Amil Development Program (ADP) 2009

 

image002

DICARI: PUTRA-PUTRI TERBAIK INDONESIA

Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) tahun ini kembali membuka lowongan bagi putra dan putri terbaik Indonesia untuk mengikuti program Amil Zakat Development 2009.

Dengan kualifikasi sbb;

  1. Pria/wanita usia maksimal 27 tahun pertanggal 1 Juni 2009
  2. Memiliki pengetahuan organisasi baik di kampus maupun masyarakat
  3. Pendidikan S1 atau mahasiswa tingkat akhir yang telah menyelesaikan tugas akhir/skripsi dengan IPK minimal 2,75
  4. Mempunyai komitmen terhadap Islam, terutama akhlak dan ibadah
  5. Memiliki jiwa kepemimpinan dan motivasi belajar serta menyukai tantangan
  6. Menguasai komputer serta memiliki kemampuan baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Arab
  7. Siap ditempatkan dan bekerja untuk memberdayakan ummat

Fasilitas:

  1. Pelatihan manajemen umum, leadership dan manajemen zakat
  2. Terlibat dalam grand project dan magang di lembaga pengelola zakat
  3. Free lunch, coffee break selama pelatihan dan training kit
  4. Uang saku selama magang
  5. Peserta terbaik dijamin kerja

Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti training, grand project, magang kerja, sidang akhir dan wisuda. keseluruhan program akan berlangsung selama 5 bulan dimulai dari tanggal 1 Juni – 26 Oktober 2009.

Jika anda sesuai kualifikasi kami, silahkan kirimkan CV, foto 4×6 berwarna 2 lembar, ijazah atau surat keterangan lulus dan transkrip nilai yang telah dilegalisir, fotokopi KTP dan dokumen-dokumen pendukung. Lamaran paling lambat 8 Mei 2009 (Cap Pos).

seluruh berkas bisa dikirim ke:

Divisi HRD Indonesia Magnificence of Zakat

Komp. Ciputat Indah Permai Blok A-12

Jl. Ir. H. Djuanda No.50, Ciputat, 15419

Telp/Fax: (021) 7418607, Mobile: 0812.185.10071 (Ade)

Email: adp.imz@gmail.com

Lomba Ulas Buku

Suka mengkritik buku yang kamu baca? Ayo tuangkan penilaianmu dalam bentuk resensi! Bekerja sama dengan Grasindo dan Omah Sore, Perkosakata 2009 mengadakan lomba ulas buku. Kesempatan ini terbuka luas dan dapat diikuti oleh siapa saja.

Pilihan Buku:

  • Perasaan-Perasaan yang Menyusun Sendiri Petualangannya – Gunawan Maryanto (Omah Sore)
  • Metropolis – Windry Ramadhina (Grasindo)

Kamu bisa mendapatkan kedua buku tersebut melalui Perkosakata 2009

 

Ketentuan Umum:
1.    Resensi harus karya asli, bukan bukan saduran atau jiplakan.
2.    Resensi harus membahas satu atau dua buku pilihan Panitia Perkosakata 2009.
3.    Resensi ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik.
4.    Panjang resensi minimal 500 kata.
5.    Resensi mencantumkan keterangan umum maupun khusus tentang buku bersangkutan yang kamu ketahui dari sumber mana pun (yang wajib disebutkan demi kredibilitas) dan kamu anggap penting.
Di samping itu kamu diharapkan mampu mengungkapkan pemahaman pribadi kamu, apa yang kamu dapatkan dari hasil membaca, yang dianggap tepat untuk mendeskripsikan inti buku tersebut.
Kamu boleh berkomentar mengenai nilai-nilai positif dan negatif yang dimiliki buku tersebut sebagai sebuah karya tulis berdasarkan standar pribadi yang tidak bertentangan dengan kaidah berbahasa Indonesia yang baik.

Ketentuan Khusus:
1.    Kamu harus punya blog.
2.    Resensi harus memuat gambar sampul buku dan banner Perkosakata 2009 yang dapat kamu peroleh dari blog Perkosakata 2009.
3.    Resensi diunggah di blog, lalu ditautkan dengan blog Perkosakata 2009 (http://perkosakata2009.wordpress.com).
4.    Begitu resensi dipublikasikan, kamu harus mendaftarkan diri dengan cara mengirim e-mail ke Perkosakata (perkosakata@gmail.com) dengan judul “Lomba Ulas Buku” dengan format sebagai berikut:
·Nama lengkap:
·Alamat surat menyurat:
·Nomor telepon:
·URL resensi di blog kamu:
·Resensi dilampirkan dalam bentuk data Microsoft Word.
5.    Batas akhir pengunggahan adalah 31 Mei 2009 pukul 23:59 WIB.

Hadiah:
Dua resensi terbaik akan mendapatkan hadiah paket buku dari Omah Sore dan Grasindo serta souvenir Kemudian.com

Juri:
Inez Dikara (Omah Sore)
Mira Rainayati (Grasindo)

Lain-lain:
1.    Resensi-resensi Unggulan akan diumumkan melalui blog Perkosakata 2009, kemudian.com, dan e-mail pada 3 Juni 2009.
2.    Dua resensi terbaik akan diumumkan dalam acara Bedah Buku Perkosakata 2009 yang diselenggarakan pada 7 Juni 2009 di Jakarta.
3.    Hasil penjurian tidak dapat diganggu gugat.
4.    Lomba ini tertutup bagi panitia Perkosakata 2009.

lebih lanjut buka blog http://perkosakata2009.wordpress.com

Peran Dakwah ADK UIN Syahid di Dunia Virtual: Analisa dan Taksiran

Didekasikan untuk dakwah kampus di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Ikhwah, bersemangatlah dalam juang. Karena antum adalah bagian dari proses kemenangan itu.

Dunia dakwah merupakan dunia yang tidak pernah lepas dari seorang manusia beriman yang pada diri-dirinya melekat predikat da’i. Banyak jenis dakwah yang bisa dipilih da’I sebagai tempat dalam merangkul objek dakwahnya, dan dari sekian jenis itu terdapat dakwah virtual. Dakwah virtual merupakan ranah baru dalam era modern ini, dimana teknologi berkembang sedemikian pesatnya. Namun sayangnya tidak banyak da’I yang menggeluti dakwah virtual ini secara massive.

Suatu ketika saya tidak sengaja membaca sebuah komen pada sebuah note tentang dakwah. Komen itu ditulis oleh seorang ikhwah yang berasal dari salah satu kampus teknologi terbesar di Indonesia yang berlokasi di barat Jawa. Saya tidak hapal persis komennya namun saya dapat menangkap maksudnya,kurang lebih begini, “…di kampus kita itu persenan antara dakwah dunia nyata dan dunia maya itu 50% : 50%. Sementara di kampus lain 90% : 10%.”

Ketika membaca komen tersebut, saya jadi berpikir sendiri tentang peran dakwah ADK UIN di ranah virtual. Kurang lebih analisa seorang ikhwah tersebut bisa dibenarkan, mengingat kampus kita yang mungkin belum terlalu hi-tech. lantas, jika mau mengambil sample-nya yakni 90% (dunia nyata) : 10% (dunia virtual), bagaimana peran dakwah yang 10% ini?

Begini, saya mencoba membagi dakwah 10% tersebut kepada beberapa bagian di dunia virtual. Bagian ini saya sebut sebagai alat atau sarana atau senjata. Coba lihat bagan berikut di bawah.

clip_image001[9]

Ya, kira-kira seperti itu pembagian dakwah di dunia virtual. Menurut pengamatan saya, yang paling sering digunakan ADK UIN ialah email dan chatting, milis dan situs jejaring sosial seperti FS, FB, Tagged, Hi5, Twitter, dll. Sementara Blog dan Website masih kalah popular dibandingkan situs jejaring sosial itu. meskipun sebenarnya lembaga-lembaga dakwah kampus baik intra maupun ekstra yang ada di UIN telah memiliki websitenya sendiri, namun ternyata ADK lebih suka mengunjungi FS atau FB atau malah lebih senang chatting. Meski sebenarnya juga tidak ada yang salah dalam memilih sarana dakwah virtual ini selama itu masih ada unsur kepada dakwah dan menyeru kepada kebaikan.

Begitu juga dengan blog. Masih banyak ADK UIN yang belum kenal dengan blog, dalam artian membuat dan me-maintenance-nya. Padahal jika mau di-massive-kan, blog bisa menjadi sarana yang ampuh untuk merangkul objek dakwah secara menyeluruh. Di beberapa kampus besar Indonesia, hampir seluruh ikhwahnya memiliki blog. Sehingga mereka terbiasa saling blogwalking (berkunjung ke blog orang lain), atau mempromosikan blog mereka kepada objek dakwah yang tersebar baik di kampus mereka sendiri ataupun di luar kampus.

Sekali lagi tidak masalah memilih jenis sarana dakwah yang akan digunakan di dunia virtual. Namun ketika kita berbicara dunia virtual, pasti kita akan berbicara mengenai cara kita berdakwah disana. Caranya tidak lain tidak bukan ialah dengan menggunakan tulisan. Nah ini berarti kembali lagi kepada sarana yang belum terlalu dijamah dengan massive oleh ADK UIN, yakni website dan blog.

Dunia Virtual = Dunia Komunikasi Tulis dan Baca

Email dan milis (mailing list) juga merupakan sarana yang baik dalam menyebarkan pemikiran kita lewat tulisan. Namun lebih baik jika mem-posting tulisan yang telah kita pada website dan blog milik lembaga (organisasi) dakwah atau pribadi. Sehingga ketika orang lain membutuhkan tulisan tersebut, akan lebih mudah dicari.

Baik, kembali ke topik tulis dan baca sebagai senjata ampuh di dunia virtual (begitu juga video dan musik dan animasi). Tulisan merupakan alat yang paling tajam dalam mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran kita. Ia menjadi alat propaganda yang selalu menjadi pilihan pertama dalam mempublikasikan pemikiran brilliant. Maka tidak heran jika banyak orang pintar yang menggunakan tulisan sebagai penyampaian ide-ide mereka. Bahkan syarat yang harus dimiliki untuk menjadi seorang professor ialah berapa banyaknya buku yang telah ditulis si calon professor tersebut.

Namun sayangnya, ternyata menulis belum menjadi tradisi yang baik di kalangan ADK UIN. Ikhwah UIN secara umum *menurut pengamatan saya* jarang menjadikan menulis sebagai hobby yang harus ditekuninya. Mereka menulis jika hanya disuruh mengisi rubric tertentu dalam bulletin dakwah kampus. Itu pun terkadang yang menjadi isi bulletin adalah saduran dari tulisan orang lain yang telah dimuat di media tertentu yang terkadang sumbernya pun tidak dicantumkan!!

Cukup miris sebenarnya. Pernah saya mendapat kiriman balasan email dari seorang akh tentang tulisan yang cukup bagus. Ketika itu saya tertarik untuk mempublikasikannya dalam blog saya. saya pun meminta izin sebelum memuat artikelnya pada akh tersebut dan diperbolehkan. Selanjutnya ada artikel lagi darinya dan isinya cukup bagus, maka saya kembali tertarik untuk mempublikasikannya. Namun kali itu saya mencoba kembali bertanya bahwa apa benar ia yang menulis artikel tersebut? Dan ia pun menjawab, “Bukan. Itu gabungan beberapa artikel yang ane punya,”

Seketika saya terhenyak dan agak menyesal dengan pengakuan itu. dan kembali menyesal mengingat saya pernah mempublikasikan artikel darinya. Memang, di bagian akhir artikel terdapat keterangan ma’roji. Namun tetap saja membuat saya rancu jika itu benar merupakan gabungan artikel orang lain yang dimilikinya. Kecuali jika ia membuat tulisan itu sendiri dengan menggunakan artikel lain sebagai sumber pendukung. Jika artikelnya hanyalah gabungan dari beberapa artikel orang lain, alangkah baiknya diberi keterangan pada awal tulisan. Misalnya “artikel ini merupakan gabungan dari beberapa artikel karya si fulan dan fulanah yang telah dimuat di majalah/website/buku….”

Berdakwahlah dengan Menulis

Maka berdakwahlah dengan menulis, ikhwah. Seperti yang saya tulis sebelumnya, bahwa menulis ialah salah satu cara ampuh berdakwah di dunia virtual. Menulislah setiap hari walau sekali, walau satu kalimat, walau satu paragraph.

Keluarkanlah ide-ide brilian itu walau hanya satu falsafah, walau satu bait, walau satu pasal, walau satu ayat. Manfaatkanlah fasilitas elektronik yang kita punya demi mempermudah lahirnya tulisan kita. Kerena banyak juga ikhwah yang jago menulis namun sulit mem-publikasi-kannya di dunia virtual karena kekurangan sarana.

Dan ingat, JANGAN PLAGIAT!! Jika menggunakan sumber lain sebagai penguat dalam artikel kita, cantumkanlah darimana sumber asalnya. Jika hilang atau lupa akan asal sumber tersebut, cukup tuliskan begini, “kalimat ini saya ambil dari salah satu artikel yang sayangnya tidak terdapat nama penulisnya” atau penggalan kalimat lain yang menyatakan bahwa ada sumber lain yang kita gunakan untuk artikel kita.

Sekali lagi semangat. Semoga tulisan ini menjadi bermanfaat.

Wallahua’lam

pemilu membawa MAUT… heheh…

miris-miris juga… melihat pertarungan aneh begini. rakyat dipaksa menonton. dasar orang2 aneh para poliTIKUS ituh!!semoga indonesia lebih baik-better-banget… *lhoh, yg terakhir hubungannya appah?*Raised Eyebrow

~video ini,,,seru-lucu-miris~ namun saya SUKA. Cool

buat animator yg buat video ini *COKBUN klo ga salah* makasih sebelumnya dan maap juga daku tak bilang2 mau post video ini di blog daku. videonya bener2 SERU… Banana