‘kau datang membawa segala rasa dan kata yang kau pikir itu cinta’
Ruang bioskop kosong. saya hampir tidak melihat satu orang pun yang duduk di awal permulaan kursi penonton. mungkin karena gelap, jadi saya agak sulit mendeteksi orang-orang yang sudah masuk dan duduk di Teater 6 untuk
menonton film besutan Ikatan Alumni ITB, ‘BAHWA CINTA ITU ADA’. beruntung ketika saya mencoba meraih kursi saya yang terdapat di paling atas, saya melihat beberapa orang sudah menatap layar dan menonton cuplikan-cuplikan film coming soon. ada dua pasang lelaki-perempuan yang memilih duduk di pojok sekali (kenapa sih orang pacaran senangnya mojok? aneh!), sementara saya lebih suka berada di paling pinggir. namun ironinya, saya duduk di tengah mereka yang berpojok ria itu. ada seorang laki-laki yang tampaknya juga pengamat film abal-abal seperti saya. ada sepasang kakek-nenek yang duduk di baris tengah, sepertinya mereka alumni ITB dan sedang bernostalgia. dan beberapa orang lagi di baris bangku papan atas yang tidak terlalu saya perhatikan. hmm, tidak banyak yang menonton film ini di teater itu, padahal bukunya sudah best seller. kenapa ya? saya menimbang beberapa analisa, ah tapi sudahlah. inti sekarang ya nonton saja.
sepanjang film diputar, saya mencoba mencocokkannya dengan novel ‘GADING-GADING GANESHA’ yang sudah saya baca. seperti film hasil adaptasi sebuah novel lainnya, film ini pun tidak mengikuti alur cerita novel secara utuh. ada beberapa perubahan. namun yang sangat menarik perhatian saya, meski latar belakang film ini adalah ITB yang berada di Bandung, namun nuansa Sunda tidak terlalu terasa. yang kental justru nuansa dan budaya Jawa di sepanjang film. suara Sujiwo Tejo (sutradara film ini) yang menjadi dalang dengan replika wayangnya memenuhi setiap scene juga musik-musik Jawa, logat-logat Jawa dan tarian Jawa. maaf, bukan bermaksud SARA, tetapi itu yang saya rasakan. hmm. *senyum-senyum*
film selesai. dan saya mulai disorientasi tempat. saya lupa jalan pulang! ya Tuhan!! setelah keluar dari mall, saya melihat seluruhnya gelap. langit sudah gelap. yang ada hanya lampu-lampu yang menyinari malam dengan segala keramaian. sebanyak dua kali saya bolak-balik menyusuri jalanan, mencari pintu menuju terminal Bus Way Blok M. seketika saya merinding. benar kata sebuah hadis Muslim bahwa, " Janganlah engkau menjadi orang pertama yang masuk pasar jika engkau mampu dan jangan pula menjadi orang paling terakhir yang keluar darinya pasar karena pasar itu adalah tempat peperangan para syaitan dan disanalah ditancapkan benderanya."
mungkin ketika itu saya sedang disesatkan dari jalan pulang agar tidak bisa keluar dari keramaian. saya benar-benar bergidik dan ingin segera pulang. mencari sedikit udara dalam kungkungan mimpi yang belum sempurna saya niatkan. dan kembali mencari tahu, cinta seperti apa yang harus saya sebarkan di dunia ini. bukankan sebagai khalifah yang sedang bertugas di dunia kita sedang mengemban cinta untuk dibagi. tetapi kepada siapa saja cinta itu pantas diberikan, coba kita renungkan lagi.
cinta itu bukan sesuatu hal yang harus ditakutkan. dia bukan buto cakil pakek helm (seperti kata seorang teman blogger). bukan sesuatu yang harus dihindari. tetapi sesuatu yang harus disambut dan diperlakukan secara jujur. Selamat Datang Cinta!
kau datang membawa segala rasa dan kata yang kau pikir itu cinta. kau juga membawa segala janji dan mimpi yang kau kira itu cinta. kisah indah kita bagai dewa-dewi tak perlu alasan tuk saling cinta . tawa canda, sakit hati, hati rindu, air mata… semua nyata karena kita ketika cinta ada. makianku, cemburumu, ocehanku, amarahmu… nikmati dan katakan selamat datang cinta. (Theme Song ‘Bahwa Cinta itu Ada’ karya Sujiwo Tejo, sung by Ario Wahab & Sita Nursanti).
Triunt belum nonton.
iya seski orang jawa tapi di lulusan ITB (kalo ga salah).
Dia dalang kontroversial yg kreatif, ndalangnya keluar pakem
, kadang yg harusnya jahat bisa jadi baik kalo yg pegang wayang Sujewo ini hehe.
emang iya Sujiwo Tejo lulusan ITB. kan gw bilang di paragraf pertama film besutan Ikatan Alumni ITB…
nuansa etnik itulah yang seharusnya bisa membuat film Indonesia berbeda dengan film luar..
semoga kapan-kapan saya bisa menonton..
(maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
Saya belum nonton. Lumayan dapat reviewnya di sini.
Ini komentar asli dari Alamendah, bukan kek orang yang ngaku-ngaku sebagai alamendah dan menuliskan fitnah dan provokasi sebagaimana baru saya posting
cie yang lagi menyambut cintah… ngeheehehe
recommended film ga nih?
Kalo recommended, saya nunggu kiriman teman ah hehe..
cinta itu fitrah asal dikelola dengan benar
cinta memang ada
dan jika ia datang
maka ia akan merenggut hati siapapun
dan ia akan menghuni hati itu sampai ia mau
cinta itu adalah rahmat dari Sang Pemilik Cinta.
marilah kita saling mencintai hanya karena DIA dan untuk Dia.
bunda belum nonton film ini, lumayan dapat resensinya dari Dhila

salam
makasih atas reviewna
cari tertarik nuy saya untuk melihatnya hehe
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya he
salam blogger
makasih
menarik Dhila, semoga bundo punya kesempatan melihat film ini.
ufff, bahkan 3G pun lupa bundo cari.
cinta adalah rasa,
rasa adalah segalanya….
wow keknya keren tuh film, nonton yups..
Cinta … bicara cinta takkan habisnya,
karena alam ini penuh dgn cinta …
saya kepingin cinta yang apa adanya, cinta yang sederhana aja….
*kepinginnontonfilmnya!! udahlamagaknontonfilm…
wah, ceritanya menarik.. bisa masuk list neh
sebenernya tiap ke toko buku liat mulu bukunya, tp pas mau ambil buat beli selalu ragu,, soalnya cover bukunya kurang sreg tiap gw liat.
Akhir-akhir ini belum sempet nonton film bertema cinta, padahalkan itu esensi dari kehidupan…
agak bingung, soalnya sudah pewe dengan alur cerita artikel ini yang ingin menceritakan soal film yg di tonton berdasarkan novel, tapi kok malah ke masalah cinta? hehe.
haha.. mohon maaf deh kalo mengecewakan.
belum liat filmnya, tapi dapat resensinya dari dilla. sepertinya esensi cinta mewarnai film ini, membuat kita lebih faham maknanya. terakhir nonton ya film merantau, abis yang lainnya horor berbumbu erotik sih…:)
seorang tak tw maknanya cinta jika iia belum pernah merasakan yg namanya cinta.
tempat keramaian adalh tempat para syaitan seperti mall, pasar tontonan music dll.
selamat pagi
begimana ceritanya, habis nonton bioskop trus tersesat di jalan ???
hmmm…
benarkah ulah setan, atau memang amnesia.
terima kasih dan mohon maaf
buku gading2 ganesha masih saya lirik saja ketika melewati rak yg memajangnya.
Tau saja kalau saya datang dengan membawa cinta.
mantap curahan hatimu nduk
salam hangat dari Surabaya
multiple fracture hepar karena love
cinta memang indah,,,sampai dramtisir giiiiiiiiituh
dan lupa jalan pulang..tapi sekarang gimana dilla?
dila di rumah-lah, bri….
Cinta itu benar ada, namun cinta sejati yang selalu dicari… weh. weh.
Salam.
cinta adalah anugerahh,,
dan cinta adalah cinta
hehe
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
salam blogger
makasih
Salam kenal duluhh..
Uhhm, jadi pgen nnton juga film na..