris ya
ternyata memang tak menyenangkan !
izin nyimak dulu ya…..
ditunggu kunjungan baliknya,
salam blogger.
bukunya bahasa inggris??
wah.. kayaknya yang punya blog lagi sibuk baca buku ini nih… hehehe
*tapi kok sempet ngejar pertamax ya?*
kadang biar tidak menyenangkan buku itu isinya bagus buat dibaca ya… kalo mamah jelas, buku berbahasa inggris kurang menyenangkan
Salam Takzim
Buku dibeli untuk dibaca, tapi kalau diberi orang lain terus kurang sreg dibacanya, sumbangkan saja mbak ke saya
Salam Takzim Batavusqu
pernah baca buku yg pertama n kedua.. kisahnya menengaskan! sangat! huhuhhu.. tp mereka selalu berhasil lolos dr ketidak beruntungan walo ujung2nya ga beruntung lagi, huks..
eniwei, akhir ceritanya gimana dibuku kelima? happy ending-kah? atau teteup feel unfortune for those three little kids?
Kalo saya kadang emang suka buku-buku dark gitu, tapi kalo yang tokohnya anak-anak belum pernah. pasti jadi iba dan kasian banget sama tokohnya.
btw…salam kenal n thanx udah mampir di blog saya.
Harusnya memang dunia anak2 adalah dunia yg menyenangkan, tapi zaman skarang kan bnyak hal tdk terjadi seperti seharusnya mba. Mungkin buku itu ngajarin anak2 untuk mensyukuri hal2 menyenangkan yg mereka punya, tp tdk dipunyai oleh ke 3anak dlm cerita itu.
salam kenal tukeran liks yuk
saya pernah nonton filemnya itu, ternyata ada bukunya toh. Memang di dalam film tersebut tidak ada bahagiannya sama sekali sehingga seperti tontonan sinetron yang tiada habisnya
buku yang tidak menyenangkan dan justru ingin saya baca
Saya baru denger nih
trims infonya..
saya kurang suka baca novel, lama banget abisnya. ngak sabar aja kapan ending, selalu menghitung berapa lembar lagi sisanya
judulnya lumayan, tapi kisahnya yg ga than. . pling bkal deg2an sndri. . pas baca
blom pernah baca1!
salam knal ye!
mampir di blog gue juga!
tadi liat di togamas. Trus keinget postingan mbak Dhila,,, cuma megang-mbolak-mbalik- setelah dipertimbangkan ga jd beli deh.
Salam Takzim
Sahabat mohon maap mau ngajak ikutan Earth Hour nanti malam, ikutan yuk kesini
Terima kasih
Salam Takzim Batavusqu
selamat pagi.
memang dalam kehidupan nyata, ending dari setiap lakon adalah mati. dan belum tentu matinya happy ending ataupun tragedy ending
terima kasih dan mohon maaf
Ah, iya. Buku yang harusnya jadi penguat hati dan mental, malah dibuat nggak enak hati kalo baca buku ini ya…..
Sama kayak buku serial Tunnels. Buat saya buku itu muram sekali, menyedihkan, dan penuh derita. Saya ga tahan lama baca novel itu. hiks…
Menarik.. Terima kasih atas info’y
lam knal..
htt://allfine.wordpress.com
saya sukanya baca novel yang pendek” ,,,dikit sukanya sama novel yang panjang”,,,mau ngantuk baca nok..hehehe..
buku dg cerita yg unik yg mngkin beda dri yg lain biasanya sgt mengandung makna yg banyk, dan itung2 utk memperkaya cerita dan afresiasi kita trhdp suatu buku, artinya klo kita dicekoki oleh buku yg ceritanya gampang ditebak rasanya krg greget, sekali kali kita jg butuh cerita yg sedikit nyeleneh..
kok saya jadi penasaran .. pengen baca bukunya….