Malang Bag. 7: Bromo-Tengger-Semeru

19/11/2009

postingan terkait sebelumnya: Malang Bag.1: Keberangkatan, Malang Bag. 2: Tur Kampus, Malang Bag. 3: Workshop, Malang Bag. 4: Wisata, Malang Bag. 5: Sarang Aktivis, Malang Bag. 6: Ngarung.

***

P1150266 tidak pernah saya duga sebelumnya jika saya akan mendapat kesempatan untuk mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. saya memang sempat bermimpi pergi ke sana pada awal tahun ini, namun sekali lagi tidak saya duga saya akan menghampirinya pada bulan November ini di tahun yang sama ketika saya bermimpi. mungkin inilah yang disebut anugrah. alhamdulillah :)

di malam itu (6/11/08) entah mengapa cuaca begitu lebih dingin dari biasanya. apa karena AC kamar? umm, sepertinya tidak sebab suhu yang tertera sekitar 21derajat, suhu yang tidak terlalu dingin untuk udara AC. atau mungkin karena saya terjaga lebih larut dari biasanya? waktu menunjukkan lewat dari 23.00 ketika itu. dan saya belum beranjak tidur. teman sekamar sedang turun ke lobi mengantarkan teman SMA-nya yang tadi mampir ke kamar kami dan TV masih menyala. setelah packing tadi badan terasa menggigil dan lelah. saya pun ingat kalau saya harus tidur walau sebentar sebab jam 2 pagi buta saya beserta rombongan harus sudah berangkat menuju Bromo. akhirnya, buru-buru saya tarik selimut untuk menutupi seluruh badan yang terasa kedinginan dan mencoba memejamkan mata. berkali-kali saya pejamkan mata sampai akhirnya saya sadar kalau saya sulit tidur!

02.00 AM

semua barang sudah dimasukkan dalam bagasi travel yang akan membawa kami menuju wilayah gunung dan pegunungan yang ada di timur jawa itu. saya tak sabar ingin melanjutkan tidur. sebetulnya sih ingin melihat pemandangan di luar mobil. namun saya tak yakin kuat dengan mata yang masih mengantuk ditambah suasana diluar masih sangat gelap. jadi apa yang mau dilihat?

04.15

sudah sampai di Gunung Penanjakan, tempat yang didaulat sebagai view point untuk melihat matahari terbit. sudah banyak wisatawan ngumpul di tempat ini baik dari dalam negeri maupun luar negeri. meskipun banyak orang namun udara tampak menusuk-nusuk kulit hingga saya merasa mati rasa saking dinginnya. padahal saya sudah memakai kaos hangat yang di-lapisi dengan jaket dan switer hijau besar, namun tetap saja kalau orang kurus selalu mudah kedinginan.

04.30 (sekitar jam segini pokoknya… lupa :D )

matahari mulai terbit sempurna. para wisatawan berburu tempat terbaik untuk mengambil momen keluarnya matahari dari peraduannya itu. semua tampak bersorak, sibuk berfoto ria dan mengambil video. saya pun tak mau ketinggalan mengambil gambar meski kapasitas pixel kamera saya sangat pas-pasan. yang penting ada gambarnya. :mrgreen: berikut hasil gambar yang saya dapatkan ketika menjelang dan saat matahari terbit dan juga sesudahnya. untuk om tukang poto, mungkin bisa analisa betapa jeleknya gambar yang saya ambil. umm, boleh diberi saran bagaimana seharusnya saya ambil gambar. :grin:

sunrises

foto pasca terbit

3 gunung

mendaki BROMO

P1150269 sampai kami di sebuah wilayah tanah berpasir di kaki bukit Gunung Bromo. disana saya sangat kagum dengan tekstur gunung-gunung yang ada seperti Gunung Batok misalnya. saya bisa melihat betapa Maha Telitinya Allah telah menciptakan tanah bumi dan gunung yang menyatu dengan lapisan-lapisan struktur yang berbeda. saya bisa melihat sendimen-sendimen tanah yang terekat kuat membentuk suatu gundukan. seperti ada lem yang melekatkannya. biasanya saya hanya bisa melihat sendimen berupa sketsa dalam buku pelajaran, kini saya bisa melihatnya secara langsung. meski saya tidak begitu mengerti dengan sendimen tersebut, namun saya kagum. umm, mungkin bisa tanya sama ahli Geologi kita yang lagi serius nyusun thesisnya. :mrgreen:

kemudian saya melanjutkan perjalanan menuju puncak Bromo dengan berjalan kaki sebentar dilanjutkan naik kuda (tepatya anak kuda :grin: ). oh iya, di kaki bukit Bromo ini ada Pura untuk tempat ibadah suku Tenger yang beragama Hindu dan untuk upacara rutinan yang bernama Kasodo. sayangnya ketika itu baterai kamera saya habis, jadi terpaksa tidak bisa foto pemandangan pasir di kaki bukit Bromo deh. tapi buat yang mau lihat bagaimana pemandangan disana, bisa klik disini. :)

saya sudah sampai di ujung tangga paling bawah dari Bromo. setelah sebelumnya berjuang diatas punggung kuda kecil. ngeri juga naik kuda, apalagi jalannya yang lumayan terjal begitu. hehe. setelah sampai anak tangga pertama, saya lantas langsung mendaki perlahan hingga dada saya sesak ketika berada di puncak. ya, sesuai teori, semakin tinggi tempat kita berpijak, oksigen di udara akan semakin menipis. eh, betul gak sih? :D

sesampainya di puncak Bromo, saya melihat kawahnya yang tertutup kabut. wangi belerang sangat menyengat di puncak. saya pun membalikkan badan ke arah Gunung Batok. saya terduduk dan memejamkan mata sejenak (mau merenung ceritanya). namun apa yang terjadi? saya malah tertidur gara-gara hembusan angin di puncak. haha, parah banget ya. habis, kondisi disana sandy (berpasir) dan windy (berangin) sih. jadi enaknya tidur. :mrgreen:

Semeru

saya tidak pergi ke Gunung tertinggi di pulau Jawa ini. saya hanya mampu melihatnya dari jauh. tapi sebelumnya mau tanya dulu sama para pencinta alam dan jejaka petualang kita, mas alamendah dan mas morishige… pasti udah pernah ke puncak SEMERU kan? :D bisa dibayangkan betapa sulitnya mendaki gunung tersebut. saya naik Gunung Bromo saja (padahal itu pake tangga lho) sudah lelah sekali. apalagi jika saya harus mendaki Semeru, pastinya butuh olahraga secara rutin setidaknya sebulan sebelumnya. semoga suatu saat bisa kesampaian, saya ingin merasakan indahnya Ranu Pane dan Ranu Kumbolo, juga betapa mistisnya Arcopodo dan Kalimati dan betapa menegangkannya ketika kita mendaki puncak Semeru yang berbatu pasir. bisakah saya? mampukah saya? :)


Malang Bag. 6: Ngarung

18/11/2009

postingan terkait sebelumnya: Malang Bag.1: Keberangkatan, Malang Bag. 2: Tur Kampus, Malang Bag. 3: Workshop, Malang Bag. 4: Wisata, Malang Bag. 5: Sarang Aktivis.

***

P1120077 kata ‘ngarung’ mungkin berasal dari ‘arung’ atau mengarungi. saya juga tak tahu yang tepat bagaimana. namun yang jelas kata ini saya rasa tepat untuk menggambarkan kegiatan saya ketika itu yang menyisiri kota Malang sendirian dan di malam hari pula. sebetulnya ini pun ada kaitannya dengan artikel Malang Bag. 5: Sarang Aktivis. boleh dibaca artikel sebelumnya yang dimaksud jika teman-teman ingin.

ya, seperti yang pernah saya tulis dalam Malang Bag. 5: Sarang Aktivis, saya nekad pergi menuju sekretariat KAMMI Daerah Malang di malam hari. sebenarnya buat saya belum terlalu malam, karena saya berangkat kesana sekitar pukul 18.30. padahal sebelumnya saya sudah diingatkan bahwa KAMMI memberlakukan jam malam bagi teman-teman akhwat (perempuan) yang ingin berkunjung kesana. jam malam yang dimaksud sekitar pukul 18.00 untuk kunjungan ke kantor sekretariat dan jam 20.00 untuk di luar sekretariat. tapi yang namanya nekad, ya tetap nekad. karena saya pikir saya belum punya waktu lagi selain malam itu. phuih, gara-gara workshop harus selesai setelah maghrib jadinya saya tidak jadi berkunjung kesana sore hari.

sebetulnya saya nekad berkunjung di malam hari, dikarenakan saya juga sudah dapat izin dari advisor kantor yang saya anggap sebagai ‘tetua’ di rombongan kami. maklum-lah saya ini anak bawang yang paling kecil dan paling muda diantara mereka yang jauh lebih tua daripada saya dengan jabatan yang juga tak bisa dianggap remeh. akhirnya setelah ‘dititipkan’ teman sekamar yang kebetulan juga ingin jalan-jalan di malam hari, saya di-drop di daerah MT Haryono, Malang. dari sana, setelah nanya arah ke tukang gorengan dekat indomaret MT Haryono, akhirnya saya naik angkot sekali hingga perempatan lampu merah. dari sana saya jalan kaki menuju daerah Gajayana, tepatnya Indomaret Gajayana. awalnya saya sempat bingung dan nyasar di daerah tersebut. namun berbekal alamat yang tersimpan di HP dan keberanian bertanya pada orang lain, akhirnya saya sampai juga di depan sekretariat KAMMI Daerah Malang. namun diluar dugaan saya, saya tidak dapat masuk ke dalam. yang saya dapat malah sms penolakan dari penghuni sekret. :mrgreen:

from andrik: afwan jiddan, sekret kamda ga bisa nrima tamu akhwat malam hari.

tuing-tuing. saya bengong bacanya. ternyata serius saya tidak diterima. tidak ada yang menyambut saya, sehingga saya hanya berdiri di luar pagar hingga saya mendapat sms lagi, yakni sebuah nomor HP milik Yoan, seorang akhwat KAMMI Malang. akhirnya saya pun menelepon Yoan dan kembali pulang menuju penginapan. sendirian! di malam hari! tumben sekali ya, biasanya saya tidak pernah berani jalan sendirian di kota asing yang tidak pernah saya kenal sebelumnya. jangankan di kota orang lain, di kota saya sendiri saja saya takut banget nyasar kalau jalan sendirian. tapi entah kenapa di Malang saya berani jalan berbekal intuisi. saya merasa berani saja, bebas saja, dan merasa familiar dengan jalan-jalan dikota ini (*boong tuh, padahal kudu nanya jalan dulu sama tukang gorengan dan penjaga indomaret. :D )…

sepanjang perjalanan dari terminal Landongsari menuju University Inn, saya memandangi pinggir jalan dan sekitar saya dengan seksama. saya melihat banyak mahasiswa duduk lesehan di trotoar-trotoar pinggir jalan entah itu sekedar nongkrong, ngobrol atau bahkan main gaplek dan ngopi. waduh, di Jakarta udah jarang tempat untuk lesehan kayak gini. :mrgreen: tapi saya pikir-pikir lagi, kok kayak gak ada kerjaan ya para mahasiswa itu main gaple malem-malem di pinggir jalan, kenapa engga baca buku ajah? hehe,,,

lantas perjalanan saya berakhir di depan University Inn, menunggu Yoan menjemput saya untuk pergi ke kosan-nya malam itu. hanya satu jam di kosan Yoan sebelum saya kembali diantar pulang kembali ke penginapan. :)


Malang Bag. 5: Sarang Aktivis

15/11/2009

postingan terkait sebelumnya: Malang Bag.1: Keberangkatan, Malang Bag. 2: Tur Kampus, Malang Bag. 3: Workshop, Malang Bag. 4: Wisata.

***

tinggal seminggu di Malang membuat saya berpikir untuk mengunjungi salah satu organisasi mahasiswa daerah yang ada di Malang. jelas saya tidak akan menyiakan kesempatan yang begitu langka ini. mumpung ada disini, kenapa tidak saya mengontak teman-teman aktivis yang ada di daerah ini. ketika itu hal pertama yang saya lakukan ialah bertanya kepada teman di Ciputat perihal nomor kontak teman-teman aktivis Malang. kemudian saya melanjutkannya dengan menghubungi aktivis-aktivis Malang tsb.

butuh sekitar tiga hari saling kontak sebelum akhirnya saya nekad pergi sendirian ke sekretariat organisasi yang dimaksud di malam hari. organisasi yang saya kunjungi ialah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Daerah Malang. pada awalnya saya berjanji untuk mampir ke tempat mereka pada Kamis sore, namun nyatanya workshop berlangsung lebih lama dari yang saya duga. workshop baru selesai ketika adzan maghrib selesai dikumandangkan. lantas saya merasa bersalah sehingga harus cepat-cepat mengunjungi mereka di malam hari, tanpa tahu apa yang saya lakukan itu tidak dibenarkan. ya, ternyata ada sebuah peraturan dimana anggota KAMMI yang berjenis perempuan tidak diperkenankan keluar pada malam hari (batas waktu mereka berada di luar rumah sekitar jam 20.00 dan batas waktu mereka mengunjungi sekretariat hanya sampai jam 18.00).

setelah rusuh-rusuh kontroversi kedatangan saya ke sekretariat di malam hari, akhirnya saya berkunjung kembali pada hari Jumat pagi. kali ini tidak sendirian, namun diantar oleh salah seorang teman yang juga staff Departemen Humas KAMMI Daerah Malang. sesampainya disana saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk mengambil gambar.

kammi mlg

ketika saya berkunjung ke sekretariat, KAMMI Daerah Malang baru saja mengadakan aksi sehari sebelumnya. tema aksinya ialah protes aksi dugaan pelemahan  KPK yang dilakukan oleh jaksa dan kepolisian.P1140140 ya, seluruh rakyat Indonesia dari berbagai elemen kini tengah berduka akibat adanya pelemahan dan rekayasa terhadap KPK seperti itu. rakyat berduka akibat merasa dibohongi. sakit hati ini rupanya. namun tuntutan tidak boleh sekedar tuntutan. dan perjuangan-perjuangan P1140133tidak boleh hanya untuk dikenang. namun yang harus dilakukan ialah bagaimana kita melakukan aksi secara nyata dari dalam diri kita. tunjukkan bahwa kita ialah sebenar-benarnya pejuang untuk bangsa. korupsi terjadi karena kejahatan kecil yang kita biasa kita lakukan. bukankah begitu?

kembali ke topik KAMMI Daerah Malang. sedikit banyak saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah merepotkan teman-teman sekalian dalam menjamu saya. lain kali main-main ke KAMMI Tangerang Selatan ya. ditunggu sowannya. :D

Special Thx to:

Andrik Prastiyono (Ketua Departemen HUMAS KAMMI MALANG), Ika Yoan (Staff Departemen HUMAS KAMMI MALANG), dan Novi Fajaryanti (Staff Departemen HUMAS KAMMI MALANG). juga beserta teman-teman KAMMI MALANG yang bersedia menerima saya. :)


Malang Bag. 4: Wisata

12/11/2009

postingan terkait sebelumnya: Malang Bag.1: Keberangkatan, Malang Bag. 2: Tur Kampus, Malang Bag. 3: Workshop.

***

ini bagian yang mungkin ditunggu-tunggu. pada postingan kali ini saya akan mengulas kemana saja saya jalan-jalan, sekedar melewati, mengunjungi atau sampai wisata kuliner. umm, darimana ya saya akan memulai ulasannya? :mrgreen:

  • Kebun Binatang Surabaya

P1110027 saya tidak mengunjungi kebun binatang ini, hanya melewati saja. dan sayangnya ketika saya mencoba mengambil gambar ketika bis berhenti di lampu merah, yang saya dapat hanya pohon-pohon yang menghalangi dua patung Suro dan Boyo. mau lihat gambar kacau hasil jepretan saya? ada disamping kiri nih.

  • Restoran Mango Terace

restoran ini ada di kota SBY, saya tidak tahu nama jalannya apa.mangoterace namun yang jelas cukup menyenangkan makan di restoran ini (dibayarin soalnya, hehe). tapi serius, enak lho makanannya. haha, promosi secara tak langsung saya ini. ketika itu saya memesan Nasi Iga Mak Nyus dan Tropical Ice Tea. Nasi Iga Mak Nyus ialah nasi yang disajikan beserta daging iga yang dibakar atau digoreng, ditambah sayur asem dan sambelnya. sementara Tropical Ice Tea ialah teh yang dicampur dengan gula pandan dan jeruk nipis.

  • Restoran Inggil

pahlawan restoran yang terletak di Jl. Gajah Mada 4 kota Malang ini berjiwa pahlawan. tau kenapa? karena banyak aksesoris yang berbau historis dan pahlawan. banyak juga arsip lama yang dipajang dalam restoran ini. selain itu barang-barang berbau klasik seperti pra dan pasca kemerdekaan ada disini. begitu juga sejarah kota Malang. disamping foto para pejuang yang saya ambil. sebetulnya foto-foto disamping utuh tak terpisah, namun karena saya kesulitan mengambil gambarnya secara utuh, maka saya pisah-pisah saja motretnya. :)

P1110037masakan di Resto Inggil ini juga lumayan enak. banyak masakan khas Malang. ya-iyalah, secara ada di kota Malang. :D

  • University Inn, UMM

univ innmeski ini tempat penginapan yang saya tempati, namun tak apalah  saya masukkan sebagai salah satu wisata, khususnya wisata kulinernya. masakannya tidak semewah restoran yang saya kunjungi sejak kemarin, namun rasanya cukup enak. apalagi welcome drink-nya yang berupa wedang rempah panas, wah menghangatkan sekali itu.

  • Restotainment Ba Be

ba be restoran ini memiliki konsep restoran terpadu entertainment. bisa dilihat dari sisi panggung musik yang dimiliki dan juga foto beserta tanda tangan artis yang pernah datang ke restoran ini. soal masakan, restoran yang terletak di daerah Batu, Malang ini pada dasarnya sama saja dengan restoran lain yang menyajikan berbagai masakan khas Malang, namun mungkin suasana yang ditawarkan restoran ini menjadi daya pikat sendiri bagi para pelanggannya.

 


  • Hotel Tugu

suatu malam saya diajak untuk melihat Hotel Tugu, Malang. hanya melihat-lihat, bukan makan-makan. yang ingin kita lihat ketika itu ialah ruangan di lantai dasar yang berisi berbagai barang antik zaman pra kemerdekaan. Hotel Tugu ini terkenal seram dan banyak cerita-cerita mistis yang mengalir dari pembicaraan orang-orang. ditambah ketika saya memasuki hotel, tampak kelelelawar terbang riuh rendah ke arah kami. ia seperti mengikuti langkah kami dengan tiba-tiba menghampiri kami dan terbang rendah diatas kepala kami. hiiy, mengerikan deh. soalnya pas kita masuk ruangan barang antik yang dimaksud, hawa mencekam langsung menyergap kami. semua patung dan barang-barang kuno tampak menyeramkan. apalagi jika teman-teman melihat sebuah lukisan perempuan cina berbaju putih berambut panjang yang berdiri membelakangi cermin, pasti langsung merinding deh. hihihiyy…

tugunamun ada juga yang mengesankan, yakni TEROWONGAN CINTA alias TUNNEL OF LOVE yang ada di hotel ini. jadi kita dituntun menuju sahara cinta melalui terowongan ini. mau tau sahara-nya berupa apa? saharanya berupa tempat makan malam beserta panggung romantis yang katanya biasa digunakan untuk makan malam para pasangan gitu. dan katanya, jika hari valentine tiba, tempat ini mendadak penuh. :D

  • Wedang Ronde dan Angsle Titoni 1948

app597371253713587 kuliner yang satu ini dilakukan juga pada malam hari. warung Wedang Ronde Titoni yang sudah ada sejak 1948 ini hanya berupa warung kecil sederhana yang terletak di pinggiran jalan. namun daya tarik jadul-nya membuat banyak orang mampir ke tempat ini kali ya. saya rasa warung ini juga pernah diliput untuk liputan wisata kuliner di televisi. sayangnya ketika itu saya sedang tidak membawa kameran, jadinya foto yang ditampilkan ini merupakan hasil pinjaman dari foto orang lain hasil browsing saya. :D (** sumber foto tweetphoto.com/3emgania)

  • Rumah Makan Kertanegara

kertanegara rumah makan ini terletak di Jl. Kertanegara No. 1, Malang. soal makanan, lagi-lagi saya bilang sama saja dengan makanan standard restoran lainnya. maklumlah, terkadang intuisi saya terhadap makanan lemah sekali. eh, oh iya, satu khas-nya di resto ini ialah bumbu asam manis-nya yang nikmat sekali. :D

  • Masakan Anak Kosan

P1140127 nah ini dia makanan paling nikmat yang saya dapatkan selama di Malang. gara-gara main ke kosan teman, akhirnya saya diberi makan malam hasil masakan mereka. sederhana memang, hanya nasi putih dengan sayur lodeh yang hampir hambar dan tahu goreng, juga keripik tempe dan air putih. tapi kebersamaan yang hangat dengan teman-teman membuat saya cukup lahap menyantap masakan tersebut. :mrgreen:


Malang Bag. 3: Workshop

12/11/2009

Posting terkait sebelumnya: Malang Bag.1: Keberangkatan, Malang Bag. 2: Tur Kampus.

***

ini dia inti dari perjalanan saya ke Malang: Workshop. jadi sebetulnya tak full jalan-jalan. jadi seimbanglah antara belajar dan jalan-jalannya. berikut beberapa gambar yang saya ambil saat workshop.

wrkshp

keterangan gambar searah jarum jam:

  1. pak Leo Harten, salah satu pembicara di workshop ini. ia tampak tengah serius memperhatikan simulasi para peserta workshop.
  2. pak Steve, yang juga salah satu pembicara dalam workshop ini. tampak ia tengah menerima sertifikat dari pak Brook W.R. dan Richard O’Rook.
  3. meja saya yang agak berantakan saat workshop.
  4. catatan saya yang tidak rapih. :D
  5. dua pembicara workshop sedang berkolaborasi memberikan materi.
  6. ruang workshop di gedung BAU, UMM.