Malang Bag. 2: Tur Kampus

09/11/2009

posting terkait sebelumnya: Malang Bag. 1: Keberangkatan

***

selama di SBY dan MLG, saya melakukan beberapa tur kampus, baik itu hanya melihat dari depan hingga masuk menjelajahinya. sekarang saya hanya akan cerita mengenai kampus-kampus yang saya kunjungi saja.

UNIVERSITAS SURABAYA

kampus yang terletak di pinggir jalan ini nampak bersih dan tertib jika dilihat dari luar. kampus UBAYA ini tidak terlalu besar, namun lingkungannya cukup nyaman bagi para mahasiswa. kemarin saya sempat mengunjungi gedung pusat internasional-nya atau INTERNATIONAL VILLAGE. berikut beberapa gambar hasil jepretan saya.

ubaya

Universitas Muhammadiyah Malang

kampus swasta Islam ini sangat besar dan modern. apalagi jika kita melihat visinya, sangat internasional. wah, kalah UIN Jakarta :mrgreen: . harus saya akui, lagi-lagi, UMM ialah universitas yang cukup maju pada saat ini. tak hanya gedung yang bagus dan terawat dengan baik, namun juga sistem pendidikannya.

umm1

selain itu yang paling menyenangkan ialah ketika mengunjungi LEMBAGA KEBUDAYAAN di Gedung DOME. ketika itu saya diajak oleh seorang teman, mahasiswa UMM yang juga bekerja part time disana. cukup mengagumkan ketika saya memasuki ruangan tersebut. banyak benda-benda kesenian khususnya kesenian Jawa yang biasa dipakai latihan karawitan. ketika itu teman saya memberitahu bahwa di tempat tsb dipakai sebagai tempat belajar oleh para mahasiswa asing yang memang ingin mempelajari kebudayaan Indonesia selama setahun. saya bersama teman saya itu membayangkan, wah, menyenangkan sekali jika kami berada di posisi mereka, yakni sebagai mahasiswa pertukaran pelajar. semoga kita bisa seperti mereka suatu saat nanti, ya teman.

P.S. Thx to Ika Yoan sudah mengajak saya masuk kantornya. :)

domeumm


Malang Bag. 1: Keberangkatan

08/11/2009

hmm, sesuai janji saya untuk menulis laporan perjalanan selama di Malang seminggu kemarin, maka saya akan memulainya dengan judul Malang Bagian 1 ini. namun sebelumnya saya mau sedikit berbicara OOT dari tema tulisan ini.

teman, perasaan saya kali ini sangat kecewa dan sedih, juga bingung pastinya. mulai dari masalah organisasi mahasiswa di kampus tempat bernaung saya dulu. hingga masalah BIBIT-CHANDRA yang makin menjadi-jadi. bingung! marah dan kecewa! sedih dan timbul rasa tak percaya. polisi-KPK-jaksa seperti 3 pendekar yang tengah saingan. saling tuduh menuduh. saking kecewanya, saya jadi agak apatis sama polisi apalagi yg namanya jaksa. ditambah lagi DPR yang lebih terkesan ngebelain polisi. waduh, suara rakyat semakin tak terdengar. kalo gitu, sebagai rakyat yg tak didengar kita cuekin ajah DPR-polisi-jaksa-apalagi presiden. bodo amat sama smua peraturan. abis dibuat untuk dilanggar siih!

dan SELAMAT HARI PAHLAWAN. ingat… perjuangan tidak hanya untuk dikenang namun juga ditiru sikap dan semangat kesatrianya.

***

oke, tadi intermezo sesaat. dan sebelumnya mau bilang juga, inspirasi penulisan journey report segini detail didapat dari saudara kita M. Fadhil Adinugroho yg pernah juga bercerita tentang perjalanannya ke SBY. dan tulisan ini akan saya apdet berselang 3 hari untuk posting perjalanan berikutnya dan berikutnya. sekarang lanjut ke cerita bagian pertama. :)

senin (2/11/09) pagi buta saya sudah terjaga dan bersiap diri. hingga waktu menunjukkan pukul 4 pagi buta, saya diantar ayah langsung melesat menuju pangkalan DAMRI di belakang Giant Mall, Bekasi. disana terlihat masih gelap, tapi sudah banyak orang yang berdatangan untuk ngantri menuju bandara. jelas dari wajah-wajah mereka yang nampak cemas karena tak ingin ketinggalan pesawat.

05.55 AM

bandarasaya tiba di bandara. padahal pesawat masih sekitar dua jam lagi berangkat. akhirnya, sambil berdiri di pojok tembok saya menunggu yang lain datang. menyenangkan melihat orang-orang lalu lalang disana. kesibukan melanda bandara setiap hari tak terkecuali pagi itu.

07.30 AM

P1100007 setelah check in dilakukan, kami masih punya waktu sekitar 10-20 menit kedepan untuk duduk di ruang tunggu. saya yang merasa agak lapar, langsung menyantap habis bekal dari ibu. lumayanlah meski cuma roti isi coklat, tapi cukup mengenyangkan. saya pun juga memeriksa tiket yang tadi diberikan oleh petugas. ada perasaan janggal ketika menemukan nama saya yang ditambahkan MR dibelakang. masya Allah, ternyata terjadi lagi sabotase jenis kelamin ini. seharusnya saya mendapatkan tambahan MS dan bukan MR. karena jika MR berarti saya tercatat berjenis kelamin M (male). padahal, jelas-jelas di KTP tertulis PEREMPUAN, ditambah bukti foto yang cantik jelita. :mrgreen:

09.20 AM

tiba di SBY. cuaca kering kerontang. tanah SBY tampak pecah-pecah merekah dan menghitam. namun udaranya tetap lebih bersih daripada JKT. selanjutnya kita main ke UBAYA (Universitas Surabaya) dan mengunjungi Konsulat Amerika Serikat di SBY.

16.00 PM

berangkat ke MLG. perjalanan lumayan jauh. dan sesampainya di MLG, kami langsung menuju resto  Inggil untuk makan malam. setelah itu, kami diantar menuju University Inn UMM, tempat kami akan menginap selama seminggu kedepan.

***

P.S.

next reports: MLG Bag. 2: Tur Kampus, MLG Bag. 3: Workshop, MLG Bag. 4: Wisata, MLG Bag. 5: Sarang Aktivis, MLG Bag. 6: Ngarung, MLG Bag. 7: Bromo-Tengger-Semeru, MLG Bag. 8: Pulang.


Pertanyaan Linglung

05/11/2009

apakah pembaca sekalian pernah menghadapi orang dengan pertanyaan aneh dan terkesan, maaf, bodoh? saya pernah. tapi sejujurnya saya-lah yang lebih sering mengajukan pertanyaan bodoh itu kepada orang lain. sehingga tak jarang orang lain berkomentar kesal dan gemas pada saya. maka dari itu, siap-siap bawa pentungan saja jika ada yang ingin kopdar dengan saya :mrgreen: . sebab bukan tidak mungkin saya akan melontarkan kata-kata favorit saya, “Emang ya?” atau “kita lagi ngomong apaan sih?”

namun kini, saya-lah yang mendapat pertanyaan linglung itu. bermula ketika beberapa minggu lalu saya mendatangi akademik fakultas untuk urusan legalisir ijazah dan transkip S1. ditemani dua orang teman saya masuk ke kantor akademik. kemudian saya bertanya pada seorang bapak yang kira-kira usianya > 25 atau menjelang 30. sebelumnya saya belum pernah lihat bapak ini, sepertinya pegawai baru di fakultas. lantas saya mengajukan pertanyaan pada bapak tersebut, “mau legalisir ijazah dan transkip dengan siapa?”

bapak tsb menoleh, “Oh, mari, dengan saya.” lalu ia bertanya lagi, “FAKULTAS APA?”.

saya diam. mengerutkan dahi juga alis saya. bapak itu juga diam sesaat, menyadari kekeliruan pertanyaannya.

“Fakultas Adab-lah pak. kalau bukan fakultas adab, NGAPAIN SAYA KEMARI?” jawab saya pelan tapi menusuk tajam.

“engga, nanya aja. takut salah begitu. mungkin Fakultas Syariah. kalau fakultas syariah, kantornya ada di sebelah.” ujarnya nge-les.

saya pun hanya diam, tidak menanggapi. namun tetap menggerutu dalam hati. masa sih, sudah 4 tahun kuliah dan sudah lulus pula, masih belum tahu juga dimana letak kantor akademik fakultas. ya, memang sih, beberapa fakultas terletak dalam satu gedung besar. seperti fakultas saya, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) yang berdampingan dengan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dalam satu gedung. namun kan bukan berarti kita masih belum tahu letak atau batasan wilayah masing-masing fakultas. hmm, ada-ada aja.

tapi ketika itu saya pun mendapat pelajaran, ternyata begini jika kita mendapat lontaran pertanyaan linglung dari orang lain. rasanya luar biasa tidak enak. hehe, buat mereka yang pernah saya bikin kesal, mohon maaf banget yah. :mrgreen:


Lho, Dila Mau Kabur Kemana??

31/10/2009

lho, beneran yah judul diatas? jikalau dila mau kabur? mau kabur kemana ya? eheheh… engga kok, engga kabur. tenang teman-teman, dila engga akan kabur. masa cuma gara2 diomelin bos jadi mau kabur sih. lagian masalah itu alhamdulillah udah clear. thanks teman sebelumnya yang udah support segala macam. :)

P1090011lalu, akan kemana? saya cuma akan pergi sebentar satu minggu kedepan menuju daerah timur Jawa. dengan siapa? dengan para staf kantor, termasuk bos yang kecewa dengan saya itu. :mrgreen:

dan alhamdulillah udah kelar packing juga. padahal awalnya saya bingung mau bawa baju apa dan berapa banyak. tapi, semua tuntas sekarang, meski agak lama mikirinnya. :D yang jelas satu tas batik besar dan satu tas ransel kesayangan cukuplah utk 1 minggu.

P1090012

bingung mau bawa buku yg mana? dan pilihan ttp jatuh pada PERAHU KERTAS. tx utk Guskar atas novel ini. :)

keberangkatan ke daerah timur Jawa, masih hari Senin (2/11) nanti. tapi prepare sekarang justru lebih baik. apalagi hari Senin nanti saya harus ada di terminal udara pagi-pagi, karena Bemo yang suka make trayek udara itu akan berangkat jam 8 teng. kalau tidak, tiket bolak-balik saya yg seharga sekitar 116 US$ (padahal ini udah kelas ekonomi lho. mahal banget yah!!) akan hangus begitu saja. sayang banget kan??

hmm… teman-teman, doakan dila ya. semoga selamat sampai tujuan, biar bisa buat journey report juga ttg perjalanan dila selama seminggu disana. :mrgreen: .


Indonesia Library & Publisher Expo 2009

28/10/2009

akhirnya, setelah lama meninggalkan kamera pocket milik saya yang sudah cukup bulukan teronggok dalam lemari tanpa aktivitas, saya pun melepas rindu dengan mengajaknya pergi ke Indonesia Library and Publisher Expo 2009 di Istora Senayan. pameran ini merupakan pameran perpustakaan yang ada di Indonesia khususnya perpustakaan milik pemerintah baik yang ada di pusat maupun daerah. berikut hasil citizen journalism yang saya lakukan pada 23 Oktober 2009 kemarin.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA         OLYMPUS DIGITAL CAMERA

keterangan:

  1. Istora Senayan tampak dari depan. pameran ini tampak sepi di Jumat siang. maklumlah sangat tepat dengan sholat Jumat ketika saya ambil gambar ini.
  2. booth Perpustakaan MKRI
  3. booth Badan Perpustakaan dan Arsip DKI Jakarta
  4. gambar 4-5-6 diambil dari booth Perpustakaan Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatra Utara. ada yang sudah pernah mendengar nama kota ini? kalau saya sih baru pertama kali. berkesan dengan booth ini karena saya dan teman saya mendapat beberapa buku yang merupakan arsip cukup penting dari mereka. beruntung mereka masih punya simpanan lebih banyak. wah, lumayan, harta karun berharga. :)
  5. booth Perpustakaan Nasional. tampak gelap yah. mungkin posisinya tidak enak untuk diambil gambar. booth ini sebenarnya booth paling besar. hanya saja saya hanya mengambil satu sisi gambar dan ini pun tampak gelap.
  6. gambar 8-9 diambil dari booth Perpustakaan Kabupaten Papua. bapak-bapak penjaga booth-nya baik sekali dan yang paling berkesan ketika mereka bilang, “ini teman kita juga”. :D
  7. booth Badan Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Parigi Muoton, Sulawesi Tengah. tampak masih ditutup karena waktu sholat jumat.
  8. booth Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.
  9. booth Perpustakaan Daerah Prov. Sumatra Utara.
  10. booth Kota Provinsi Papua.

sebenarnya masih banyak booth yang belum saya ambil gambarnya. tapi tak apalah. ini toh cukup mewakili. tapi yang jelas, saya cukup menyayangkan karena tidak seluruh daerah mengirim perwakilannya untuk membuka display perpustakaan dan arsip milik mereka di momen ini. semoga tahun depan lebih meriah acaranya. :)

P.S. Thx to Lia Amalia yang sudah saya paksa-paksa untuk menemani saya menjalani hari itu. :)